Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Sebuah jawaban dari pertanyaan


__ADS_3

"Mengapa kamu malah balik bertanya? Ini adalah jawaban dari pertanyaan mu barusan." ucap lisa kemudian.


"Apa?" ucap Luke dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Lisa.


Mendengar perkataan dari Lisa barusan tentu saja membuat Luke sama sekali tidak mengerti akan maksud dari perkataan Lisa. Disaat Luke menanyakan perihal langkah selanjutnya kepada Lisa, Lisa malah menyuruhnya mencicipi dua buah cake yang berbeda dan sekarang dengan entengnya malah mengatakan bahwa cake tersebut adalah jawaban dari pertanyaannya. Bukankah hal ini terlalu membingungkan?


Lisa yang melihat raut wajah bingung milik Luke lantas hanya tersenyum dengan simpul kemudian mulai bersuara.


"Kedua cake ini sama-sama di buat oleh ku, hanya saja aku membuat cake rasa vanila ini dengan asal-asalan dan tanpa memberikan rasa sama sekali ke dalamnya. Sedangkan untuk cake strawberry ini aku membuatnya dengan penuh cinta, kesabaran dan juga bahan-bahan pilihan membuat rasa dari cake strawberry ini lebih menonjol dan tentu saja enak. Bukan kah kedua cake ini merupakan perumpamaan dari semua pertanyaan mu? Jika kamu menginginkan sesuatu yang berbuah manis maka lakukan lah dengan sepenuh hati dan juga berikan cinta ke dalamnya, jika kamu terlalu terburu-buru dalam bertindak.. Bukankah kamu akan mendapatkan hasil yang sebaliknya?" ucap Lisa kemudian mulai menjelaskan segalanya.


Luke terdiam di tempatnya seakan mencoba untuk mencerna segala perkataan yang keluar dari mulut Lisa barusan. Apa yang dikatakan oleh Lisa bukanlah sebuah kesalahan karena hal itu benar adanya. Hanya saja jika harus menaruh cinta untuk menggaet mangsanya, bukankah itu terlalu berlebihan? Seekor harimau pun akan langsung memangsa buruannya tanpa harus mengasihi sebelum mulai menyantapnya bulat-bulat.


"Bukankah ini terlalu berlebihan? Untuk apa aku memberikan cinta, jika pada akhirnya aku akan menghisap darahnya sampai habis?" ucap Luke dengan raut wajah yang tidan mengerti.


"Semua keputusan ada di tangan mu, kau bahkan sudah mencicipi perbedaan besar pada kedua cake ini. Jadi aku tak perlu menjelaskan lebih rinci lagi kepadamu." ucap Lisa sambil tersenyum dengan manis.


Helaan napas lantas terdengar berhembus dengan kasar dari mulut Luke begitu kembali mendengar perkataan Lisa barusan. Luke kemudian lantas bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah Lisa selama beberapa detik sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya berlalu pergi dari kediaman Lisa.


"Meski aku tidak yakin dengan cara yang kamu katakan, tapi aku berharap aku bisa segera mengakhiri ini semua." ucap Luke kemudian melangkahkan kakinya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Lisa sebelum kepergiannya.


Seulas senyum terlihat terbit dari wajah wanita yang masih terlihat cantik walau telah berumur ratusan tahun itu. Sambil menatap lurus ke arah kepergian Luke barusan, Lisa lantas menarik napasnya secara perlahan.

__ADS_1


"Sebuah cinta diperlukan untuk merubah satu hati yang telah membeku dan aku yakin kehadiran gadis pemilik darah suci di kehidupan ini akan merubah segalanya bagi Luke. Tinggal kita lihat saja mampukah Luke mengatasi segalanya atau tidak." ucap Lisa sambil menatap kepergian Luke dengan tatapan yang menelisik hingga punggung Pria itu tidak lagi terlihat pada pandangannya.


