Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Bimbang Dengan Keadaan


__ADS_3

Azka memandang ke arah Alea pergi, karena ia merasa sangat aneh dengan gadis yang baru saja ia hadapi itu. Ia sampai menggelengkan kepalanya, saking tidak mengerti bagaimana cara bersikap kepada gadis itu.


‘Ada-ada saja! Baru hari pertama masuk sekolah, aku sudah bertemu gadis macam itu!’ batin Azka, yang merasa sedikit kesal dengan keadaan yang menimpa dirinya.


Azka pun pergi ke arah ruangan yang ingin ia tuju, dan segera memulai pembelajaran yang ada.


Dari situlah, awal pertama perkenalan mereka. Setelah bertemu dengan Alea di koridor tadi, Azka menjadi terus memikirkan sosok gadis bernama Alea itu.


Menurutnya, sangat aneh karena ia bisa bertemu dengan gadis seperti Alea. Namun, tidak ada salahnya jika ia menerimanya dengan senang hati. Lagipula, tujuan Azka bersekolah bukan untuk mencari permusuhan melainkan ingin benar-benar belajar di sana.


Saat jam istirahat tiba, Azka mulai melangkah menuju ke arah koridor tempat mereka bersenggolan pagi tadi. Ia ingin sekali melihat gadis itu sekali lagi, karena ia ingin meminta maaf dengan benar kepada Alea. Azka menyadari, bahwa mungkin saja ada sikap dirinya yang membuat Alea sampai kesal padanya.

__ADS_1


Pandangan Azka terhenti, ketika ia melihat gadis yang sedang ia cari. Namun, ia mendadak bingung, karena gadis yang ia maksud itu ternyata sedang memerhatikan ke arah lapangan.


Dengan tatapan mengintai, Azka pun memandang ke arah lapangan dan ke sisi yang sama persis dengan yang sedang Alea pandang.


Ternyata, Alea sedang memerhatikan sosok lelaki yang terlihat sangat keren di mata Azka. Tubuhnya sangat atletis, sampai-sampai ia merasa minder saat melihat lelaki yang sedang Alea pandangi.


‘Dia sedang memandangi siapa?’ batin Azka, yang merasa sangat asing dengan lelaki yang sedang Alea pandang.


Walaupun Azka sedang kebingungan, tetapi ia sama sekali tidak berkecil hati. Ia malah semakin penasaran, dengan hubungan antara Alea dengan lelaki yang ia perhatikan itu.


Orang pertama, dan wanita pertama yang Azka temui di sekolah ini adalah Alea. Ia ingin sekali menjadi dekat dengan Alea, terlebih lagi dengan kesalahan yang ia lakukan pada Alea, yang mungkin saja sudah membuat Alea tidak senang padanya.

__ADS_1


Alea menepuk tangannya dengan sangat riang, ketika lelaki yang ia pandangi berhasil mencetak angka dan memasukkan bola basket ke dalam ring. Ia merasa sangat senang, karena lagi-lagi lelaki impiannya terlihat keren di matanya.


“Yes! Go Arga!!” teriak Alea, yang sangat senang dengan kemenangan yang tim Arga peroleh.


Azka semakin memandangnya dengan lekat, ‘Jadi namanya Arga.’


Ya! Lelaki itu bernama Arga.


Lelaki yang sangat Alea cintai, tetapi Alea sama sekali tidak bisa mengutarakan perasaan yang ada di hatinya untuk Arga. Ia merasa kalau harga dirinya jauh lebih tinggi, daripada perasaannya terhadap Arga.


Tak lama waktu berselang, permainan pun berakhir. Arga melangkah menuju ke arah Alea, sementara Alea sudah bersiap di pinggir lapangan untuk memberikan sebuah handuk kecil dan juga sebotol air mineral untuknya.

__ADS_1


“Akhirnya menang lagi!” gumam Alea yang sangat senang, ketika Arga sudah berhasil menghampiri ke hadapannya.


“Memang tim aku selalu menang. Gak ada sejarahnya timku akan kalah!” ujar Arga, yang terdengar sangat percaya diri dan optimis.


__ADS_2