Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Mencari mangsa


__ADS_3

Luke yang baru saja sampai setelah berteleportasi dari bangunan tua tadi, lantas menatap ke area sekitaran mencoba mencari tahu keberadaan Airin saat ini. Entah ada di mana Airin sekarang, Luke benar-benar tidak mengetahuinya.


"Kamu dimana Ai?" ucap Luke dalam hati sambil menatap ke area sekitar tempat kecelakaan Bus tersebut terjadi.


Saat Luke datang, beberapa mobil ambulan nampak mulai melaju membawa beberapa korban kecelakaan Bus tersebut. Sambil mulai mengedarkan pandangannya ke arah sekitar, Luke mencoba mencari keberadaan Airin di antara beberapa korban yang sedang mendapat pertolongan saat itu. Hanya saja hampir setiap sudut Luke mencari sama sekali tidak ada Airin di sana, membuat Luke lantas merasa frustasi akan hal tersebut.


Luke yang tak kunjung menemukan Airin lantas menghentikan langkah kakinya sejenak kemudian mencoba berpikir dengan dingin. Entah apa yang membuat isi kepalanya begitu penuh, hingga membuat Luke tidak bisa berkonsentrasi dan mencari titik keberadaan Airin saat ini. Luke mencoba untuk mengingat setelan baju yang di kenakan oleh Airin atau bahkan tas dan pernak-pernik lainnya, yang Airin pakai dan bisa Luke gunakan sebagai jembatan untuknya menemukan titik keberadaan Airin dan langsung melakukan teleportasi ke sana.


Sampai kemudian ingatan Luke lantas terhenti ketika ia yakin tentang setelan pakaian yang di gunakan oleh Airin tadi pagi disaat hendak berangkat pergi bekerja.


"Aku menemukannya!" ucap Luke yang langsung membuka kelopak matanya dengan spontan.


Tepat setelah Luke mengatakan hal tersebut, tanpa membuang waktu lebih lama lagi Luke langsung berteleportasi ke tempat dimana Airin berada saat ini.


***


Halte bus


Luke yang baru saja sampai setelah berteleportasi, lantas terlihat berdecak dengan kesal karena ternyata ia malah menemukan Airin di tempat pertama kali ia bertemu dengannya pagi ini. Dan dalam keadaan tertidur dengan lelap.

__ADS_1


Sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan mendekat ke arah Airin, Luke kemudian lantas mengambil posisi duduk tepat di sebelah Airin dan menatapnya sambil menghela napasnya dengan panjang.


"Aku tahu jika ini adalah ulah dari Arga, tapi entah mengapa? Ketika melihatnya tertidur pulas seperti ini, aku malah merasa kesal karena harus berusaha mencari keberadaannya di semua tempat. Namun malah menemukannya dalam keadaan tertidur pulas, benar-benar menyebalkan!" ucap Luke sambil menoyor sedikit kepala Airin yang terlihat hendak jatuh ke pundaknya saat ini.


Airin yang tengah tertidur dengan pulas mendapat toyoran yang tiba-tiba di kepalanya, tentu saja langsung membuatnya terbangun dalam posisi terkejut. Ditatapnya dengan bingung ke area sekitar dan pandangannya terhenti pada sosok Luke yang saat ini tengah memasang muka datar dan menatapnya, benar-benar tatapan yang terlihat begitu mengesalkan bagi Airin saat itu.


"Bagus sekali ya? Ketika aku menawarkan untuk mengantar mu ke kantor kamu malah enak-enakkan tidur di sini! Apa kamu tidak takut di marahi bos mu?" ucap Luke dengan nada yang datar namun berhasil membuat bola mata Airin membulat dengan seketika.


Airin yang mendengar perkataan sindiran dari Luke tentu saja langsung melirik ke arah jam tangan miliknya. Dan benar saja Airin lantas terkejut ketika mendapati jam tangan miliknya sudah menunjukkan pukul 9 pagi, bukankah ini sungguh mustahil bagi Airin? Disaat Airin merasa menaiki Bus dan pergi sebelum pukul 7. Mendadak ia terbangun dan ketika melihat waktu yang tertera di sana adalah pukul 9 pagi, bukankah hal itu sangat membingungkan?


