Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Membagongkan


__ADS_3

Azura memandang lekat ke arah Arga, dengan tangan yang ia lingkarkan pada leher Arga.


“Kamu selalu bisa bikin aku percaya,” gumamnya, dengan tatapan yang kini sudah berubah melunak ketika memandang ke arah Arga.


Hal itu membuat Arga sedikit menyunggingkan senyumannya. Azura tidak tahu, kalau Arga sudah berhasil meniduri Alea dan mendapatkan keperawanan miliknya.


Jika Azura tahu, mungkin saja ia akan membuat kerusuhan dan juga permasalahan dengan Alea.


Sebagaimana kita tahu, pemikiran wanita yang selalu mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi.


Arga menekan tubuhnya ke arah tubuh Azura, yang saat ini sedang duduk di atas meja. Kaki Azura dibuat terbuka, sehingga Arga bisa dengan mudahnya menekan area khususnya ke arah yang ia inginkan.


Sambil menikmati cumbuan serta ******* yang ada, Azura kini sudah tidak menghiraukan apa yang terjadi dengan kekasihnya itu dan juga Alea.

__ADS_1


Karena sudah terlalu sering melakukannya, Azura terlihat sangat mahir dalam melakukan hal itu bersama dengan Arga. Ia sangat mengetahui, beberapa poin penting yang bisa menyenangkan Arga dalam sekejap.


Tak hanya Azura, Arga pun melakukan hal yang sama dengan apa yang Azura lakukan. Ia memberikan rasa nyaman dan juga rasa bahagia, di tengah kenikmatan cumbuan yang ia lakukan dengan Azura.


Tak mengenal waktu dan tempat, mereka pun sedikit demi sedikit menanggalkan kemeja seragam yang membalut tubuh mereka.


Karena tak memakai bra, Arga dengan mudahnya meraup gundukan kenyal yang Azura miliki. Sangat besar, lebih besar daripada yang Alea miliki, sehingga membuatnya sangat bergairah ketika sudah berhasil meraupnya.


Azura sengaja menekankan dadanya lebih kuat, dan meniadakan jarak di antara mereka, supaya dapat merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada sebelumnya.


Orang tua mereka tidak membatasi mereka, selama pekerjaan dan bisnis yang mereka jalani saat ini bisa berjalan dengan lancar.


Mereka juga beberapa kali sering terpergok bersama, saat pertemuan antara dua keluarga itu. Tak ada yang mereka lakukan, selama bisnis itu berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Azura mengelus dengan lembut area dada Arga, yang kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya itu. Rasa merinding menyelimuti Arga, sampai ia tidak bisa merasakan lagi kesadaran atas dirinya.


Dalam hati Arga berpikir, ‘Seandainya Alea bisa melakukan hal yang lebih dari yang Azura lakukan. Aku bertahan, karena memang Azura yang aku perlukan untuk bisa memuaskan hasratku.’


“Apa kamu mau melakukannya di tempat seperti ini, atau kita sudahi saja sebelum berlanjut?” tawar Arga, yang di tengah kesenangan itu berhasil mengendalikan sedikit kesadarannya.


Azura sudah tidak ingin mendengar apa pun dari mulut Arga. Ia sudah tidak bisa menahan semua yang ingin secepatnya ia tumpahkan bersama dengan Arga.


Azura tak menjawabnya, dan malah semakin mendesak Arga untuk terus mencumbunya.


Hal itu membuat Arga paham, kalau Azura tidak ingin menyelesaikan hal indah yang mereka lakukan saat ini. Itu cukup untuk membuat mereka merasakan kebahagiaan yang teramat dalam.


“Aku gak mau menahan kali ini,” gumam Arga, yang merasa sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.

__ADS_1


Azura tak menghiraukan, karena sebelumnya memang ia sudah mempersiapkan dengan meminum sebuah pil, yang bisa mencegah kalau saja terjadi kehamilan dengannya setelah melakukan hal seperti ini bersama dengan Arga.


Azura sudah sangat siap.


__ADS_2