Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Kembali Lagi ke Masa Kini


__ADS_3

Sejak kejadian itu, Alea benar-benar sangat setia dengan Arga. Hal itu membuatnya merasa terlindungi dari hal apa pun.


Sampai akhirnya terjadi sesuatu padanya, yang membuat Alea kehilangan bayi yang dikandungnya tersebut.


Kini, mereka sudah sampai di saat Azka dan Alea sampai melakukan hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.


Azka terkejut, karena ia mendengar ucapan yang sangat mengejutkannya.


“Kamu ... hamil?” tanya Azka, yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Alea sebelumnya.


Pasalnya, ini adalah pertemuan mereka kembali, setelah Alea mengusirnya kala itu. Selama 1 bulan belakangan ini, Azka benar-benar tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Alea.


‘Padahal aku selalu mengikutinya, kenapa dia malah mengandung? Siapa yang sudah membuatnya hamil?’ batin Azka, yang benar-benar sangat tidak mengerti dengan kejadian ini.

__ADS_1


Alea benar-benar sudah tidak mengerti apa pun lagi. Buah cintanya bersama dengan Arga, kini telah hilang kembali. Ini adalah kali kedua ia kehilangan bayi bersama dengan Arga.


Alea meremas rambutnya dengan keras, “Bagaimana ini? Aku benar-benar tidak bisa menjaga apa yang harusnya aku jaga!” gumamnya, yang merasa sangat marah pada dirinya sendiri.


Di balik perasaan marahnya itu, ia merasa sangat sedih karena sudah kehilangan sosok buah hati yang sangat ia cintai.


Air mata mengalir deras dari pelupuk mata Alea, membuat Azka menjadi kebingungan melihatnya. Ia tidak ingin membuat kesalahan lagi, dan ia hanya bisa memandang Alea saja dengan sendu.


“Al ... maafin aku, ya?” ucap Azka, Alea sontak memandang ke arahnya dengan sinis.


Dulu Alea kehilangan bayinya karena Azura, dan sekarang ia kehilangan bayinya lagi karena Azka sendiri yang melakukan hal tidak senonoh itu pada Alea.


Namun, jika Azka tidak melakukannya bersama dengan Alea semalam, Alea pasti akan menjadi sangat tidak keruan.

__ADS_1


Walaupun rasa bersalah Azka sangat besar, tetapi rasa penasarannya juga sangatlah besar. Ia merasa harus mengetahui, dari mana anak itu berasal.


“Itu ... anak siapa, Al?” tanya Azka, Alea memandangnya dengan sinis.


“Dia anakku!” jawabnya sinis, Azka sampai nekat menggengam tangan Alea.


“Al, aku tahu itu anak kamu. Tapi aku mau tahu, itu anak kamu hasil perbuatan siapa?” tanya Azka, yang memberanikan diri bertanya hal tersebut dengannya.


Alea yang sedang kacau, lantas hanya menumpahkan semuanya saja di hadapan Azka, tak peduli dengan reaksi Azka yang bingung.


Keadaan menjadi sangat tak terkendali, membuat Azka terus menggenggam erat tangan Alea, sembari menuntunnya masuk ke dalam pelukannya.


“Al, kamu hampir aja celaka semalam. Aku menyelamatkan kamu dari mereka. Mereka memberikan obat perangsang untuk kamu, dan membuat kamu sampai tidak sadarkan diri semalam. Jika aku tidak menolongmu, apa kamu rela mereka melakukan hal itu padamu? Bagaimana jika mereka yang membuat kau kehilangan bayimu?” ujar Azka yang berusaha untuk menjelaskan keadaannya pada Alea.

__ADS_1


Alea tak menerimanya, dan malah memandang ke arah Azka semakin sinis. “Lantas kamu bisa seenaknya saja melakukan hal itu kepadaku?” tanyanya sinis, yang semakin membuat Alea terisak memikirkannya.


Azka menghela napasnya dengan panjang, “Aku memang melakukan hal konyol ini, sampai membuat kamu kehilangan bayimu. Itu lebih baik, daripada kamu harus dilecehkan oleh mereka. Kamu juga tidak bisa mengutuk mereka. Jika aku yang melakukannya, kamu bisa mengutuk aku sekarang juga! Silakan kutuk sepuasmu!” ujar Azka, yang benar-benar sangat memerhatikan Alea.


__ADS_2