Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Pria Licik!


__ADS_3

Bab. 89


Tentu saja Ara tidak serta-merta menjawab pertanyaan dari Citra barusan. Wanita itu hanya mengangkat bahunya Seraya menatap ke arah Citra dengan tatapan seolah mengatakan tebak saja sendiri.


Citra melotot tidak percaya ketika Ara bersikap seperti itu kepada dirinya.


"CK! Sok main rahasiaan sama gue. Jadi begini sekarang? Hmm?" protes Citra menyipitkan matanya. Menampilkan tatapan tidak sukanya. Meski itu hanya pura-pura.


Sedangkan Ara tertawa melihat sikap Citra yang berubah gampang baper. Padahal dirinya belum mengatakan sesuatu.


"Dih! Lagi pms lo? Gitu aja udah ngambek! Ntar gue kenalin temennya deh. Biar ketularan jadi istrinya CEO. Biar nggak perlu lagi lo banting tulang buat muasin perut lo itu," Ara menerima sebuah menimuman dari pria yang baru saja kembali dan kini duduk di sampingnya. Tentu saja dengan jarak yang begitu dekat.


"Makasih, Kak," ucap Ara tersenyum ke arah orang itu dan dibalas dengan usapan lembut di puncak kepalanya.


"Demi Tuhan! Gue pingin pindah planet, woi!" teriak seseorang yang baru saja datang sebagai tamu tak di undang.


Orang itu berjalan mendekat dengan tatapan mata yang tidak percaya. Jelas, teriakannya yang tidak dikira kira itu berhasil menarik perhatian orang di sekitarnya. Lalu orang itu menyenggol lengan Citra dengan sangat keras.

__ADS_1


"Temen lo beneran udah anu, Cit?" tanya orang itu pada Citra tetapi tatapannya tetap mengarah ke arah Ara dan juga pria yang duduk begitu dekat dengan gadis pujaannya itu.


Citra yabg disenggol begori keras oleh Satria, jelas saja gadis itu menatapnya kejam.


"Ya elah, Bang Sat! Lo kira-kira dong kalau mau kasih sentuhan pada calon istri. Yang lembut! Ntar gue tinggal selingkuh, nangis pas!" balas Citra dengan sengaja meledek Satria.


Sudah rahasia umum kalau Satria selama ini menyukai Ara. Dan berulang kali pria itu mendapat penolakan dari Ara dari yang halus hingga terlihat begitu sadis. Tidak tanggung nganggung. Bahkan di tempat umum pun Ara juga masih menolak pria itu. Sama sekali tidak memikirkan harga diri Satria. Karena Ara pikir, Satria yang memilih menjatuhkan harga dirinya. Karena sudah ditolak berapa kali, masih saja mengejar dirinya dengan tidak tau malu. Ralat. Pria itu memang sudah putus urat malunya.


Mendengar itu, ingin sekali Satria memukul mulut Citra. Namun ia masih sadar jika Citra itu perempuan. Meski dirinya berandalan dan sangat bandel, pantang bagi Satria memukul perempuan. Memang good boy sebenarnya. Tetapi entah mengapa pria itu malam ini terlihat lebih ke sad boy.


Lihat saja tatapannya sekarang ini. Sama sekali tidak seperti Satria. Terlihat sendu.


Satria mencoba mengatur napasnya. Lalu menggeser Bagus yang duduk di dekat Citra hingga pria itu hampir terjungkal karena ulah Satria. Bagus ingin mengumpat, namun apalah daya. Ia dipaksa memaklumi sikap Satria oleh Citra lewat sorot mata mereka. Hingga akhirnya Bagus memilih minggir dengan tenang dan bergabung dengan meja yang lain.


Smenetara itu Satria mencoba menangkan diri. Sakit? Jelas ia rasakan saat ini. Selama tiga tahun lamanya, Satria terus mengejar Ara. Walaupun sering ditolak, akan tetapi pria itu mempunyai sebuah pedoman yang mampu menghilangkan rasa malunya. 'Sebelum janur kuning melengkung, masih milik bersama.' Di mana itu artinya ia masih memiliki sebuah kesempatan untuk memiliki Ara meskipun gadis pujaan hatinya itu sudah memiliki kekasih.


"Ini, Ra?" tanya Satria dengan tersenyum tipis, namun tatapan matanya terlihat nanar.

__ADS_1


Ara yang tiba-tiba saja merasa tidak enak hati pada Satria pun terlihat bingung di tempatnya. Ditambah lagi Satria tidak pernah menampilkan raut terluka seperti sekarang. Sebab sejauh ini Satria selalu menampilkan sikap slengekan meskipun ia tolak.


Ia sadar sudah menyakiti Satria. Tetapi ini bukan salah dirinya sepenuhnya. Sebab ia juga selama ini tidak memberi Satria harapan. Pria itu saja yang selalu salah menyimpulka.


Ryu menyipitkan matanya ke Ara. Heran, kenapa pertanyaan seperti ini seolah berat untuk Ara jawab. Padahal biasanya jika sedang bersama dirinya, mulut wanitanya ini selalu nyerocos tanpa bisa dibendung.


"Yaang?" panggil Ryu dengan sengaja serta memberi usapan lembut di lengan Ara. Membuat wanita itu sedikit tersentak kaget. "Kenapa?"


Mendengar panggilan pria yang ada di samping Ara, cukup membuat Satria mengerti. Sangat mengerti bahkan. Pria itu menganggukkan kepalanya samar. Semakin membuat Ara bingung harus berkata apa.


"Ah!" kaget Ara yang tersadar dari lamunannya sejenak. Lebih kaget lagi ketika melihat tatapan penuh arti dari Ryu.


Citra jadi merasa salah tempat sudah berada di sini. Bingung sendiri harus menengahi seperti apa. Karena ia sendiri juga belum mempunyai pengalaman mengenai hubungan yang sangat rumit itu menurutnya.


"Kenalin, Sat, Cit, dia Kak Ryuga. Suami gue," ucap Ara memperkenalkan Ryu kepada teman-temannya. Membuat senyuman terbit di bibir Ryu. Merasa puas dengan pilihan Ara yang jujur.


'Tidak sia-sia tadi gue sempetin post di ig-ya Ara.' batin Ryu.

__ADS_1


Seperti biasa, kejahilan Ryu terhadap Ara memang tidak bisa hilang begitu saja. Di kala dirinya menyentuh dan melambungkan Ara hingga ke langit sembilan, Ryu sempatkan meraih ponsel Ara dan mengambi foto mereka. Tentu dengan posisi yang cukup membuat orang penasaran jika melihat hasil foto yang Ryu ambil. Di mana posisi Ryu yang menindih Ara dan sedikit menenggelamkan wajahnya di bahu polos Ara, sehingga yang terlihat hanya sebagian wajahnya. Itu pun sebagian tertutup oleh rambut Ryu yang acak-acakan dan mengarah ke depan.


Bukan hanya sebuah foto saja yang Ryu unggah. Melainkan pria itu juga menambahkan sebuah caption di bawah foto tersebut dengan tulisan, My Hubby. Dua kata yang mampu menyingkirkan ribuan lebah yang mendekati Ara. Licik sekali bukan? Yup! Label Ryu bertambah mulai sekarang. Pria licik. Itulah dia.


__ADS_2