
Sudah sejak tadi, ia menguping pembicaraan yang mereka lakukan. Ia berniat memberi tahu ini semua pada Alea, oleh karena itu ia merekam seluruh percakapan sampai apa yang mereka lakukan bersama saat ini.
Tak ada hal yang membuat Azka sampai tertarik seperti ini, selain berpikir akan memberikan rekaman ini pada Alea.
Azka tidak sabar, ingin melihat ekspresi Alea yang sepertinya sangat terkejut ketika melihat apa yang ia perlihatkan nantinya.
‘Aku penasaran dengan reaksi Alea, ketika aku menunjukkan rekaman ini,’ batin Azka, yang merasa tidak sabar untuk memberi tahu Alea tentang rekaman video amatir yang ia ambil secara diam-diam ini.
Karena sebuah ketidaksengajaan, timbul sebuah rasa penasaran dalam hati Azka. Karena tak sengaja melihat Arga yang berjalan cepat ke arah yang sama dengan yang sebelumnya ia pergoki, ia merasa ia harus mengikutinya untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh Arga.
Sebelumnya Azka sama sekali tidak tertarik, dan bahkan tidak ingin menyimpan rekaman aksi kebejatan mereka.
Namun, saat ini yang harus ia pikirkan adalah reaksi Alea ketika mengetahui hal yang disembunyikan darinya itu. Karena tertarik dengan percakapan mereka, akhirnya Azka memutuskan untuk merekam semua aktivitas yang mereka lakukan.
__ADS_1
Itu semua demi Alea. Azka ingin, Alea membuka matanya lebar-lebar pada permasalahan ini.
‘Ini akan semakin panas sepertinya,’ batin Azka, yang merasa sangat senang melihat adegan aneh yang dilakukan dua sejoli yang usianya rata-rata masih 17 tahun itu.
TING!
Tanpa diduga-duga, handphone Azka berbunyi dengan sendirinya. Hal itu membuat Arga dan juga Azura menghentikan aktivitasnya karena merasa sangat terganggu dengan suara handphone itu.
Azka merasa dirinya sudah ketahuan, dan tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri.
“Sialan, siapa itu?!” pekik Arga, Azka dengan cepat dan secara refleks pun melarikan diri dari sana.
Belum sempat melarikan diri, ternyata Arga sudah melihat wajah Azka, yang saat itu tertangkap olehnya. Hal itu membuat Arga geram, dan merasa sangat kesal dengan apa yang Azka lakukan.
__ADS_1
“Sialan anak itu! Dia gak berhenti sampai di situ aja!” teriak Arga, yang merasa sangat kesal dengan sosok Azka yang mengetahui aktivitasnya.
Azura yang sudah berantakan, tak memedulikan keadaan yang ada. Ia masih merasa sangat membutuhkan sentuhan dan belaian dari Arga, sehingga membuatnya menarik kembali tangan Arga.
“Tolong, lanjutkan!” gumam Azura, yang merasa dirinya hampir menyentuh puncak ******* pada dirinya.
Karena merasa sudah terpergok seseorang, apalagi orang itu adalah Azka, Arga sama sekali sudah kehilangan nafsunya. Sesuatu yang semula menegang, kini sudah kembali melunak. Ia tidak bisa lagi memainkan permainan yang sangat menggairahkan ini lagi bersama dengan Azura.
“Aku sudah tidak mood!” ketus Arga, yang merasa sudah tidak bisa melanjutkan aktivitas yang membuat kebahagiaan sesaat ini.
Memang seperti itulah sifat lelaki, berbeda dengan perempuan.
Arga merapikan kemeja dan celana panjangnya kembali, lalu merapikan rambutnya yang sudah berantakan akibat aktivitas yang menggairahkan ini. Ia bersiap-siap, lalu segera meninggalkan Azura di sana.
__ADS_1
Azura yang merasa belum puas akan apa yang ia dapatkan, segera melakukan hal yang bisa menumpahkan gairahnya yang masih tertunda karena Arga yang tiba-tiba saja pergi seperti itu. Ia melakukannya dengan benar, sampai mencapai sesuatu perasaan yang ia inginkan.