Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Out Of The Box 2


__ADS_3

“Aku gak bisa terima, yah!” bentak Alea.


“Aku juga gak terima, kamu nuduh aku yang gak aku lakukan. Aku akan mengaku kalau aku memang benar melakukannya!” ujar Azka, membuat Alea merasa bertambah kesal mendengarnya.


“Oh, jadi kamu merasa tidak bersalah gitu?” tanya Alea sinis.


“Aku salah, sudah mencela kamu di dalam hati. Kamu juga salah, karena kamu sudah nuduh aku menguntit kamu!” ujar Azka menjelaskan apa yang menjadi pangkal permasalahannya.


“Ya memang kenyataannya begitu, ‘kan? Kamu nguntit aku, biar bisa melakukan hal aneh lagi seperti tadi pagi?!” bidik Alea tak mau kalah, tetapi Azka hanya bisa menahan amarahnya saja karena ia tidak bisa melawan wanita yang sudah jelas-jelas salah itu.


“Ya sudah. Anggap aja kebetulan kita bertemu di sini. Aku juga ingin minta maaf, karena tadi pagi mungkin aku melakukan kesalahan yang membuat kamu tidak nyaman,” ujar Azka, dengan cara yang sangat gentleman.


Walau Azka sudah merendah sekalipun, Alea sama sekali tidak merasa kalau Azka itu benar. Ia semakin merasa kalau itu memanglah kesalahan Azka.

__ADS_1


“Bagus deh, kalau kamu merasa bersalah! Kenapa gak dari pagi aja minta maaf?” ketus Alea, yang kali ini ternyata mampu memicu emosi Azka.


‘Gadis ini benar-benar. Sudah minta maaf pun, ternyata dia masih merasa dirinya paling benar!’ umpat Azka, yang mulai kesal dengan sikap yang Alea miliki.


Alea menyadari tatapan mata itu lagi, “Kamu nyela aku lagi, ya?” bidik Alea, tetapi Azka kali ini hanya diam saja mendengar apa yang Alea tanyakan.


Alea semakin mendelik, “Kenapa diam aja? Bener berarti, kamu ngatain aku dalam hati lagi!” bidiknya yang semakin menjadi, membuat Azka kehilangan kenyamanannya berhadapan dengan Alea.


Azka mengalihkan pandangannya dari Alea, sehingga membuat Alea sedikit berpikir dengan apa yang Azka katakan.


‘Benar juga apa yang dia bilang,’ batin Alea, yang merasa sangat bodoh sudah melakukan itu.


Namun, yang namanya Alea tetap saja tidak ingin terlihat salah di hadapan Azka. Ia malah mengedarkan pandangannya ke arah gerbang sekolah, dan sama sekali tidak melihat keberadaan Arga yang ia tunggu.

__ADS_1


‘Arga ke mana, sih?’ batin Alea, yang merasa kebingungan karena tidak mendapati Arga di tempat yang mereka janjikan.


Azka bingung, karena Alea sama sekali tidak mengatakan apa pun sejak tadi. Ia pun memandang ke arah Alea dengan bingung. Ia menyadari, bahwa saat ini Alea terlihat sedang mencari-cari keberadaan seseorang. Azka merasa kalau Alea sedang mencari keberadaan lelaki bajingan itu.


‘Pasti dia cari lelaki bajingan itu,’ batin Azka, yang feeling-nya terasa kuat saat ini.


“Kau lagi cari siapa?” tanya Azka, sontak membuat Alea menoleh ke arahnya dan memandangnya dengan tatapan sinis.


“Apa urusannya sama kamu? Kita kenal aja enggak, kok!” ketus Alea, membuat Azka terkekeh karenanya.


“Ya sudah, kalau gitu ... kenalan, dong!” ujar Azka, sontak membuat Alea terkejut mendengarnya.


Baru kali ini, ada lelaki yang sangat aneh bagi Alea. Menurutnya, sosok Azka ini sangat out of the box. Pemikirannya tidak bisa ia tebak, seperti kebanyakan lelaki yang sering ia jumpai.

__ADS_1


__ADS_2