Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Kejadian Yang Tidak Baik 2


__ADS_3

Karena sudah merasa seperti orang idiot, Azka pun menghela napasnya dengan panjang, karena ia ternyata sudah ikut campur terlalu dalam dengan masalah yang Arga dan Alea hadapi.


Azka merasa dirinya hanya sia-sia belaka, dan tidak harus melakukan hal seperti ini.


“Biarkan saja! Aku pun tidak rugi, seandainya gadis itu tidak menginginkannya! Siapa aku di matanya?” gumam Azka, yang mulai sudah tidak peduli dengan hal yang menimpa Alea.


Karena merasa sudah tidak ada perlu lagi di tempat ini, Azka pun segera melangkah menuju ke arah motornya kemudian pergi dari sana dengan keadaan yang kesal.


Kesal yang dimaksud adalah kesal dengan dirinya sendiri, karena sudah terlalu ikut campur dengan permasalahan orang lain.


Arga sudah berhasil membawa Alea ke dalam sebuah kamar, yang memang dipersiapkan khusus untuk pasangan yang ingin bercinta. Konsep pesta seperti ini, memang sering dijumpai pada circle pertemanan Arga. Mereka sudah terbiasa melakukan hal semacam ini.

__ADS_1


Perlahan, Arga membaringkan tubuh Alea di atas ranjang yang tersedia. Di sana, Arga memandang tubuh montok Alea lebih dulu, dan mencoba untuk memenuhi hasrat fetis yang ia miliki.


“Oh ... ternyata gadis ini punya sesuatu yang tidak dimiliki gadis lain!” gumam Arga, yang merasa sangat senang bisa bersama dengan Alea.


Pilihannya tepat, karena selain Alea yang bodoh karena terlalu mencintainya, Alea juga memiliki tubuh yang memesona dan juga paras yang menawan. Jarang sekali ia menemukan gadis seperti ini.


Tanpa basa-basi, Arga pun memulai niat bejatnya pada Alea. Perlahan, ia melepaskan topeng yang masih Alea pakai. Ia juga melepas topeng yang ia kenakan.


Azka mulai menanggalkan kemeja sekolah yang Alea kenakan, dan terlihat bongkahan payudara yang terlihat sangat kenyal, yang masih terselimuti oleh bra yang ia kenakan.


Perlahan, ia membuka pengait bra yang dipakai Alea, sehingga membuat dua gundukan kenyal itu terlepas dari sangkarnya. Ia juga menaikkan rok yang dipakai Alea, dan segera menarik celana pendek yang Alea kenakan.

__ADS_1


Di sana, sudah terlihat benda yang sangat mengagumkan. Benda itu terlihat berwarna merah muda, dan sepertinya belum terjamah oleh siapa pun.


“Ini yang aku suka, dia masih virgin!” gumam Arga, yang sudah sangat sulit menemukan gadis yang masih virgin, di era zaman saat ini.


Sudah banyak gadis yang ia coba sebelumnya, tetapi baru kali ini ia hendak mencoba gadis yang masih belum terjamah seperti Alea.


Arga memulai hasratnya, dengan mengulum pelan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan. Karena kenikmatannya tersebut, Alea yang sedang tak sadarkan diri, tiba-tiba saja mengerang dengan ******* yang cukup kuat, karena ia yang merasakan hal yang sama sekali belum pernah ia rasakan.


Matanya masih terpejam, tetapi ia sudah bisa merasakan hal yang sangat menyenangkan baginya. Berat sekali Alea untuk membuka matanya, karena memang efek obat tidur yang Arga berikan terlalu banyak dari yang seharusnya ia berikan.


Di perjalanan menuju ke arah rumahnya, Azka merasa ada hal yang tidak biasa yang ia rasakan. Seperti sebuah firasat yang tidak menyenangkan. Hatinya selalu teringat dengan Alea.

__ADS_1


Walaupun Azka tidak melihat mereka, tetapi ia dapat memastikan kalau sudah terjadi sesuatu yang tidak baik dengan Alea saat ini.


***


__ADS_2