***


Perusahaan penerbitan


Di area pantry terlihat Airin tengah menghela napasnya dengan panjang sambil memegang erat cangkir berisi coffee miliknya. Airin sungguh ingin menarik kembali kata-katanya yang menganggap bahwa tetangga barunya itu adalah sebuah pahlawan layaknya tokoh-tokoh di drama korea yang ia tonton, nyatanya semuanya benar-benar menjadi kebalikannya.


"Amit-amit aku deket dengan dia, benar-benar Pria yang menyebalkan!" ucap Airin dengan nada yang kesal.


Sementara itu Bella yang memang juga sedang berada di pantry, melihat Airin begitu lesu lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada dan mengambil duduk tepat di sebelahnya.


"Sudahlah tak perlu dipikirkan, hal ini bukanlah pertama kalinya kamu kena semprot oleh pak David? Mengapa kali ini mood mu buruk sekali?" ucap Bella kemudian sambil menyenggol pundak Airin.


"Ini bukan karena pak David..." ucap Airin dengan nada yang lesu membuat Bella langsung mengernyit dengan seketika begitu mendengar perkataannya.


"Lalu karena apa?" ucap Bella kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Ada seorang tetangga baru di Apartment ku namun sikapnya..." ucap Airin hendak mulai bercerita namun malah dipotong begitu saja oleh Bella yang lantas membuat Airin langsung melotot dengan seketika.


"Pasti cowok kan? Wih berarti dia tajir dong Ai? Bagus banget kamu jadi ada temannya gak sendiri di lorong itu, penampilannya gimana? Ganteng gak?" ucap Bella dengan menyerocos yang langsung membuat Airin tidak bisa berkata-kata lagi ketika mendengar perkataan Bella barusan.

__ADS_1


"Bella!" pekik Airin kemudian dengan nada yang kesal.


Mendengar suara meninggi dari Airin barusan, lantas membuat mulut Bella terhenti seketika. Sepertinya ia terlalu bereaksi berlebihan saat ini.


"Maaf" ucap Bella kemudian dengan nada yang lirih membuat Airin langsung menghela napasnya dengan panjang begitu mendengar perkataan dari Bella barusan.


***


Sementara itu tanpa Airin dan juga Bella sadari, sebuah gumpalan asap hitam yang samar terlihat berlalu lalang di dekat area pantry. Asap tersebut sepertinya mencium aroma yang begitu khas di daerah pantry, yang lantas membuatnya terus berputar-putar di area sana tanpa ingin beranjak sama sekali.


Hawa dingin benar-benar terasa menyebar di sekitar area pantry, membuat Airin yang merasakan hawa dingin tersebut terlihat mengusap tengkuk lehernya beberapa kali namun masih belum menyadari akan kehadiran dari sosok ini karena mengira hawa dingin tersebut berasal dari suhu pendingin ruangan.


**


Dari arah ruangan tengah Asti yang hendak melangkahkan kakinya menuju ke arah pantry terlihat mulai melewati area lorong depan menuju ke arah pantry. Melihat ada sebuah cangkang yang bisa ia manfaatkan untuk mendekati bau khas yang menarik perhatiannya, lantas membuat sosok tersebut sama sekali tidak menyianyiakan kesempatan yang ada.


Hihihi sepertinya semesta memang tengah berpihak kepadaku...


Tepat setelah mengatakan hal tersebut ketika langkah kaki Asti kian melangkahkan kakinya mendekat melewati lorong tersebut, tanpa menunggu waktu lana lagi sosok gumpalan asap itu langsung melesat dan memasuki tubuh Asti melewati ubun-ubun kepalanya, yang membuat langkah kaki Asti lantas terhenti seketika.


Asti terdiam di tempatnya dengan posisi kepala yang menunduk beberapa detik, kemudian perlahan-lahan terlihat mulai menatap ke arah depan dengan manik mata yang berubah warna menjadi hitam seutuhnya jika terkena pancaran sinar lampu ruangan tersebut.

__ADS_1


"Darah suci...." ucap Asti dengan senyum yang menyeringai.


Bersambung


__ADS_2