Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Siasat Buruk Arga 2


__ADS_3

Keadaan berjalan normal, setidaknya sampai Alea diberikan sebuah minuman oleh Arga. Alea terlihat meminum minuman yang diberikan Arga, dengan Azka yang hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan.


Arga memperhatikan Alea yang sedang meminum minuman tersebut, dan tak sadar ia menyunggingkan satu senyuman ketika melihatnya menghabiskannya.


Hal itu rupanya tertangkap oleh Azka, yang benar-benar sangat memperhatikan respon dari Arga. Azka menjadi bertambah yakin, kalau memang ada sesuatu yang Arga rencanakan untuk Alea.


‘Arga sialan!’ batin Azka, yang ingin sekali menghajar Arga saat ini juga, tetapi ia tertahan oleh keadaan yang sangat ramai.


Alea menyodorkan kembali gelas yang sudah kosong itu ke arah Arga, dengan Arga yang spontan menyongsong gelas tersebut. Arga pun tersenyum, sehingga Alea juga melontarkan senyuman ke arahnya.


“Minumannya enak?” tanya Arga, yang ingin mengetahui respon dari Alea.


Alea yang tidak ingin Arga tahu mengenai hal ini, hanya bisa tersenyum dan mengangguk kecil saja merespon Arga.


Tak ingin banyak pertanyaan, Arga pun segera meletakkan dua gelas yang ia pegang ke meja yang berada tak jauh dari hadapannya. Ia segera kembali ke arah Alea, untuk mengetahui hasil dari perbuatan yang ia lakukan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Alea terlihat memegang kepalanya membuat Azka mendelik kaget karenanya. Benar saja dugaan Azka, bahwa Arga memiliki niatan buruk pada Alea, dengan memberikan minuman yang tidak jelas itu.


‘Benar saja! Dasar lelaki bajingan!’ batin Azka, yang tak terima dengan apa yang dilakukan Arga padanya.


Alea terlihat sudah tidak sadarkan diri, dan kepalanya langsung bersandar pada dada Arga. Tak ingin panik, Arga malah menyunggingkan senyumannya, karena ia berhasil membuat Alea tak sadarkan diri.


“Akhirnya, aku bisa juga memiliki kamu seutuhnya,” gumam Arga, yang memang sudah merencanakan ini sejak lama.


Arga sudah merencanakan ini saat menghadiri acara party temannya sebelumnya, tetapi gagal karena Alea yang tidak boleh terlalu lama di luar rumah. Hal itu membuatnya menahan diri, sampai tiba pada saat yang seperti ini. Saat-saat yang dinanti pun tiba.


“Heh Arga!” pekiknya, sontak membuat Arga mendelik kaget karena kedatangan Azka di sana.


‘Kenapa ada lelaki ini di sini?’ batin Arga, yang merasa sangat kaget dengan kehadiran Azka di sini.


Walaupun sudah memakai topeng, tetapi wajah dan suara Azka yang familiar itu sangat dikenal oleh Arga.

__ADS_1


“Ngapain lo di sini?” tanya Arga sinis, sontak membuat Azka tersulut amarahnya.


“Ada juga gue nanya. Ngapain lo di sini, sama Alea?” tanya balik Azka dengan sinis, membuat Arga kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan.


“Gue di sini sama Alea, karena buat ngehadirin party! Nah lo, ngapain di sini? Emangnya lo diundang sama Martin?” ujar Arga yang agak ragu mengatakannya, tetapi karena melihat reaksi Azka yang sepertinya ketakutan, ia jadi agak tenang setelahnya.


‘Dasar sialan! Bisa-bisanya dia nanya gitu,’ batin Azka, yang merasa tidak bisa menjawab ucapan Arga.


Mendengar ada keributan, sang pemilik acara pun datang ke arah mereka yang sedang cekcok satu sama lain.


Martin memandang bingung ke arah mereka, “Ada apa ini?” tanyanya.


Arga menyadari kedatangan Martin, dan berusaha untuk mencuci tangan pada situasi seperti ini.


“Ada penyusup masuk!” ujar Arga, sontak membuat semua orang yang mendengarnya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2