Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Misi Arga Dalam Membalikkan Keadaan


__ADS_3

Arga memiliki misi, agar Alea tidak sampai membalikkan keadaan, dan membuat dirinya seakan tidak bersalah pada keadaan ini.


“Aku udah muak deh dengar penjelasan dari kamu! Gak cuma sekali, tapi sering aku lihat kamu sama si bocah sialan itu! Aku gak suka, tapi kamu selalu lakuin semua itu! Aku udah maafin semuanya, tapi kamu lagi-lagi ketemu sama dia! Bahkan waktu kita ke party teman aku, dia sampai ikutin kita dan masuk ngacak-acak party!” teriak Arga, yang sudah tidak ingin menahan dirinya lagi.


Keadaan dan suasana yang mendukung di sini, menjadi sarana untuk meluapkan semua kekesalan yang ada di dalam hati Arga pada Alea.


Mendengar semua yang Arga katakan, Alea merasa sangat kaget tentang Azka yang ternyata mengikuti mereka sampai ke pesta ulang tahun teman dari Arga itu.


“Apa?! Azka ke sana waktu itu?!” pekik Alea, yang merasa sangat kaget dengan apa yang ia dengar ini dari Arga.


“Ya, kenapa sih? Ada hubungan apa kamu sama dia? Sampai dia ikut ke mana aja kamu pergi?!” bidik Arga, semakin menyalahkan Alea atas apa yang Azka lakukan.


Alea menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti dengan apa yang Arga bicarakan, “Aku gak tahu, Ga! Aku gak tau kenapa dia begitu!” ujarnya, yang berusaha untuk menjelaskan hal yang ia ketahui.


“Ah, gak usah bohong! Lagian, kamu kenal di mana sih dia? Dia bukannya anak baru, ya?”


“Iya, dia anak baru. Aku gak kenal dia, tapi waktu hari pertama sekolah, dia tuh nabrak aku dan akhirnya dia minta maaf dengan cara ngasih cokelat ke aku waktu itu. Kamu lihat, ‘kan? Aku juga gak ngambil cokelat yang dia kasih!” ujar Alea, berusaha untuk membela dirinya sekali lagi di hadapan Arga.


Arga masih tidak percaya dengan apa yang Alea katakan. Ia hanya bisa memalingkan wajahnya dari Alea, yang saat ini sedang berharap dan juga sedang merasa cemas dengan hubungannya dengan Arga.


Alea menggenggam tangan Arga dengan lembut, “Tolong, jangan sampai hubungan kita berantakan, ya? Aku mohon, aku gak bisa jauh dari kamu. Aku sayang banget sama kamu. Aku gak mau pisah dari kamu ....”


Arga yang mendengar permohonan Alea itu, memanfaatkan hal tersebut dengan maksud terselubung yang ia miliki. Karena hasratnya bersama dengan Azura masih tertahan, ia memanfaatkan kesempatan ini bersama dengan Alea.


Alea kembali membuat Arga memandang ke arahnya, “Please, kita perbaikin lagi ya hubungan kita. Jangan ada kata perpisahan, aku gak akan mau pisah sama kamu, Ga.”


Alea meminta kembali untuk memperbaiki hubungan mereka. Karena Arga memiliki maksud terselubung, ia pun menyetujuinya dengan satu syarat yang harus dipenuhi Alea.


“Boleh aja, sih! Kita gak jadi putus.”


Mendengar ucapan Arga, muncul sebuah harapan yang membuat Alea merasa sangat senang dan bahagia. Wajahnya berbinar, membuat Arga segera mematahkan harapan yang dimiliki Alea.


“Kita gak jadi putus, kalau kamu bisa Menuhin syarat yang aku kasih!” ujar Arga, sontak membuat senyuman Alea menjadi luntur.


“Syarat?”


“Ya, syarat! Kalau kamu bisa jalanin semuanya, kita gak akan jadi putus.”


Alea memikirkan tentang hal itu, karena ia tidak menyangka kalau Arga akan memberikan sebuah syarat padanya. Namun, karena rasa cintanya pada Arga, ia merasa sangat menghormatinya.

__ADS_1


“Apa syaratnya?”


Arga menyunggingkan senyumannya, ‘Dasar cewek bodoh!’ batinnya.


“Syaratnya, pertama mulai sekarang kita harus berjaga jarak satu sama lain. Kamu juga gak boleh ngekang aku buat jalan sama cewek lain!” ujar Arga, sontak membuat Alea terkejut mendengarnya.


Alea merasa tidak bisa menerimanya, “Apa?! Kenapa gitu? Kamu kok ngasih persyaratan yang gak bisa aku terima, sih?!” bentak Alea, membuat Arga memalingkan wajahnya darinya.


“Lho kenapa? Kamu juga deket sama si Azka! Kenapa aku gak boleh deket sama cewek lain?” ketus Arga, membuat Alea merasa sangat kesal mendengarnya.


“Kamu kan tahu, aku gak ada apa-apa sama Azka!!”


“Aku juga gak ada apa-apa sama wanita lain? Lagian, aku gak deket sama wanita lain selain kamu. Aku cuma ngasih tau, kalau aku lagi jalan sama cewek lain, kamu jangan marah. Aku juga sama seperti kamu, punya banyak teman wanita,” ujar Arga, yang membuat Alea sedikit mengerti dengan apa yang Arga katakan.


‘Bener juga kata Arga. Dia juga punya temen cewek, dan selama ini aku gak pernah ngeliat dia jalan sama cewek lain di sekolah,’ batin Alea, yang merasa pemikirannya sudah terbuka.


