Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Keadaan Yang Berbalik 2


__ADS_3

Alea berhasil menangkap lengan Arga, sehingga membuat Arga terpaksa harus menghentikan langkahnya. Kini, mereka pun berhadapan satu sama lain.


“Arga, tunggu aku dong!”


Arga memandang Alea dengan malas, “Ada apa lagi, sih?” tanyanya.


“Dengerin aku dulu, Ga! Aku beneran gak ada apa-apa sama dia!” ujar Alea, yang berusaha keras untuk memberi tahu kepada Arga tentang hubungannya dengan Azka yang memang benar tidak ada apa pun di antara mereka.


Arga yang masih marah dengan perkataan Azka tadi, setengah tidak menghiraukan apa yang Alea katakan padanya.


“Dia sudah fitnah aku dengan mengatakan hal yang tidak-tidak. Coba, gimana kalau misalkan kamu tadi percaya sama dia? Pasti kamu juga bakalan marah sama aku, ‘kan?” sinis Arga, membuat Alea menggenggam tangan Arga.


“Aku gak percaya apa pun sama dia. Kamu jangan masukin dalam hati perkataan dia, ya? Dia juga punya masalah sama aku, karena ucapannya yang gak bisa dikontrol! Masa dia ngomong yang macam-macam sama aku, makanya aku benci banget sama dia!” ujar Alea, yang kelepasan mengatakan seperti itu di hadapan Arga.

__ADS_1


Arga merasa sangat penasaran dengan apa yang Azka katakan pada Alea.


“Memangnya, apa yang dia bilang ke kamu?” tanya Arga, Alea mendelik kaget karena dia kelepasan berbicara seperti itu karena terbawa emosi.


“Emm ... dia ngatain aku kemarin, karena aku gak sengaja nabrak dia di koridor. Ucapan dia asal, membuat aku sakit hati. Jadi, dia datang ke kelas tadi ngasih aku cokelat, cuma untuk sebagai permintaan maaf aja,” ucap Alea menjelaskan, Arga baru mengetahui apa yang terjadi di antara mereka.


Sejauh ini, Alea sama sekali tidak pernah membohonginya. Arga jadi paham, dengan apa yang terjadi di antara Alea dengan lelaki bernama Azka itu.


“Aku pokoknya masih marah sama dia! Aku gak terima, masa aku dituduh yang tidak-tidak! Padahal, aku kenal sama dia pun enggak!” bentak Arga, membuat Alea kembali kalang-kabut karenanya.


“Duh ... kamu jangan marah lagi, ya! Aku gak mau hubungan kita jadi renggang, hanya karena masalah ini! Aku gak mau itu semua terjadi. Tolong, lupain aja masalah ini, ya?” rayu Alea, berusaha untuk membuat Arga tidak marah lagi dengan keadaan ini.


Mendengar Alea yang sampai memohon seperti itu padanya, Arga pun memiliki siasat yang tidak baik kepada Alea. Ia sedikit menyunggingkan senyumannya, lalu bersikap seperti biasa kembali di hadapan Alea.

__ADS_1


“Baiklah, aku gak akan marah lagi soal ini. Tapi aku mau ... kamu ikut sama aku ke suatu tempat malam ini,” ujarnya, membuat Alea bingung.


“Kita mau ke mana?” tanya Alea bingung.


“Kita ke rumah temenku. Aku mau hadirin pesta ulang tahun dia. Nanti sore sepulang sekolah, tunggu aku di gerbang sekolah,” ucap Arga, Alea pun berpikir sejenak mengenai hal ini.


“Pesta ulang tahun? Harus pakai gaun, dong?” tanya Alea yang terpikir masalah gaun dan pakaian yang layak untuknya.


“Gak perlu pakai gaun. Dress code-nya pakai seragam, kok! Jadi, setelah pulang sekolah kita bisa langsung ke rumahnya,” bantah Arga, membuat Alea tersenyum dan mengangguk kecil mendengarnya.


“Oke, deh!” ucap Alea, Arga pun tersenyum dan mengacak-acak poni rambut Alea.


***

__ADS_1


__ADS_2