
Bab. 71
"Jangan jauh-jauh dariku dan jangan coba-coba untuk menyapa mereka," ingat Ryu seraya mengajak Ara masuk ke dalam cafe.
Ara menatap pria yang ada di sampingnya ini. Mengerutkan kening serta menelisik ke arah Ryu. Ada sesuatu yang berubah di sini. Kenapa semakin ke sini pria yang mukanya ialah kakak angkatnya dan dengan tiba-tiba malah berubah menjadi suaminya, tampak sedang cemburu. Padahal ia tidak melakukan apapun.
Ara berdecak di dalam hati. Meneterawakan perubahan sikap Ryu yang begitu drastis perbedaannya.
"Kak Ryu cemburu, ya?" Ara mendekatkan wajahnya ke arah telinga Ryu, seraya bertanya dengan suara lirih. Juga diiringi dengan senyuman jahil di sana. Membuat Ryu benar-benar dalam posisi begitu berat.
"Jangan goda aku di sini, Yaang," tekan Ryu melirik memberi peringatan kepada istri nakalnya ini.
Bukanya menurut, Ara malah terkikik sendiri melihat ekspresi Ryu. Dan ketika Ryu ingin menyambar dagu Ara, ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Selamat datang Tuan Muda Pertama," sapa orang itu. "Sudah lama sekali anda tidak ke sini. Mau disiapkan tempat khusus, Tuan Muda Pertama?" tawar orang itu lagi yang tak lain ialah manager cafe Biru.
__ADS_1
Ryu hanya memberi anggukan samar dengan raut begitu datar. Tanpa berniat menjawabnya dengan sebuah kalimat.
Tentu saja hal itu membuat Ara gemas sendiri. Gadis itu pun mencubit pinggang Ryu dan memberi peringatan kepada suaminya ketika Ryu menoleh ke arah Ara.
"Jawab dengan benar, Mas," gemas Ara seraya tersenyum tertahan. Juga sedikit mendelikkan matanya ke arah Ryu.
Ryu yang menangkap perintah itu pun beralih menatap ke arah manager.
"Tidak perlu, Pak. Saya akan mencari tempatnya sendiri. Siapkan saja berkas-berkas laporan penjualan bulan ini di meja kerja saya," ujar Ryu lalu menoleh ke arah Ara dengan tatapan seolah ia melakukan apa yanh diminta oleh Ara. Dan Ryu mendapat balasan senyuman yang begitu manis serta kedipan genit dari Ara.
Entah, belajar dari mana gadis kecil ini. Sangat pandai sekali menggoda dan memancing hasr4tnya. Mana tidak lihat tempat dan kondisi. Ingin sekali Ryu menariknya dan membawa Ara ke ruang kerja khusus untuk dirinya yang ada di cafe ini lalu benar-benar memberi hukuman pada istri nakalnya.
Sepeninggal manager cafe, Ryu menoleh ke arah Ara dengan tatapan begitu mematikan. Namun yang ditatap justru malah cengengesan. Seolah tidak mempunyai salah barang sedikit saja.
"Sini!" Ryu menarik tangan Ara ketika gadis itu ingin kabur. Hingga tubuh Ara menabrak Ryu.
__ADS_1
"Apa sih, Kak!" protes Ara seraya menegakkan posisinya. Segera memberi sekat dengan Ryu. Karena Ara begitu malu menjadi pusat perhatian seperti ini. Terlebih lagi Ryu tidak melepas tangannya.
"Yaang," panggil Ryu yang masih belum beranjak dari posisinya sedadi tadi.
Ara mendengkus kesal melihat sikap Ryu yang begitu menyebalkan seperti ini.
"Apa lagi sih, Kak! Jadi duduk nggak ini?"
Ryu tidak menjawab. Pria itu mengetuk ngetuk bibir nya sendiri sembari menatap penuh maksud ke arah Ara.
"Apa?" tanya Ara dengan nada begitu kesal. Bersikap seolah tidak mengerti maksud Ryu.
Ryu mendekat seraya berbisik. "Cium dulu," bisiknya.
Namun, pria itu dengan cepat mengecup pipi Ara. Setelah itu segera berjalan lebih dulu mencari tempatnya duduk untuk mereka. Tanpa menghiraukan protesan dari gadis yang saat ini ada di belakangnya. Berdiri menatap Ryu dengan penuh kekesalan dan juga rasa malu yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Karena ada beberapa pelanggan cafe yang berada di sekitarnya, senyum senyum sendiri melihat kejadian antara Ara dan Ryu barusan.
Sementara sang pelaku malah dengan begitu santainya menuju ke meja dengan dua kursi yang saling berhadapan. Juga bibirnya yang tertarik ke atas. Begitu puas membalas sikap istri nakalnya itu.