
"Apakah aku sudah boleh masuk sekarang?" tanya Wanita itu.
"Tentu silahkan Ratu..." ucap petugas resepsionis tersebut dengan tatapan yang kosong ke arah depan.
Setelah mendengar perkataan dari resepsionis tersebut, wanita itu lantas tersenyum dengan simpul kemudian mulai mengambil langkah kaki secara perlahan memasuki area lift. Sampai kemudian pintu lift tertutup dengan rapat dan tidak lagi menampakan petugas resepsionis tersebut.
.
.
Ting
Suara dentingan pintu lift yang terbuka dengan lebar, lantas terdengar menggema di area lift yang ditumpangi oleh sosok wanita itu. Ketika melihat pintu lift terbuka dengan lebar, sosok wanita itu lantas mulai membawakan langkah kakinya keluar dari dalam lift menuju ke sebuah ruangan.
Hanya saja ketika ia hampir sampai di ruangan yang ia tuju, langkah kaki wanita itu lantas terhenti dengan seketika. Sebuah bau harum yang di keluarkan dari tubuh Airin benar-benar begitu menyengat memenuhi indra penciumannya. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah wanita itu ketika ia melihat Airin melangkahkan kakinya keluar dari area pantry saat itu.
"Darah suci..." ucapnya dengan nada yang lirih.
Sedangkan Airin yang sama sekali tidak menyadari akan kehadiran wanita itu, lantas melangkahkan kakinya dengan biasa hendak menuju ke arah ruangannya sambil membawa secangkir kopi di tangannya. Dengan raut wajah yang mendengus kesal, Airin terlihat terus membawa langkah kakinya keluar dari area pantry.
Airin bahkan benar-benar masih kesal akan tingkah Daniel yang memberinya tugas begitu banyak dan mungkin akan membuatnya lembur hingga nanti malam. Sampai kemudian ketika langkah kakinya yang tidak menyadari akan kehadiran wanita itu, lantas membuatnya terkejut ketika menyadari kehadiran wanita itu yang mendadak berada di hadapannya.
Pyar...
__ADS_1
Suara pecahan gelas yang terjatuh di lantai terdengar cukup keras dan juga nyaring. Kopi yang berada di dalamnya pun tumpah dan mengenai kakinya saat itu, hingga membuatnya mengeluh kepanasan karena percikan yang berasal dari kopi tersebut.
"Maafkan saya, saya tadi benar-benar terkejut akan kehadiran anda." ucap Airin yang merasa bersalah akan hal tersebut.
Tanpa menunggu jawaban dari wanita itu, Airin yang kemudian langsung mengambil posisi berjongkok dan mulai mengambil beberapa pecahan cangkir yang terlihat menganga. Sebelum pada akhirnya nanti akan mengenai langkah kaki seseorang. Sedangkan wanita tersebut yang melihat tingkah Airin saat ini, hanya menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan sama sekali.
"Aw" pekik Airin
Sebuah pecahan gelas kecil nampak menancap tepat di jari tangannya, membuat Airin yang terkejut lantas langsung sedikit mengadu kesakitan. Diambilnya kaca yang menancap pada jari tangannya saat itu dengan perlahan, membuat setetes darah nampak terlihat muncul di jari tangannya saat itu.
Mendapati hal tersebut wanita itu lantas tersenyum dengan raut wajah yang berbinar. Diambilnya posisi berjongkok untuk menyamai tinggi posisi Airin saat itu. Tanpa mengatakan apapun wanita itu langsung mengambil tangan Airin begitu saja dan memasukkan jari tangan Airin ke dalam mulutnya. Dihisapnya secara perlahan darah yang keluar dari jari tangan Airin, membuat Airin yang mendapati hal tersebut tentu saja langsung bingung sekaligus terkejut. Hanya saja anehnya ia sama sekali tidak bisa menolak ataupun membantah apa yang di lakukan oleh wanita itu.
Hingga kemudian sebuah suara yang menggema tidak jauh dari tempat keduanya berada, lantas membuat wanita itu menghentikan apa yang ia lakukan kepada Airin sedari tadi.
