
Pandangan mata Alea semakin menajam ke arah Azka, membuat Azka semakin takut saja berhadapan dengan Alea. Ia tidak bisa melihat Alea yang seperti itu padanya.
“Apa yang kamu lakukan denganku semalam?!” tanya Alea sinis, Azka berusaha untuk memberanikan diri menatap ke arah Alea.
“A-aku ... tidak bisa menahannya semalam. Kau membuatku tergugah,” jawab Azka dengan nada yang sangat takut, sontak membuat Alea mendelik kesal mendengarnya.
“Anak yang ada di dalam kandunganku, sudah gugur karena kamu!” bentak Alea, sontak membuat Azka mendelik kaget mendengarnya.
“Apa?!”
***
Semua itu berawal dari suatu masa. Masa di mana Alea masih berada dalam tingkat Sekolah Menengah Atas.
Saat itu, Alea baru saja memasuki tingkat kedua pada tahun ini. Ia adalah salah satu siswi populer yang terkenal di sekolah tersebut.
BRUK!
__ADS_1
Seseorang tak sengaja menabrak pelan Alea, yang sedang tidak fokus karena berjalan sembari membaca buku yang ia pegang. Tak terlalu kencang, tetapi cukup membuat buku yang Alea pegang menjadi terjatuh karenanya.
Lelaki yang menabraknya pun terdiam sejenak, karena ia melihat ke arah Alea yang terlihat sangat cantik di pandangannya.
Alea menatapnya dengan tidak senang, “Kenapa kamu gak ambilin bukunya?” tanya Alea sinis, membuat lelaki itu tersadar dari lamunannya.
“Kamu juga kenapa gak ngambil bukunya?” tanya balik lelaki itu, membuat Alea menjadi jengkel mendengarnya.
“Kamu sengaja nabrak aku, ya? Biar seperti adegan romantis di film dan novel yang sering muncul itu?” bidik Alea tidak senang, tetapi maksud lelaki itu bukan seperti itu adanya.
Alea semakin terpancing dengan apa yang ia katakan.
“Kamu mau ambil bukunya, atau tidak?” tanya sinis Alea, lelaki itu terdiam sejenak mendengarnya.
‘Kenapa cantik-cantik punya tabiat yang tidak baik, sih?’ batin lelaki itu, yang menyayangkan keadaan dan kepribadian Alea.
Padahal, ia sudah hampir terpana pada pandangan pertama melihat Alea, tetapi Alea membuat dirinya merasakan kebalikannya setelah sedikit berbincang dengannya.
__ADS_1
Melihat lelaki itu yang tidak bergerak pada tempatnya, Alea hanya bisa menghela napasnya dengan panjang lalu segera menunduk untuk mengambil buku miliknya yang terjatuh.
Tak sengaja, lelaki itu pun turun dan menunduk pada saat yang bersamaan dengan Alea, membuat tangan mereka menyentuh satu sama lain. Hal itu sontak membuat Alea merasa sangat tidak nyaman karenanya.
Alea melotot kesal ke arahnya, “Tuh, ‘kan! Kamu sengaja membuat keadaan yang romantis seperti adegan di film dan novel!” bidik Alea kasar, tetapi lelaki itu memang murni tidak memikirkan hal itu.
Itu hanya sebuah kesalahan teknis, sehingga membuat Alea menjadi tambah salah paham dengannya.
“Bu-bukan seperti itu--”
Alea bangkit sembari mengambil buku yang ia ambil, ketika lelaki itu hendak menjelaskan apa yang ia rasakan. Melihat Alea yang sudah bangkit, lelaki itu pun ikut bangkit karenanya.
Mereka kini saling bertatapan satu sama lain, membuat Alea semakin tidak menyukai keberadaan lelaki itu.
Matanya sinis menatap ke arah lelaki itu, “Kamu anak baru, ‘kan?” tanya Alea sinis, membuat lelaki bernama Azka itu mengangguk kecil mendengarnya.
Alea sedikit membuang pandangannya dari Azka, “Huh, junior yang tidak tahu sopan santun!” bentaknya yang lalu memandang sinis ke arah Azka, “biar seperti ini juga, aku ini seniormu, tahu! Jangan macam-macam kalau tidak ingin kena masalah!” ancamnya, yang lalu segera pergi dari hadapan Azka.
__ADS_1