
Bab. 80
Sementara itu orang yang sedari tadi di ribut kan oleh mama Yuan, tampak masih begitu pulas dalam tidurnya. Wajahnya ketika tidur seperti ini terlihat begitu cantik, kalem, dan lembut. Tidak jika sedang membuka matanya. Pasti ada saja tingkahnya yang membuat pusing kepala. Apa lagi kalau mulutnya terbuka. Rasa-rasanya sampai ingin menyumpalnya dengan bakpao agar tidak mengeluarkan kata demi kata yang terdengar sangat unik dengan segala pemikirannya yang diluar Nurmin.
Di dekatnya, terlihat seorang pria yang terus mengamati wajah gadis itu dengan bibir tertarik ke atas. Membentuk sebuah senyuman yang indah di sana.
Pria itu seolah tidak bosan barang sebentar saja dalam menikmati keindahan yang ada di hadapan matanya. Sebuah keindahan yang memberinya rasa menyegarkan, mendebarkan, menantang, dan juga membuatnya candu semalaman.
Jika saja tidak ingat akan waktu dan sadar akan keadaan gadis itu, mungkin pria yang kini sudah mengenakan kaus serta celanabkinos pendek tersebut akan terus mengulang kegiatannya hingga matahari terbit.
Walaupun penuh perjuangan dan kesabaran serta menahan rasa sakit yang hanya berpusat di kepala si Jun, karena semalam juga merupakan pengalaman pertama dirinya, namun pria itu tetap berjuang hingga tetes terakhir keluar.
Cup!
"Makasih My Sweety," ucap Ryu setelah mengecup kening Ara.
Sebenarnya Ryu mendengar teriakan mamanya di luar sana. Hanya saja ia tidak ingin di ganggu untuk beberapa menit ke depan. Sebelum istri kecilnya ini membuka mata dan Ryu akan mendapat amukan nantinya, Ryu lebih dulu menikmati keindahan yang sebenarnya tetap tidak akan memuaskan rasa inginnya kalau hanya dipandangi seperti ini tanpa dirasai lagi.
__ADS_1
Sungguh. Semalam itu merupakan pengalaman yang sangat luar biasa Ryu alami. Benar-benar melatih rasa sabar, menekan rasa emosi, dsn juga mengontrol rasa ingin yang begitu menggebu. Walau awalnya Ryu ingin sat set masuk keluar beres. Akan tetapi di saat melihat ekspresi Ara yang seperti itu tadi malam, tetap membuatnya tidak tega. Meskipun pada akhirnya ialah orang pertama yang membuat gadis itu lecet.
"Yaang ... nggak mau bangun? Udah dipanggilin Mama loh dari tadi," ujar Ryu seraya mencolek dagu Ara yang sedikit lancip dan ada garis belahan tipis tepat di bagian tengah dagu tersebut.
Mumpung seperti ini, ide jahil Ryu pun keluar. Pria itu meraih ponsel miliknya yang ada di atas nakas, lalu membuka menu kamera dan mengarahkan ke arah mereka.
Ryu sengaja menarik sedikit selimut yang menutupi tubuh Ara hingga sampai batas dada bagian atas. Sedikit memperlihatkan garis bongkahannya di sana. Lalu Ryu mendekatkan kepalanya tepat di bagian dada tersebut.
Pria itu mengambil foto mereka berdua dengan posisi penuh. Lalu mengambilnya lagi dengan wajah Ara yang hanya ia perlihatkan setengah.
Lagi lagi pria yang sudah tidak perjaka itu lagi, berbuat hal aneh pada sosial media nya. Yang jelas akan menggemparkan para fans dan juga bisa berimbas pada perusahaannya nanti. Tidak hanya itu saja, Ryu malah dengan sengaja membuat caption di bawah foto yang dia unggah barusan. Be Mine.
Setelah selesai dengan urusannya, Ryu kembali membangunkan Ara. Karena mereka belum sarapan pagi dan membutuhkan asupan makanan untuk memulihkan tenaga yang terkuras habis-habisan semalam. Walaupun jika mau bermain satu ronde lagi, Ryu masih sangat sangat mampu.
"Yaang ... bangun, yuk! Udah siang, loh!"
Ryu mengecupi keseluruhan wajah Ara hingga gadis itu benar-benar merasa terganggu oleh apa yang Ryu lakukan.
__ADS_1
"Emmhh ... bentar lagi, Ma. Ara masih ngantuk," racau Ara menepis tangan Ryu yang merasa di wajahnya.
Ryu tertawa melihat tingkah istrinya yang begitu susah dibangunkan. Tidak heran sih, sikap Ara sangat lah normal. Karena mereka memang kurang tidur.
Setelah perjuangan panjang dan mengulangnya entah berapa kali, Ryu baru membiarkan Ara Benar-benar tidur pada pukul tiga pagi. Itu pun juga masih ia gangguin tipis-tipis. Menambah jejak di bagian depan dan seolah mulut dan tangannya tidak mau lepas dari dua bukit yang menjadi favoritbya mulai sekarang.
"Udah siang, Yaang. Makan dulu. Biar nggak lemes lemes banget badannya," Ryu masih berusaha untuk membangunkan Ara. Karena memang tubuh mereka membutuhkan itu saat ini.
Tidak kehabisan akal dan mengambil keuntungan lebih jelasnya. Ryu mengungkap selimut yang menutupi tubuh polos Ara dan langsung menyambar dua bukit yang terlihat begitu menantang. Mengulumnya serta memberi cubitan di bagian yang lain. Membuat Ara langsung membuka mata karena terasa begitu nyeri.
"Argh! Sakit!" pekiknya yang langsung mengusap dadanya dengan pelan. Jangankan dikulum atau dicubit, di senggol ujungnya saja terasa begitu sakit. Mungkin sangking lamanya Ryu semalam nen3n di tempat tersebut.
Ryu menatap Ara dengan senyuman merekah di bibirnya. Wajahnya memancarkan sebuah kepuasan dan penuh kemenangan.
"Pagi ... My Mine, My Wife, My Honey, My lovely!"
Sapaan yang terdengar begitu menggelikan di telinga Ara. Gadis itu mengerjap beberapa kali dan mengerutkan kening di saat melihat ekspresi Ryu.
__ADS_1
"Kamu nggak sedang kerasukan kan Kak?" tanya Ara sedikit ngeri. Ia pun bergeser menjauh, namun ia urungkan di saat menggerakkan kakinya ada bagian yang terasa begitu nyeri. "Sshhh!"
"Kenapa, Yaang? Masih sakit?" Tanya Ryu tampak khawatir. Bersiap ingin melihat bagian mana yang sakit, tetapi dihalangi segera oleh Ara.