Terpaksa Menikahi Kakak Angkat

Terpaksa Menikahi Kakak Angkat
TMKA. Rencana Ryu


__ADS_3

Bab. 28


"Mami tenang saja. Ara juga bahagia kok di sini. Mama sama Papa juga sayang banget sama Ara. Ada juga anaknya mereka, Mi. Namanya Kak Ryuga. Dulu dia sayang sama Ara, tapi setelah kejadian di taman belakang dulu, tiba-tiba saja Kak Ryuga nggak tinggal sama kami. Ara minta tolong sama Mami, jaga Kak Ryuga dari langit ya, Mi. Seperti Mama dan Papa jaga Ara di sini," oceh Ara kemudian yang sebenarnya rindu pada sosok seorang kakak laki-laki yang dulu sempat ia punya.


Ara mengusap matanya yang kembali basah. Sedangkan Ryu menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Ara. Bisa-bisanya gadis itu meminta bantuan kepada orang yang sudah meninggal untuk melindungi dirinya. Ryu tidak mengerti lagi bagaimana pemahaman Ara sebenarnya.


Namun di sisi lain, Ryu merasa tersentuh. Ternyata Ara begitu memikirkan dirinya selama ini. Di tambah lagi gadis itu tidak membenci dirinya, setelah apa yang ia lakukan tanpa sengaja dulu pada gadis ingusan tersebut.


Ryu tidak bisa hanya diam dan terus bersikap seperti seorang pecundang. Alasan dirinya memilih tinggal dengan tante Zuma, karena ingin memberi Ara ruang serta kasih sayang orang tua nya untuk gadis yang bernasib malang tersebut.


"Hallo, Pa. Ryu pulang malam ini juga. Siapkan kamar lama Ryu," ujarnya kemudian kepada sang papa melalui sambungan telepon dengan tatapan yang tidak teralihkan dari Ara. "Ya. Ryu mau menebus kesalahan Ryu di masa lalu. Bilangin ke Mama juga, jangan bongkar siapa Ryu sebenarnya. Biarkan itu menjadi urusan Ryu sendiri." pesannya kemudian untuk mamanya yang terkadang suka ikut campur mengenai masalahnya.

__ADS_1


Mungkin sikap mama Yuan yang seperti itu karena Ryu merupakan anak satu-satunya mereka. Sehingga ingin menjaga semaksimal mungkin, dan itu ternyata berlaku juga pada Ara. Bahkan sikap protektif mamanya pada Ara melebihi batas. Jika mendengar cerita dari Hiro.


Sementara itu, di sebuah ruangan yang bernuansa silver dipadukan dengan biru tua tersebut tampak seorang pria paruh baya tengah mengobrol dengan seseorang di balik telepon. Wajah pria itu terlihat sangat serius sekali. Sedangkan di sampingnya ada seorang wanita cantik yang setia menemani serta menunggu dirinya selesai berbicara. Tidak menyela sedikit pun.


"Kamu yakin, mau pulang sekarang?" tanya papa Rio pada putranya.


Di mana putranya itu secara tiba-tiba menghubungi dirinya. Papa Rio menatap istrinya yang tengah menaruh jari telunjuknya di depan bibir. Mengisyaratkan agar papa Rio tidak mengatakan mengenai keberadaan dirinya.


"Iya, Pa. Ryu pulang sebagai Ryuga. Bukan sebagai suami Ara." tekan Ryu di seberang sana. Membuat mama Yuan tersenyum remeh. Seolah tidak percaya sekali dengan apa yang dikatakan oleh putranya saat ini.


Sementara papa Rio mengangguk setuju saja. Meskipun Ryu tidak bisa melihat anggukan kepala darinya.

__ADS_1


Setelah pembicaraan mereka selesai, papa Rio menatap ke arah sang istri dengan bahu terangkat. Seolah memberitahukan kepada wanitanya tersebut jika dirinya tidak ikut atau merencanakan sesuatu bersama putranya.


"Beneran kamu nggak tau alasan dia pulang, Mas!" cecar mama Yuan langsung dengan tatapan penuh curiga.


Meskipun mereka tinggal terpisah selama ini, namun papa Rio dan mama Yuan sering kali mengunjungi Ryu walaupun tidak bisa. Karena mama Yuan selalu kepikiran mengenai bayi besarnya yang berada di rumah. Karena mereka tidak mungkin mengajak Ara untuk mengunjungi Ryu di Kanada.


"Beneran, Yaang. Mas nggak tau dia rencanain apa lagi sekarang," jawab papa Rio meyakinkan wanitanya seraya mengarahkan tangan di depan mama Yuan.


Mama Yuan masih tidak percaya begitu saja. Tatapan wanita itu semakin menyipit.


"Apa sebenarnya yang dia rencanakan saat ini pada Ara. Kenapa juga terburu buru pulang. Padahal dia tidak menyetujui pernikahan ini sebelumnya, kan?" gumam mama Yuan. Mencoba menggabungkan beberapa kejadian serta momen yang menurutnya terasa janggal.

__ADS_1


__ADS_2