"Ba...bagaimana mungkin? Aku bahkan tadi jelas-jelas naik ke dalam Bus, lalu aku... Aku.. Apa yang aku lakukan selanjutnya?" ucap Airin dengan tatapan yang bingung sekaligus tidak mengerti akan apa yang terjadi sebenarnya.


Disaat Airin sedang berada dalam kebingungan, sebuah deringan ponsel miliknya lantas terdengar menggema di telinganya, membuat Airin lantas langsung menggeser ikon berwarna hijau begitu melihat nama Bella tertera pada layar ponsel miliknya.


Mendengar perkataan Bella yang seakan menjelaskan segalanya namun belum sepenuhnya jelas, lantas membuat Airin melongo seketika. Airin bahkan tidak benar-benar yakin dengan apa yang terjadi kepadanya. Yang lantas membuatnya menatap ke arah Luke dengan tatapan yang bertanya.


"Em.. Aku baik-baik saja kamu tak perlu khawatir hanya saja aku belum bisa masuk kerja saat ini karena ada beberapa hal yang terjadi padaku." ucap Airin kemudian sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Luke berada.


"Apa kamu baik-baik saja Ai?" tanya Bella sekali lagi.

__ADS_1


"Ya aku baik-baik saja, aku tutup dulu telponnya Bel dah..." ucap Airin sebelum pada akhirnya mengakhiri panggilan telponnya saat itu.


Luke yang tahu dengan pasti jika Airin akan menanyakan banyak hal kepadanya, lantas memutuskan untuk bangkit dari posisinya dan sedikit menjauh dari Airin. Namun Airin yang begitu penasaran akan apa yang terjadi tentu saja tidak membiarkan Luke lepas dengan mudah dari dirinya sebelum menjelaskan segalanya terlebih dahulu kepadanya.


"Jangan tanyakan apapun kepadaku karena aku tidak tahu!" ucap Luke sebelum Airin sempat membuka mulutnya dan bertanya akan masalah tersebut.


"Aku bahkan belum menanyakannya kepadamu, bagaimana mungkin kamu bisa menebaknya secara langsung? Kamu sedang membohongi ku kan? Katakan saja yang sebenarnya!" ucap Airin sambil menunjuk ke arah raut wajah Luke saat itu.


Mendapati hal tersebut membuat Luke lantas menghela napasnya dengan panjang, entah bagaimana insting Airin bisa sangat kuat seperti ini, membuat Luke sulit sekali untuk membohongi Airin.


"Aku sungguh tidak tahu, ketika kamu menolak ajakan ku tadi aku berlalu pergi begitu saja. Namun ketika aku kembali aku menemukan mu sedang tertidur dengan pulas di sini!" ucap Luke kemudian mencoba untuk mengarang cerita.


Sedangkan Airin yang mendengar jawaban dari Luke tentu saja langsung terdiam dengan tatapan yang mengernyit. Perkataan Luke memang terdengar begitu masuk akal dan nyambung dengan apa yang terjadi saat ini. Namun entah mengapa Airin merasa jika apa yang diceritakan oleh Luke kepadanya bukanlah cerita sebenarnya. Membuat Airin hanya bisa terdiam sambil mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Luke.


Luke yang melihat Airin hanya terdiam setelah mendengar penjelasannya, lantas langsung bangkit dan hendak berlalu pergi dari sana, membuat Airin yang melihat hal tersebut lantas langsung menghentikan langkah kaki Luke.


"Mau kemana kamu?" tanya Airin dengan raut wajah yang penasaran.


"Mencari mangsa, minggir jangan menghalangi ku!" ucap Luke dengan nada datarnya yang khas.

__ADS_1


"Apa?"


Bersambung


__ADS_2