
"Aku minta maaf, namun sahabat ku lebih penting dari pada penjelasan mu itu!" ucap Bella dengan nada yang tegas.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Luke berdecak dengan kesal. Ia bahkan tidak menyangka jika Airin akan lebih memilih Bella sahabatnya, ketimbang mendengar penjelasan darinya. Hal tersebut tentu saja membuat dirinya begitu kesal karena merasa di abaikan.
"Baru kali ini aku di abaikan oleh seorang manusia! Tidak akan ku biarkan hal itu menurunkan wibawa ku." ucap Luke dengan nada penuh penekanan.
Sambil mengambil langkah kaki yang lebar, Luke yang melihat jika Airin hendak membuka pintu unit Apartemennya lantas menarik tangan Airin dan kembali mengajaknya untuk berteleportasi.
Ceklek..
Kriet...
Pintu terbuka begitu saja menampilkan sosok Bella yang sudah setengah marah karena tidak kunjung mendapati Bella membuka pintunya. Hanya saja rasa marah yang tadinya hendak ia keluarkan dengan mengomel, harus berhenti di awang-awang ketika ia mendapati pintu unit Apartemen Airin terbuka dengan sendiri tanpa ada seseorang di belakangnya.
Glek
Bella menelan salivanya dengan kasar, pemandangan ini benar-benar tidak pernah ia lihat sebelumnya. Membuat Bella yang mendapati hal tersebut mendadak merasa bulu kuduknya berdiri saat itu.
"Ai apa kamu di dalam? Jangan bercanda Ai.. Ini tidak lucu sama sekali! Airin?" ucap Bella sambil celingukan ke arah dalam unit Apartemen Airin.
Disaat situasi terasa semakin mencekam saat itu, Bella yang tengah fokus mencari keberadaan Airin lantas di kejutkan dengan suara berisik seperti benda jatuh di area sana. Membuat Bella yang tidak lagi berpikir panjang, lantas langsung mengambil langkah kaki seribu dan berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Hantu atau apapun itu, Bella sama sekali tidak berminat untuk melihat mereka sama sekali. Yang Bella lakukan saat itu hanya fokus berlarian sambil berlalu pergi dari unit Apartment Airin saat itu.
"Aaaa...." teriaknya sambil mengambil langkah kaki seribu.
Sementara itu di area lorong yang sama dimana sebelumnya Bella berada, seorang petugas room servis nampak menatap Bella dengan raut wajah yang kebingungan. Petugas tersebut yang tanpa sengaja menjatuhkan pel-pelan di lantai, malah mendapati teriakan dari Bella yang terlihat berlarian mengambil langkah kaki seribu pergi dari sana.
Petugas itu nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil menatap penuh tanda tanya ke arah kepergian Bella barusan. Entah apa yang terjadi kepada Bella saat itu, namun tepat ketika tongkat pel jatuh yang terdengar hanya teriakan dan juga langkah kaki yang lebar berasal dari Bella barusan.
"Apa yang terjadi? Mengapa dia teriak-teriak seperti itu? Dasar orang aneh!" ucapnya sambil geleng-geleng kepala bangkit dari posisinya saat itu.
Setelah melihat keanehan tersebut petugas room servis tersebut, bergerak perlahan meneruskan tugasnya dan menutup pintu unit Apartment Airin yang terlihat terbuka saat itu.
**
Luke yang cemburu ketika mendapati jika Airin lebih memilih sahabatnya, pada akhirnya tanpa sadar membawa Airin ke suatu tempat yang tak seharusnya ia datangi bersama dengan Airin.
Sebuah tempat yang berisi sekumpulan Vampir dari kalangan jenis berada di tempat itu dan berkumpul menjadi satu, membuat Luke yang tanpa sadar membawa Airin ke tempat tersebut lantas langsung terkejut dengan seketika.
