Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan
Kehangatan Yang Terpaksa


__ADS_3

Azka membawa Alea masuk ke dalam ruangan kamar apartemennya, dan segera memapahnya ke arah ranjang tidurnya.


BRUK!


Saking habisnya tenaga Azka, ia sampai tak bisa mengontrol kekuatannya lagi. Ia tak sengaja menjatuhkan Alea di atas ranjangnya, dan tak sengaja terjatuh di atas tubuh Alea. Hal itu sontak membuat Azka mendelik kaget karenanya.


Seumur hidupnya, baru ia rasakan berada di atas tubuh seorang wanita. Terlebih lagi, itu adalah tubuh Alea, wanita yang ia cintai.


“Ma-maaf, aku tidak sengaja,” gumam Azka, yang hendak bangkit dari tempat ia terbaring.


“Engh ....”


Ketika hendak bangkit, Alea menahan tengkuk leher Azka sehingga membuat Azka tertahan tak bisa melepaskan dirinya dari Alea. Kondisi Azka menjadi kalang-kabut, karena ia merasa tidak bisa melakukan apa pun ketika berhadapan dengan Alea pada posisi seperti ini.


Keringat dingin membasahi keningnya, saking tegangnya ia berada dalam posisi ini.

__ADS_1


“Al, jangan seperti ini! Tolong,” gumam Azka, yang berusaha untuk tidak menuruti apa yang menjadi hawa nafsunya.


Tubuh Alea yang setengah tak berbusana, dan hanya terbalut dengan jas hitam miliknya, membuat Azka bisa dengan mudahnya melihat dua gundukan kenyal milik Alea. Ini adalah kali pertama Azka melihat setengah tubuh Alea. Ia merasa sedikit terangsang, karena hal ini.


“Gerah ....”


Efek obat itu ternyata sudah benar-benar menguasai Alea. Ia sudah tidak bisa menahan dirinya, bahkan hawa nafsunya sendiri. Dengan cepat ia membuka jas hitam yang membalut tubuhnya itu, sehingga Azka semakin mendelik kaget karenanya.


Walaupun tangan Alea sudah tidak menahan tengkuk leher Azka, tetapi Azka yang baru saja merasakan momen ini, tak bisa berkutik dan hanya bisa memandang Alea di atas tubuh Alea.


Sudah lama sekali Azka berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Alea. Ia tidak ingin sampai menghancurkannya, hanya dalam semalam saja.


“Aku gak nyaman ....”


GLEK!

__ADS_1


Terdengar jelas Azka tertegun karena sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia merasa, kalau ia harus menumpahkan hasrat yang ia pendam sejak tadi. Pikirannya kalut, karena ia benar-benar tidak bisa mengendalikan semuanya. Sebagaimana nafsu seorang lelaki, yang tidak bisa tertahan jika melihat hal yang memicunya.


Gerakan-gerakan panas yang dilakukan Alea karena efek obat itu, membuat Azka mendadak menjadi gerah karenanya. Visual Alea yang memang sangat menggoda, sampai membuat Azka benar-benar tak bisa menyangkalnya.


Tidak salah Azka memilih Alea, karena memang Alea adalah seorang gadis yang cukup populer di zaman sekolah dulu. Banyak sekali lelaki yang mengincarnya, tetapi Azka diam-diam menjaga Alea dan tidak membiarkan mereka mendekati wanita incarannya itu.


“Al, jika kamu meneruskan ini ... aku takut kita tidak bisa menahannya,” gumam Azka, yang sekali lagi mencoba untuk menahan apa yang akan Alea lakukan.


“Tolong ... aku tidak bisa bernapas,” gumam Alea, yang memang sudah merasakan sesak akibat obat tersebut.


Rasa kasihan timbul di hati Azka, karena ia tidak bisa melihat Alea yang seperti ini keadaannya. Namun, ia juga mempertaruhkan harga diri dan juga kepercayaan Alea padanya.


“Emhh ....”


Alea menyunggut bibir Azka dengan cepat, tentunya dengan ritme yang sangat menggairahkan. Hal itu sontak membuat Azka terkejut, dan hampir tak bisa menerima apa yang Alea lakukan.

__ADS_1


__ADS_2