Mendengar perkataan dari Daniel barusan lantas membuat wanita yang dipanggil Ratu itu bangkit dari posisinya. Sambil menatap dengan tatapan yang tajam ke arah depan, wanita tersebut kemudian mulai mengambil langkah kaki yang lebar menghampiri Daniel dan berlalu pergi begitu saja bersamanya menuju ke ruangan Daniel.
Sedangkan Airin yang ditinggalkan begitu saja oleh keduanya, tentu saja hanya bisa menatap mereka dengan tatapan yang bingung. Entah apa yang terjadi kepadanya, hingga membuatnya seperti orang yang linglung saat ini. Ditatapnya jari tangannya yang tadi terkena pecahan gelas tersebut, anehnya tidak ada luka sama sekali di area jari tangannya saat ini.
Jangankan luka, noda bekas darahnya pun juga tidak ada. Mendapati hal tersebut membuat Airin yang melihat hal tersebut, lantas terkejut bukan main ketika mendapati tangannya kembali seperti semula. Seakan-akan seperti tidak terjadi apa-apa pada jari tangannya.
"Ba...bagaimana bisa? Apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Airin sambil menatap tak percaya pada jari tangannya.
"Ai apa yang terjadi kepadamu?" pekik sebuah suara yang lantas membuyarkan segala lamunan Airin saat itu.
__ADS_1
Airin yang mengetahui dengan jelas suara siapa barusan, lantas langsung mendongak menatap ke arah sumber suara. Dari arah tak jauh dari tempatnya berada saat ini, terlihat Bella tengah berlarian menuju ke arahnya dengan raut wajah yang khawatir. Membuat helaan napas terdengar dengan jelas berhembus kasar dari mulut Airin saat itu.
"Apa yang terjadi Ai? Ayo bangun! Biarkan Arman yang membersihkannya nanti, apa kamu baik-baik saja?" ucap Bella dengan nada yang menyerocos saking khawatirnya dengan Airin saat ini.
"Aku tidak apa Bel tidak perlu khawatir, tangan ku licin jadi aku tidak sengaja menjatuhkan gelasnya tadi." ucap Airin menjelaskan situasinya.
"Benarkah? Apakah jangan-jangan ada sesuatu yang lain?" ucap Bella kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar pertanyaan tersebut lantas membuat Airin berubah wajah menjadi serius, Airin nampak mendekat ke arah Bella saat itu dengan tatapan yang membuat Bella langsung menelan salivanya dengan kasar begitu melihat tatapan wajah Airin.
"Iya sesuatu yang lain, hitam dan juga besar!" ucap Airin kemudian dengan nada yang terdengar begitu lirih dan berhasil membuat bulu kuduk Bella berdiri saat itu.
"Berhenti Ai! Sudah pergi dari sini.. Biar aku panggil Arman dulu untuk membereskannya." ucap Bella sambil berlalu pergi dari sana, namun Airin yang iseng malah mengejar Bella sambil menggodanya dengan suara-suara hantu.
"B....e...l...l...a..... Hihihi...." ucap Airin dengan nada yang di buat-buat.
"Hentikan itu Ai!" pekik Bella yang lantas menatap tajam ke arah Airin yang terus menggodanya.
***
Sementara itu di ruangannya, Daniel terlihat mengunci pintu ruangannya dengan rapat, kemudian menutup tirai kaca jendela di ruangannya. Kedatangan Ratu Sofia di kantornya benar-benar mengejutkan Daniel saat itu. Tadinya Daniel kira aroma dan juga aura yang ia rasakan hanyalah sebuah kebrutalan. Namun ketika aura tersebut kian terasa pekat dan juga menyengat, membuat Daniel yang mencurigai kehadiran Ratu serigala ke tempatnya lantas langsung bergegas keluar mengikuti aura tersebut.
"Apa yang sebenarnya Ratu lakukan di sini?"
__ADS_1
Bersambung