Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Peringatan


__ADS_3

Azka kembali ke kelasnya untuk menjauh dari keramaian. Ia tidak suka, jika ada orang yang memperhatikannya dalam waktu yang lama. Azka adalah anak yang introvert, dan jarang sekali bersosialisasi dengan orang lain, selain orang yang benar-benar ia kenal.


Sepanjang perjalanan menuju ke kelasnya, semua pandangan tertuju padanya. Hal itu yang membuatnya menjadi sangat risih.


‘Aku tidak habis pikir, kenapa Alea bisa menghadapi pandangan orang-orang seperti mereka? Secara, gadis itu sangat populer di sekolah ini. Secara tidak langsung, pasti pernah mengalami hal seperti yang saat ini sedang aku rasakan,’ batin Azka, yang memikirkan kondisi yang tidak seharusnya ia pikirkan.


Azka menghela napasnya dengan panjang, ‘Ah, untuk apa aku memikirkan hal yang tidak harus dipikirkan?’ batin sebelahnya menyanggah.


Dengan langkah yang cepat, Azka pun kini sudah sampai di kelasnya. Semua orang di dalam kelasnya, lagi-lagi memandangnya dengan tatapan yang aneh dan menusuk, tetapi ia tidak mau memedulikannya.


Tak lama Azka duduk di kursinya, seseorang bernama Pras yang merupakan teman sebangkunya, datang ke hadapannya dengan napas yang tersengal.


Hal itu membuat Azka agak bingung, dan memandangnya dengan sedikit sinis.


“Kenapa ‘ngos-ngosan begitu, sih?” tanya Azka, yang merasa aneh dengan sikap temannya itu.

__ADS_1


Pras masih mengolah napasnya, kemudian berusaha untuk menelan salivanya untuk membasahi kerongkongannya yang kering. Ia memandang ke arah Azka dengan pandangannya yang masih terlihat lelah akibat berlarian.


“Tadi aku panggil kamu dari koridor, kenapa kamu gak dengar?” tanya Pras.


Saking fokusnya Azka dengan urusan yang ia hadapi saat ini, ia sampai tidak mendengar teriakan temannya sendiri tadi.


“Maaf, tadi aku bener gak dengar kamu,” ujar Azka, Pras pun menghela napasnya dan memandangnya dengan tajam.


“Ya sudahlah. Gak apa-apa.”


“Tadi ada masalah apa di kelasnya Alea?” tanya Pras, Azka terdiam sejenak memandang Pras, lalu segera mengalihkan kondisi dengan mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya.


Azka harus menyibukkan dirinya, agar Pras tidak bertanya macam-macam tentang kejadian ini.


Melihat reaksi Azka yang sepertinya tidak ingin membahasnya, Pras malah semakin penasaran dengan kejadian yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


“Ada apa, sih? Kejadian sebenarnya gimana? Aku butuh tahu yang sebenarnya, Ka!” tanya Pras sedikit sinis, tetapi tak membuat Azka menanggapinya.


Azka malah semakin serius untuk membaca buku yang sudah ia keluarkan dari dalam tasnya.


Walaupun Pras bertanya tentang kejadian cokelat di ruangan kelas Alea tadi, tetapi Azka hanya diam tak bergeming. Hal itu membuat Pras semakin gemas saja dengan Azka.


“Hei, Azka! Seluruh sekolah udah tau permasalahan ini! Semuanya jadi berpikiran buruk sama kamu, yang baru masuk sekolah udah ngedeketin idola sekolah ini!” bentaknya yang mulai terpancing kekesalannya.


Mendengar Pras yang mengatakan itu, Azka pun mendelik kaget mendengarnya.


‘Cepat sekali berita itu tersebar! Belum ada 10 menit, sejak kejadian itu berlangsung. Kenapa sudah tersebar ke seluruh sekolah ini?’ batin Azka yang merasa kebingungan dengan apa yang temannya katakan.


Pras yang sudah tersulut emosinya, segera mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu kepada Azka.


Azka menoleh, dan melihat apa yang sebenarnya Pras perlihatkan padanya.

__ADS_1


Di ponselnya itu, terlihat video singkat berdurasi kurang dari 5 menit. Di dalam video itu, terlihat percakapan serius antara Alea, dirinya dan juga Arga. Hal itu sontak membuatnya mendelik, karena ternyata seseorang sudah berhasil merekam percakapan mereka tadi.


__ADS_2