Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Tidack Peka


__ADS_3

Bab. 59


"Kamu nangis?"


Sudah tahu jika Ara menangis, bisa-bisanya pria itu masih menanyakan hal yang sudah pasti tersebut kepada Ara. Padahal sudah sangat jelas terlihat bahwa Ara menangis, dan bahkan dalam hitungan detik saja wajah Ara basah.


"Nggak. Aku senang kok," balas Ara tersenyum palsu. "Akhirnya aku bisa mendengar alasanmu yang sebenarnya. Maaf, jika aku selama ini mengambil tempat dan kasih sayang yang seharusnya Kak Ryu terima dari mama dan papa. Ah, bukan. Atau aku harus memanggil mereka dengan sebutan Om dan Tante mulai sekarang?" Ara menatap sendu ke arah Ryu, namun dengan bibir yang mengulas senyum kepalsuan.


Tampak begitu kentara jika wanita itu benar-benar terluka saat ini. padahal Ryu tidak bermaksud untuk membuatnya seperti itu. Ia sengaja mengatakan seperti itu, karena ingin memberitahukan yang sebenarnya kepada Ara. Siapa sebenarnya status gadis itu untuk dirinya maupun di keluarga Rayyansyah.

__ADS_1


"Ra ...."


Panggilan Ryu di abaikan begitu saja oleh Ara. Bahkan tangan pria itu ditepis ketika Ryu ingin menyentuh Ara.


"Tenang aja. Aku udah tersadar kok. Memang aku hanyalah anak yang ditipkan ke keluargamu dan tidak akan pernah bisa masuk sebagai anggota keluarga Rayyansyah. Aku sadar sekarang, Kak. Itulah kenapa Papa juga nggak mengadopsiku secara resmi. Sekarang aku tau, kalau semua itu pasti demi menjaga perasaan Kak Ryu," ucap Ara yang Mukai turun dari ranjang secara perlahan.


Lalu gadis itu mengemasi seragam yang dia pakai tadi dan sudah tersimpan di dalam paper bag, karena radi Ryu sempat membelikan dirinya baju ganti di mall sebelah rumah sakit dan Ara pakai sekarang ini. Tidak lupa juga Ara mengambil ponselnya. Bersiap untuk pulang sendiri.


Pria itu melangkah mendekat ke arah Ara lalu menahan gadis itu ketika Ara akan melangkah keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Berhenti dan dengerin penjelasan ku dulu, Ra! Jangan menyimpulkan sesuatu hanya pada segi pemikiranmu saja," ujar Ryu yang kemudian membawa Ara ke dalam pelukannya. Memeluknya begitu erat, karena gadis itu melawan memberontak.


"Lepasin! Kamu bukan Kak Ryu yang ku kenal dulu! Kamu pria jahat! Kamu pria mesum!" teriak Ara seraya memberi pukulan kepada punggung Ryu. Karena ia tidak bisa melepas diri dari dekapan erat pria itu.


Ryu mengangguk. "Ya, aku bukan Ryu yang dulu. Aku juga bukan Kakak yang selalu mencegahmu agar tidak menangis. Aku juga pria mesum sesuai dengan yang ada pikiranmu sekarang. Karena aku memang bukan kakakmu dan aku mempunyai hasr4t padamu," jujur Ryu sembari memberi usapan lembut di punggung Ara. Berusaha untuk menenangkan istrinya.


Sementara Ara menghentikan gerakan tangannya yang memukul Ryu, serta juga menghentikan tangisan nya. Matanya melebar, dan seolah jantungnya berhenti berdetak ketika mendengar Ryu mengaku jika mempunyai hasr4t kepada dirinya.


Di rasa Ara tidak memberi respon, Ryu sedikit melonggarkan pelukannya dan menjauhkan wajahnya demi bisa melihat wajah Ara. Karena tiba-tiba saja gadis itu diam tanpa memberi perlawanan sedikit pun kepada dirinya.

__ADS_1


"Kenapa diam? Udah capek?" tanya Ryu menatap lembut ke arah Ara.


Memang benar-benar definisi pria yang sangat tidak peka sedikit pun. Baru saja mengatakan hal di luar nalar Ara, namun pria itu justru menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah sangat jelas jawabannya seperti apa.


__ADS_2