Luke yang baru menyadari akan hal tersebut, lantas langsung melepas cengkraman tangannya dengan seketika. Ditatapnya area sekitar di mana tak jauh dari tempat keduanya berada, samar-samar Luke melihat beberapa pasang mata tengah menatap ke arahnya.
"Apa yang kamu lakukan sebenarnya?" ucap Airin dengan nada yang kesal saat itu, namun nampaknya Luke tidak terlalu mendengar perkataan Airin karena terlalu fokus dengan keadaan sekitar.
__ADS_1
Airin yang tidak mendapati reaksi apapun dari Luke saat ini, lantas merasa semakin di buat kesal. Bagaimana bisa Pria di hadapannya ini bertindak sesuka hatinya tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Airin sebelumnya.
"Apa kamu membawa ku ke sini hanya untuk melihatmu terbengong seperti ini? Kau benar-benar menyebalkan Luke! Jika tahu akan jadi seperti ini aku akan pergi menjauh darimu sejak awal pertama kali kita bertemu!" pekik Airin kemudian yang lantas membuat Luke langsung menatap ke arah sumber suara.
"Kamu tidak tahu apapun, semua yang ku lakukan juga tidak sepenuhnya salah. Tidakkah kamu ingin mendengar jawaban dariku sebelumnya?" ucap Luke dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan, membuat Airin langsung menatap ke arah manik mata Pria itu dengan tatapan yang intens.
"Apa yang tidak aku ketahui Luke? Aku benar-benar lelah terus berdebat denganmu, lagi pula aku juga sering bukan? Dikejar-kejar dengan makhluk astral lainnya yang ingin memakan ku. Jadi apa bedanya denganmu? Mengapa kau tidak lakukan saja sekarang? Aku akan siap menyerahkan segalanya kepadamu!" ucap Airin dengan nada yang terdengar begitu kesal.
"Ada sesuatu yang tidak kamu ketahui Ai, dalam dirimu terdapat sesuatu hal yang membuat mu terus di kejar-kejar oleh makhluk tak kasat mata maupun makhluk mitologi kuno. Ada sesuatu yang memancing mereka untuk terus datang termasuk juga dengan aku. Aku hanya datang mengikuti insting dan juga takdir ku, jika itu berada pada orang lain aku juga akan datang kepadanya. Aku sama sekali juga tidak menginginkan hal ini terjadi kepada kita. Namun takdir lah yang membawa ku kepadamu!" ucap Luke yang seakan ikut meninggi karena sudah tidak tahan ketika mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Airin saat itu.
Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Luke saat itu, lantas membuat Airin langsung terdiam dengan seketika. Entah apa yang saat ini coba dikatakan oleh Luke, namun yang jelas Airin sama sekali tidak mengerti akan maksud dari ucapannya.
"Apa yang coba ingin kamu katakan sebenarnya? Bisakah kamu untuk tidak terus berputar-putar dan mengatakannya dengan terus terang? Aku sudah lelah bermain kata bersama dengan mu!" ucap Airi. Kembali yang lantas membuat Luke langsung menghela napasnya dengan panjang saat itu.
"Kamu adalah reinkarnasi dari gadis pemilik darah suci sebelumnya, tidak ada yang bisa menghindari takdir ini sehingga membuat mu harus terus berada dalam bahaya ketika darah mu itu tercium hingga ke dunia siluman!" ucap Luke kembali yang kali ini semakin membuat Airin terkejut dengannya.
"Apa katamu? Bagaimana bisa? Jangan-jangan kau sedang menipu ku bukan?" ucap Airin yang tidak percaya akan perkataan dari Luke barusan.
Sampai kemudian sesuatu yang Luke rasa semakin terasa mendekat ke arahnya, lantas membuat fokusnya beralih ke arah sumber suara. Ditutupnya mulut Airin sedikit lebih kencang seakan berusaha agar Arin tidak membuatnya ketahuan.
"Ap....a yang.. Ka...mu lakukann"
__ADS_1
Bersambung