
Perlahan, Arga menyingkirkan bahan yang masih menempel pada kulit bagian inti dari Azura. Hal itu membuatnya bisa dengan mudahnya melihat sebuah harta yang Azura miliki.
Tak butuh basa-basi, Arga sudah berhasil menyatukan dirinya dan juga diri Azura. Hal itu ternyata sedikit membuat Azura terkejut, karena Arga yang melakukan itu tanpa aba-aba lagi.
“Jangan begitu! Aku butuh penyesuaian!” bentak Azura yang sedikit mengalami rasa kaget, tetapi Arga tak memedulikannya.
Arga sudah terlalu mabuk, sehingga tidak bisa berpikir dengan otaknya yang sudah tidak jernih lagi.
Namun, di tengah itu, Arga teringat dengan suatu hal.
“Apa kamu sudah memakan pil itu?” tanya Arga, yang memang belum siap untuk mendapatkan keturunan dari rahim Azura.
Azura yang sudah paham, hanya bisa mengangguk karena masih merasakan rasa terkejut dengan yang Arga lakukan sebelum ini.
__ADS_1
Melihat gesture Azura, Arga pun menjadi sangat yakin dan percaya diri untuk melakukan hal yang lebih dari apa yang Azura bayangkan.
Hal itu yang membuat Azura sangat mencintai Arga, dan tidak peduli dengan apa pun yang terjadi. Kepuasan yang ia dapatkan dari permainan Arga selama ini, sudah cukup membuat Azura kehilangan akal sehatnya, dan bisa terus menerima Arga di sisinya.
Perjodohan bisnis oleh keluarganya hanyalah tameng, di luar rasa cintanya kepada Arga. Ia sangat mencintai Arga, karena Arga memiliki sesuatu yang ia butuhkan. Yaitu, permasalahan yang menyankut tentang ***.
Mereka adalah pemuda yang sangat haus akan sentuhan, sehingga merasa nyaman dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
Berbagai macam gaya sudah pernah mereka coba, bahkan setiap ada kesempatan, jiwa muda mereka bergejolak ingin mencoba dan mencari kesenangan mereka dengan berbagai cara lainnya.
Tidak ada yang membimbing mereka dalam masalah ini, sehingga membuat mereka melakukan hal yang seenak hati mereka saja.
Jika mereka merasakan kesenangan dan kebahagiaan setelah melakukannya, mereka akan terus melakukan hal itu sampai mereka mendapatkan kesenangan dan kepuasannya sendiri.
__ADS_1
Mereka melanjutkan aktivitas itu, dan tanpa sadar seseorang yang ternyata adalah Azka, ternyata sudah merekam aksi mereka sejak tadi dari luar jendela.
Kali ini, bahkan ia merekamnya sampai mereka melakukan aktivitas terlarang itu.
Azka menghela napasnya dengan berat, karena ia ternyata harus melihat adegan yang tidak bisa diterima oleh matanya.
‘Bukan ngeliat di video panas, tapi langsung dipraktikkan sama ahlinya,’ batin Azka, yang bingung dengan keadaan mental health dirinya saat ini.
Masih meneruskan merekam sebuah aktivitas panas itu, Azka berharap hal ini bisa ia manfaatkan untuk memberi tahu kepada Alea, tentang sifat Arga yang sebenarnya. Azka tidak ingin Alea salah langkah lagi, dan salah mencintai orang lagi.
‘Kasihan banget Alea! Gadis secantik itu, harus diduakan sama gadis dengan model seperti ini. Memang sih, untuk urusan hal seperti ini, kayaknya gadis ini lebih unggul,’ batin Azka lagi, sembari tetap memperhatikan ke arah mereka dengan sangat dalam.
Semakin lama, permainan mereka semakin panas, membuat Azka jadi merasa geli sendiri karenanya. Ia tidak bisa lagi berkata-kata, karena melihat Arga dan Azura dengan mode yang sangat liar seperti ini.
__ADS_1
‘Menjijikan,’ batin Azka, yang benar-benar tidak bisa menerima hal yang lebih gila lagi daripada saat ini.