“Aku sih gak maksa, kalau kamu gak mau nurutin dua syarat yang aku kasih ke kamu! Aku juga gak akan maksa yang bukan-bukan ke kamu!” ujar Arga, yang berusaha untuk mengulur perasaan Alea.


Di sini, Alea menjadi sangat bimbang karenanya. Karena Alea yang sudah kehilangan keperawanannya, ia menjadi labil dengan mempertimbangkan hal yang besar itu.


Alea berpikir sejenak, untuk mengambil keputusan yang akan ia jalani setelahnya.


Arga melihat dan memperhatikan wajah dan gerak-gerik Alea. Ia menyunggingkan senyumannya di hadapan Alea, yang saat ini sedang berpikir dengan keras mengenai persyaratan Arga.


‘Bagaimana ini?’ batin Alea, yang bingung dengan apa yang harus ia ambil.


“Kalau gak bisa ya gak apa-apa. Obrolan kita, cukup sampai di sini.”


Arga pun melangkah pergi menjauhi Alea, membuat Alea terkejut dan langsung menarik tangan Arga.


“Aku mau!!” teriak Alea, membuat Arga menghentikan langkahnya sejenak.


Senyumannya menyungging di wajahnya, ‘Kena!’ batin Arga, yang lalu berusaha untuk membuat wajahnya biasa saja di hadapan Alea.


Arga membalikkan tubuhnya ke arah Alea, “Bagus, aku sama sekali gak maksa kamu. Jadi, jangan bilang macem-macem sama orang lain, kalau kamu ditanya apa pun sama mereka. Apalagi sama temen-temen kamu,” ujar Arga yang berusaha untuk memperingati Alea.


Akhirnya, Alea pun rela melakukan semua yang Arga pinta. Kemenangan berada pada pihak Arga, membuat Alea merasa sangat terdesak saat ini.


Karena Alea sudah menerima semua yang ia inginkan, Arga pun mendekat ke arah Alea untuk sekadar memberikan kesan manis pada Alea, sebagai tanda berbaikannya mereka.

__ADS_1


“Aku suka kamu yang penurut seperti ini,” gumam Arga, sembari membelai lembut wajah Alea.


Alea yang sudah sangat menyukai Arga, hanya bisa pasrah ketika Arga menyentuh area wajahnya sampai membuat tubuhnya sedikit bergetar. Karena mereka berada di tempat yang sepi, membuat suasana di sekitar mereka mendadak menjadi aneh.


‘Kenapa tatapan Arga jadi kayak gini, ya?’ batin Alea yang merasa sangat aneh dengan tatapan yang Arga lontarkan padanya.


Arga terus memberikan kode dan sinyal nafsunya pada Alea, tetapi Alea sama sekali tidak merespon apa yang Arga berikan padanya.


“Boleh gak, kita ... melepaskan rindu sejenak sebelum kembali ke kelas?” tanya Arga, sembari merapikan rambut Alea yang hampir menutupi area matanya.


Ternyata, Arga sedang meminta sinyal pada Alea. Alea yang sama sekali tidak tahu akan hal itu, hanya bisa terkejut dengan dada yang terus berdebar.


‘Dia mau ngelakuin itu di sini?’ batin Alea yang merasa sangat terganggu dengan apa yang Arga inginkan.


Dengan keberaniannya, Alea pun menatap mata Arga dengan dalam.


“Di sini?” tanyanya dengan nada yang bergetar, Arga mengangguk kecil mendengar pertanyaan bodoh dari Alea.


Yang namanya nafsu, tentu tidak bisa ditahan sesuka hati. Kebetulan sekali, nafsunya terhalang karena Azka, sehingga ia belum puas menumpahkannya bersama dengan Azura. Ketika ada kesempatan semacam ini, Arga sama sekali tidak akan membuangnya dengan sia-sia.


“Ya, di sini!”


Alea melirik ke arah sekitarnya, “Di tempat yang seram begini?” tanyanya lagi, membuat Arga merasa sedikit terganggu dengan pertanyaannya.


Alea sangat ragu melakukan hal itu bersama dengan Arga, karena saat ini mereka sedang berada di sekitar area sekolah. Walaupun jauh dari kelas mereka, tetapi itu masih bagian dari sekolah mereka. Bisa saja sewaktu-waktu ada orang yang akan datang untuk memeriksa keadaan gedung tua ini.


Arga menggenggam tangan Alea dengan erat, “Ayolah, gak ada orang di sini. Cuma ada kita berdua, dan mungkin gak akan ada orang yang lewat ke sini.” Arga berusaha meyakinkan Alea, untuk melakukannya di tempat ini.


Namun, karena Alea sangat tidak menyukai tempat ini, Alea tetap menolak ajakan Arga untuk melakukan hal terlarang di sana.


“Maaf, Ga. Aku gak bisa di sini,” tolaknya, membuat Arga menjadi sangat kesal karena mendengar hal itu dari Alea.


“Ah, ya udah kalau kamu gak mau! Jangan buang-buang waktu aku!” bentak Arga, yang lalu langsung meninggalkannya di sana.


Karena takut Arga marah, Alea pun lekas menahannya, “Jangan pergi! Oke, aku mau!” ucapnya yang langsung menyetujui permintaan Arga.


Arga menyunggingkan senyumannya dan melangsungkan niat buruknya kepada Alea. Ia membalikkan tubuhnya, dan langsung memeluk Alea dengan sangat erat.


‘Akhirnya, aku bisa merasakan tubuhmu lagi,’ batin Arga, yang merasa sangat senang saat ini.

__ADS_1


__ADS_2