Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Tak Berpikir Panjang


__ADS_3

Azka yang kesal, segera mengeluarkan handphone yang ia miliki untuk memberi tahu rekaman itu pada Arga.


“Lo lihat nih!” bentak Azka sembari menunjukkan rekaman itu pada handphone-nya.


Arga sangat kaget saat ia melihat rekamannya. Ia tak menyangka, kalau Azka sampai bisa berpikiran untuk merekam semua hal yang ia dan Azura lakukan tadi.


“Apa?!” gumam Arga, yang tak percaya dengan apa yang Azka lakukan.


Satu poin kemenangan untuk Azka, yang tidak bisa Arga hindari. Kini, Arga hanya bisa diam sembari menahan rasa takutnya terhadap Azka.


“Gue gak akan segan untuk kasih tahu rekaman ini ke Alea! Biar mampus sekalian!” ancam Azka, sontak membuat Arga kesal sembari tetap ketakutan.


Arga pun bangkit di hadapannya, “Hapus rekaman itu sekarang juga, bocah sialan!” suruh Arga, dengan nada yang membentak, tetapi Azka tak sebodoh itu mau menurutinya.


“Memangnya gue bodoh? Gue gak sebodoh yang lo pikirin!” ujar Azka, yang tidak dengan mudahnya menuruti apa yang Arga perintahkan.

__ADS_1


Hal itu semakin membuat Arga bertambah panik dan kesal.


“Jangan macem-macem deh lo! Sekarang, hapus rekaman itu! Kalau enggak--”


“Kalau enggak kenapa? Loe mau ngancem gue?” pangkas Azka, yang sama sekali tidak merasa takut dengan apa yang diancamkan Arga padanya.


Melihat kondisi dan keadaan Azka yang seperti itu, Arga merasa ancamannya tidak ada pengaruhnya sama sekali untuk Azka. Semakin ia mengancamnya, semakin Azka juga merasa berani terhadap dirinya. Hal itu yang membuat Arga menjadi geram.


“Lo pikir-pikir dulu apa yang udah gue kasih tahu ke lo tadi, tentang masalah hubungan lo dengan Alea! Jangan sampai lo nyesel!” ujar Azka, yang tak menghiraukannya panjang lebar.


Azka segera meninggalkan Arga, karena ia merasa sudah tidak ingin membahas apa pun dengan Arga.


“Azka sialan!!” gumam Arga, yang merasa sudah tidak bisa menahan amarahnya.


Arga menoleh keadaan sekitar, dan tak sengaja menemukan sebuah balik kayu yang berada tak jauh dari hadapannya. Karena mereka sudah kepalang kesal, ia langsung mengambil balok kayu itu dan tanpa berpikir panjang langsung berlarian untuk menyerang Azka dari belakang.

__ADS_1


“Bocah sialan!” teriak Arga sembari berlarian ke arah Azka, spontan membuat Azka mendelik kaget karenanya.


BUAK!


Belum sempat berbalik melihat keadaan, Azka sudah jatuh terkapar dengan kepalanya yang berdarah akibat terkena pukulan balok kayu tersebut. Ia merasa sakit di kepalanya sangat tidak beraturan, sehingga membuatnya kesulitan melihat keadaan.


“Argh!!” teriak Azka, yang sudah merasa kesakitan karena pukulan itu.


Azka merasakan seperti ada cairan kental pada tangannya. Ia segera melihat ke arah telapak tangannya, yang sebelumnya ia gunakan untuk menahan sakit pada bagian kepalanya yang terbentur balok kayu.


Matanya mendelik, betapa kagetnya ia ketika melihat kepalanya yang sudah berlumuran dengan darah kental yang segar. Tak hanya Azka, Arga pun sampai tidak bisa berbuat apa pun lagi saat ini.


TAS!


Balok kayu yang Arga pegang pada tangannya, tak sengaja terlepas dari pegangannya. Ia tak menyangka, kalau sesuatu yang ia lakukan pada Azka, terlalu keterlaluan ia lakukan.

__ADS_1


“Hah?!” gumam Arga ketakutan.


Karena merasa ketakutan melihat kondisi Azka saat ini, Arga pun segera melarikan diri dari sana agar tidak ada yang melihatnya dengan jelas karena sudah melukai Azka dengan sengaja.


__ADS_2