
Perlahan, Arga melangkah masuk ke dalam gedung itu, dan di sana ternyata sudah terlihat Azura yang sudah memandangnya dengan sinis, sembari melipat kedua tangannya.
“Ada apa, sayang?” tanya Arga, sembari tetap melangkah menuju ke arah Azura yang ada di hadapannya.
Arga merengkuh tubuh Azura, sesaat ketika ia berhasil sampai di hadapannya.
Azura masih tidak bergeming, dan masih dalam keadaan yang sama, yang sinis memandang ke arah Arga.
“Ada hal yang harus dibicarakan?” tanya Arga, yang masih terlalu polos untuk mengetahui kebenarannya.
Mata Azura memandang semakin sinis ke arah Arga, “Putusin Alea sekarang!” bentaknya, sontak membuat Arga mendelik kaget mendengarnya.
Arga menggelengkan kecil kepalanya, tak mengerti dengan apa yang ia katakan.
__ADS_1
“Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba aja kamu minta aku buat putusin dia? Memangnya, dia salah apa?” tanya Arga, yang sepertinya sangat berat untuk mengakhiri hubungan bersama dengan Alea.
Matanya mendadak menyipit, “Dia salah apa? Dia udah ngerebut semua yang aku punya!” ujar Azura, membuat Arga merasa sangat resah mendengarnya.
“Aku gak merasa direbut sama dia. Aku masih punya kamu,” sanggah Arga, membuat Azura sangat malas mendengar alasannya.
“Bulshit! Jangan ngomong sesuatu yang gak penting!” bentak Azura, yang sama sekali tidak memedulikan apa yang Arga bicarakan.
Suasana nampak tegang, karena rasa emosi Azura yang sampai menutup keadaan yang ada.
“Aku janji, ini hanya demi sponsor basket aja! Kamu tahu, ‘kan? Sponsor tim basket aku itu sebagian besar karena donasi Ayah Alea?” ujar Arga, yang sebisa mungkin memberikan alasan untuk Azura agar bisa menerima kenyataan yang ada.
“Kalau hanya sponsorship, aku juga bisa minta Ayah untuk kirim lebih banyak sponsor untuk tim basket kamu!” Nadanya kian meninggi, seakan tidak ingin kalah dari yang namanya Alea.
__ADS_1
Tentu saja bukan hanya itu yang Arga inginkan dari Alea. Selain sponsorship dan pembiayaan tim basketnya, ia juga menginginkan tubuh Alea yang sangat menawan baginya.
Siapa lelaki di sekolah ini, yang tidak menyukai Alea? Bahkan Azka pun terlihat sangat menyukai Alea, sampai rela melindungi Alea seperti itu.
Namun, Arga berupaya untuk mengelabui keduanya. Ia ingin mendapatkan Alea karena kecantikannya dan keperawanannya, sementara ia ingin mendapatkan Azura juga, karena keserakahan dan ketamakan keluarganya dalam masalah harta dan juga bisnis.
Keluarga mereka menjalin hubungan baik, sehingga membuat Arga harus menerima tawaran untuk menjadi calon suami dari Azura.
Tidak ada yang harus dipusingkan dari perjodohan itu, terlebih lagi Azura adalah gadis yang sangat menawan setelah Alea.
Kecantikan, harta, tahta, tubuh, keahlian, tak ada yang Azura tidak miliki. Hanya saja, Arga yang tidak pernah puas dalam masalah wanita, membuatnya ingin terus memiliki hasrat bersama dengan wanita lain selain Azura.
Arga menyentuh wajah Azura dengan lembut, “Sayang, hanya sampai lulus sekolah. Setelahnya, kita bisa mewujudkan pernikahan kita bersama. Aku dan dia gak ada hubungan yang spesial, selain sponsorship. Kami juga gak pernah melakukan hal apa pun di luar itu. Selain di sekolah, kami gak pernah bertemu satu sama lain,” ujar Arga menjelaskan, membuat Azura berpikir keras untuk menerimanya.
__ADS_1
Memang, setiap hari setelah pulang sekolah, mereka selalu menghabiskan malam bersama. Dalam 1 tahun ke belakang ini, sangat jarang Arga tidak terlihat bersama dengan Azura.
Hal itu membuat Azura sedikit yakin dengan apa yang Arga jelaskan.