Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Istri Nakal


__ADS_3

Bab. 99


Ryu melirik tajam sepupunya yang berada di kursi kemudi.


"Sudah gue bilang, pulang ke rumah. Bukan malah kesini, Hiro!" sentak Ryu dengan nada tinggi.


Sudah hatinya jengkel, kesal, esmoni, tetapi sepupunya ini masih saja membuat tensinya bertambah naik.


"Wait wait, Bro. Tenang dulu. Jangan keburu eswawan. Oke ... tarik napas ... lalu hembuskan pelan-pelan," Hiro memberi intruksi kepada Ryu yang tengah membara amarahnya.


Namun Ryu mengikuti apa yang dikatakan oleh Hiro. Benar saja, emosinya kian menurun dan napasnya mulai sedikit tenang.


"Lo lupa ini tanggal berapa?" tanya Hiro sebelum Ryu melayangkan cacian kepada dirinya. "Kunjungan bulanan kita, Bro. Mau lo dibantai sama Om Jinan kalau kira nggak ngelola cafenya dengan baik? Hmm?" imbuh Hiro lagi.


Ryu mulai luluh. Om nya yang super nyebelin itu bisa saja menggunakan kelemahan Ryu saat ini kalau sampai cafe nya tidak dikelola dengan baik.


Tanpa banyak kata, Ryu turun lebih dulu dari mobil dan langsung masuk lewat pintu khusus di cafe Biru tersebut.


Cepat-cepat Hiro mengikutinya sambil menghubungi seseorang.


"Target terkunci!" ujar Hiro yang kemudian langsung mematikan sambungan di antara mereka dan pria itu segera menyusul sepupunya yang jelas menuju ke ruang kerja mereka.


Seperti biasa, wajah tanpa senyum itu melewati beberapa karyawan cafe yang menyapa dirinya. Tentu, jangan mengharapkan respon balik dari Ryu. Jelas tidak akan mendapatkan hal itu dari kayu berjalan.


"Cepat selesaikan!" perintah Ryu ketika mereka sampai di ruang kerja mereka dan di sana ada manager cafe yang langsung ngabrit menemui dua tuan muda dadi keluarga Rayyansyah tersebut.

__ADS_1


"Ba-baik, Tuan Muda Pertama," sahut manager cafe dengan nada gemetar.


Entah kesialan apa yang dia temui malam ini. Sampai-sampai harus menghadapi orang seperti Ryu.


Hiro merasa kasihan pada manager cafe, pria itu menepuk pundaknya.


"Santai saja, Pak. Dia nggak bakalan berani makan orang kok sejauh ini. Lakukan seperti biasa," ucap Hiro mencoba menenangkan manager cafe meskipun mendapat tatapan tajam dari Ryu.


"Iya, Tuan Muda Kedua," sahut manager cafe. Setidaknya ada yang akan membantu dirinya.


Dan ketika mereka tengah fokus pada laporan bulanan, samar-samar terdengar seseorang yang tengah bernyanyi dengan suara begitu merdu. Suara itu tidak asing di telinga Ryu.


Entah, apa karena dirinya yang sangat merindukan sang istri atau memang suara itu benar-benar sangat mirip. Yang jelas, perasaan Ryu kembali menghangat ketika mendengar suara itu.


Oke, di menit pertama Ryu masih bisa fokus dan tenang di tempat duduknya serta laporan yang ada di hadapannya saat ini. Namun, di menit ke sepuluh Ryu tidak bisa lagi bertahan pada posisinya. Terlebih lagi perempuan bersuara mirip sekali dengan istrinya itu menyanyikan sebuah lagu kesukaan Ara. Suara serta nadanya begitu khas. Sangat sangat plek ketiplek. Sama persis. Di sinilah pertahanan Ryu buyar.


"Mau ke depan bentar. Lo lanjutin." balas Ryu yang langsung melesat keluar dari ruang kerjanya di cafe Biru.


🎡


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku

__ADS_1


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Teman hidup, by Tulus.


🎡


Suara seorang wanita yang tengah duduk santai di podium dengan diiringi orang yang sangat Ryu kenal. Terlebih lagi sosok wanita yang membawakan lagu tersebut.


Langkah Ryu kian melambat di saat mata mereka saling bertemu. Wanita itu melemparkan sebuah senyuman yang begitu manis sambil terus menyanyikan lagu kesukaannya.


Ryu terus memperhatikan hingga lagu yang dinyanyikan oleh wanita yang selama tiga bulan ini tidak bisa Ryu temui bahkan hubungi. Tatapan matanya masih terpaku pada sosok wanita yang sekarang berdiri dengan iringan tepuk tangan dari pelanggan cafe yang hadir malam ini.


Ryu masih membeku di tempatnya. Mengamati kecantikan luar biasa yang terpancar dari belajahan jiwanya tersebut.


"Malam, Tuan Muda Pertama." senyum manis itu mengembang di bibir wanita yang sekarang berdiri tepat di hadapannya.


Wanita itu begitu cantik dengan balutan baju sedikit kebesaran di tubuh rampingnya, serta rok sebatas lutut berbentuk wiru.


Ryu tidak bisa lagi membendung rasa rindu yang begitu ugal-ugalan dalam diri. Pria itu langsung memeluk, meluapkan semua rindunya tanpa memperhatikan orang-orang yang kini menatap ke arah mereka.


"Dasar, istri nakal!" ucap Ryu yang mendapat kekehan dari Ara.

__ADS_1


"Tapi cinta, kan?" goda Ara dengan tawa penuh kemenangan. Karena berhasil mengerjai suaminya.


"Banget banget banget nget nget!" sahut Ryu menghujani wajah Ara dengan kecupan.


__ADS_2