Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Membuatnya Menyerahkan Diri


__ADS_3

“Jangan macam-macam kalian?!” bentak Alea, yang tidak bisa berkata apa pun lagi selain mengancam mereka.


Mereka tentu saja tidak memedulikan apa pun yang Alea


katakan. Yang mereka tahu, adalah menjalankan tugas mereka, untuk mengakhiri


hidup Alea.


“Jangan munafik kau, pelacur! Kau sudah memberikan semua yang kau miliki pada lelaki yang sudah beristri. Apa salahnya jika kami juga ikut merasakannya?” ujarnya, sontak membuat Alea geram karenanya.


Ingin sekali ia menampar mulut lancang lelaki busuk itu, tetapi apalah daya ... tangannya terikat dengan kuat oleh tali yang sudah mereka ikatkan pada tangannya.


“Kau terlalu banyak bicara, kapan kita mulai?” tegur teman sebelahnya, yang ternyata sudah menunggu saat-saat ini sejak tadi.


Tangannya meraba ke area dada Alea, sontak membuat mata Alea mendelik kaget karena mendapatkan perlakuan seperti itu darinya. Sekujur tubuh Alea seakan merinding, akibat sentuhan yang diberikan oleh lelaki hidung belang itu.

__ADS_1


“Tidak! Tolong!!” teriak Alea, yang benar-benar tidak bisa menerima semua yang mereka lakukan padanya.


Walaupun Alea sudah memberikan semua yang ia miliki, tetapi ia sama sekali tidak bisa memberikannya kepada sembarangan orang. Ia hanya memberikannya kepada satu lelaki, yaitu Arga.


Tak hanya orang itu, para temannya juga berusaha untuk meraba tubuh Alea yang menggoda. Mereka mencoba mempermainkan Alea, dengan Alea yang terus-menerus menjerit dengan derai air mata yang terus mengalir pada pelupuk mataya. Walaupun Alea terus berteriak, bahkan sampai memohon untuk dilepaskan, mereka sama sekali tidak mendengarkannya.


Mereka berhasil membuka satu per satu kancing kemeja Alea, membuat dua gundukan kenyal terlihat dengan jelasnya di hadapan mereka. Hawa nafsu seakan muncul, akibat besarnya ukuran gundukan yang Alea miliki.


“Pemandangan yang sangat menggoda,” gumam salah seorang di antara mereka yang sudah sangat menantikan hal ini.


“Sepertinya akan sulit untuk mencoba wanita ini.”


“Kenapa tidak membiarkan ia menyerahkan dirinya sendiri saja?” usul temannya, membuat ketua genk itu memandang bingung ke arahnya.


“Apa yang kau maksud?” tanyanya.

__ADS_1


“Beri dia obat perangsang!!” jawabnya, sontak membuat Alea merasa sangat kaget mendengarnya.


“Tidak!! Lebih baik, kalian bunuh aku sekarang! Jangan sampai tangan kotor kalian menyentuhku!” teriak Alea yang sudah tidak sanggup lagi untuk menerimanya.


Alea lebih memilih untuk mati, dibandingkan menyerahkan harga diri terakhirnya kepada mereka. Ia sama sekali tidak sudi, karena ia tidak bisa melakukan hal itu dengan sembarangan orang. Bahkan di hidupnya, hanya Arga saja yang pernah mencicipi tubuhnya.


“Ide yang bagus! Cepat ambil!”


Seorang yang memberikan usul itu lekas mengambil obat yang ia usulkan. Kemudian, ia memberikannya kepada sang ketua.


Orang itu menyunggingkan senyumannya di hadapan Alea, sontak membuat Alea semakin merinding melihatnya.


“Jangan lakukan itu!” teriak Alea, orang itu segera mencekoki Alea obat tersebut secara paksa.


Ia sama sekali tidak memedulikan Alea, dan segera memberikan obat itu pada Alea. Alea sebisa mungkin tidak ingin menelannya, bahkan ia ingin memuntahkannya. Namun, preman itu sama sekali tidak melepaskan tangannya dari mulutnya, dan terus menggoyangkan pipi Alea sehingga sedikit banyaknya obat itu tertelan oleh Alea.

__ADS_1


UHUK!


__ADS_2