Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Akhir


__ADS_3

Bab. 104


Yang ditunggu-tunggu selama beberapa jam oleh keluarga besar Rayyansyah pun akhirnya keluar juga. Eh, lahir juga. Dengan lancar dan selamat serta sangat normal.


Ara dan baby twins pun juga sudah dipindah ke ruang inap yang jelas dengan layanan VIP. Secara keluarga yang punya rumah sakit. Dua bayi yang gembul itu juga tidak ditaruh di ruangan khusus untuk bayi. Karena keadaannya yang sangat sehat, dan tidak menemui kendala yang berarti, mereka ditempatkan di ruangan yang sama dengan Ara. Di mana Ara sekarang ini tengah berbaring di atas ranjang. Menatap keluarga besarnya yang tengah menggendong si kembar secara bergantian. Walaupun tentu saja mama dan tantenya lah paling antusias.


"Tante Sila mau banget ya punya mainan kecik begitu?" tanya Ryu yang duduk di samping ranjang istrinya. Tangannya tidak terlepas barang sebentar saja dari Ara. Pria itu seolah takut jika nanti istrinya ini akan kabur kalau kalau tidak dia genggam.


"Memangnya boleh Tante bawa satu? Tante ganti deh biaya persalinannya. Gimana? Deal?"


Dan dengan seenag jidat nya tante Sila menawar dengan Ryu. Memang wanita itu selalu begitu. Mana ada bayi ditawar dengan harga yang sangat murah.


"Ck! Jangan ngada-ngada, Sil. Kalau mau, Hiro suruh nyicil dulu sana! " sahut mama Yuan yang tidak terima jika cucunya ditawar dengan sangat murah.


"Kan kamu udah punya satu, Kak Yu. Yang satu kasihkan ke aku, lah. Aku juga pingin punya cucu sebenarnya," rengek tante Sila yang mengubah cara bicaranya dengan sangat lembut. Karena sedang beruzaha untuk menjaga image. Terlebih lagi mertua mereka juga baru tiba. Opa Kendra dan Oma Dilla.


Walaupun dua orang itu sudah berusia lanjut, akan tetapi mereka masih bisa berjalan sendiri tanpa menggunakan tongkat ataupun kursi roda. Mereka masih terlihat bugar untuk orang seusia mereka.

__ADS_1


"Sila ... kalau kamu mau, suruh Hiro apa Tami buatkan satu untukmu. Atau kembar lagi juga boleh. Nanti Mami kasih anak cabang Atmadja Group buat gadis yang rela ngelahirin cucu buatmu," sahut oma Dilla.


Tante Sila merengut seketika. "Gimana mau kasih perusahaan sama cewek itu, Mi. Orang Hiro-nya aja nggak normal. Nggak pernah Sila lihat dia pulang bawa cewek," balas tante Sila sambil melirik ke arah Hiro. Sedangkan yang dilirik begitu cuek.


Ryu tertawa mendengar ucapan tantenya.


"Iya itu, Tan! Dia nggak Diyan cewek emang. Ryu juga nggak pernah liat dia deket ama cewek. Malah keseringan sama Tristan. Nggak bahaya tah?" timpal Ryu semakin mengompori dan mempersulit posisi Hiro di sini. Membuat orang yang sedang dibicarakan itu langsung mendapatkan tatapan menyelidik dari para sesepuh keluarga Rayyansyah.


'Sialan! Sepupu laknat memang! Gue bawa bayi langsung, pasti pada heboh!' batin Hiro.


"Beneran itu, Ro?" tanya om Zacky yang langsung menginterogasi putranya. Di susul lagi dengan yang lain.


Ya. Anak mereka kembar cowok-cowok. Di mana wajahnya sangat dominan kepada Ryu.


"Ngapain cemberut sih, Yaang?" tanya Ryu mengabaikan suara berisik di sekitarnya. Tatapan pria itu hanya fokus pada istrinya.


"Kamu tuh serakah banget sih, Mas. Kenapa mereka semua mirip ke kamu. Akunya mana?" protes Ara. Ryu terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


"Ya kan aku yang usahanya lebih banyak, Yaang," sahut Ryu begitu santai.


"Tapi aku yang mengandung mereka, Mas."


"Ya udah, dua tahun lagi kita buat yang cewek. Kamu tang usahanya lebih keras. Aku bagian menikmati aja, biar kamu bisa atur agar jadi cewek. Gimana? Hmm?" usul Ryu sambil memainkan alisnya. Tentu, buat terselubung tidak pernah Ryu abaikan.


"Ck! Itu mah maunya kamu aja, Mas!"


Ryu semakin terkekeh melihat ekspresi Ara. Lalu pria itu terdiam seketika. Memandangi wajah Ara dengan tatapan penuh sayang. Membuat Ara menatap heran kenapa suaminya ini tiba-tiba saja langsung terdiam.


"Kenapa?" tanya Ara. Tubuhnya masih lemas, sehingga dia belum bisa bergerak terlalu aktif seperti biasa.


Ryu menggelengkan kepala. Kemudian pria itu semakin erat menggenggam tangan Ara.


"Terimakasih sudah mau nurut sama Mama, sehingga aku bisa menjadikanmu istriku, Yaang. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan setia pada rasamu. Sehingga aku bisa menjadikanmu milikku seutuhnya. Terimakasih sudah menjadi pelangi dalam setiap jalanku. Sehingga kamu selalu memberiku keindahan disetiap kesulitan yang aku lalui. Terimakasih juga sudah membuatku menjadi yang pertama dalam segala momen bahagiamu. Terimakasih juga sudah menambahkan tittle baru untukku. Kamu bagaikan oksigen dalam setiap nafasku. Terus berada di sisiku, agar aku tetap terus merasakan kebahagiaan ini. I love you, Queenara Rayyansyah."


...Tamat....

__ADS_1


...Terimakasih sudah mendukung cerita ini hingga akhir. Yuta ucapkan banyak banyak banyak terimakasih pada kalian semua. Me Lopeyuuuuuuuu!!!...


Noted : cerita Hiro bakalan aku kasih tau ke ige ntar kalo udah mencutul. Atau kalian follow aku Noveltoon-ku, biar nanti dapat notip karya baru dariku. Sehat-sehat kalian semua. Semoga kita bisa bertemu secara real🤗


__ADS_2