Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Bukankah itu Luke?


__ADS_3

Setelah mendengar kata mangsa keluar dari mulut Luke saat itu, tentu saja langsung membuat Airin merasa terkejut dan dengan bodohnya malah meminta untuk ikut bersama dengan Luke. Keputusan Airin yang ingin ikut tentu saja membuat Luke malah tersenyum dengan tipis seakan seperti tengah merencanakan sesuatu yang mungkin bisa membuat Airin ilfil ketika melihatnya secara langsung.


Beberapa menit berkendara mobil yang dikendarai oleh Luke berhenti tepat di area parkiran di salah bar yang masih terletak di kawasan Ibu kota. Airin yang melihat Luke malah mampir ke Bar tentu saja langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung ke arah Luke.


"Mengapa kamu malah berhenti di sini? Bukankah katamu tadi ingin mencari mangsa?" ucap Airin dengan raut wajah yang penasaran sekaligus bingung.


Mendengar perkataan Airin barusan lantas membuat Luke langsung menoleh ke arah Airin kemudian tersenyum dengan simpul sambil membuka pintu mobilnya dan bersiap untuk turun dari sana.


"Di sinilah tempatnya, apa kau yakin tetap ingin ikut dan melihatnya?" ucap Luke sambil tersenyum dengan tipis kemudian melangkahkan kakinya turun dari dalam mobil.


Airin yang tentu saja mendengar dengan jelas perkataan Luke barusan, lantas langsung melongo sambil menatap ke arah Luke yang terlihat hendak memasuki area Bar tersebut.


"Sialan, jika tahu begini aku pasti akan meminta pulang dulu dan berganti baju, mana ada seseorang yang datang ke bar dengan pakaian kantor seperti ini? Akh benar-benar menyebalkan!" gerutu Airin dengan raut wajah yang kesal melihat kepergian Luke saat ini yang meninggalkannya begitu saja masuk ke dalam.


Airin yang memang penasaran pada akhirnya tidak memiliki pilihan lain selain ikut masuk ke dalam dan mencoba untuk menghentikan Luke jika sampai ia akan membunuh orang dengan cara menghisap darahnya.


Hanya saja sebelum melakukan hal tersebut, pertama-tama yang harus ia lakukan adalah merubah penampilannya terlebih dahulu. Dengan gerakan yang cepat Airin melepas jas miliknya dan melemparnya sembarangan ke arah joke belakang. Dilipatnya lengan panjangnya hingga ke siku setelah itu barulah Airin melepas kuncir kudanya dan membiarkan rambutnya tergerai dengan indah.


Setelah merombak penampilannya Airin kemudian terlihat memperbaiki riasannya dan mengganti warna bibirnya, yang semula berwarna pink natural kini berubah menjadi warna merah mencolok. Airin memberi sentuhan sedikit airliner di ujung kelopak matanya kemudian mengacak-acak rambutnya dengan lembut.

__ADS_1


"Sempurna, untung hari ini aku mengenakan setelan baju kerja dengan bawahan rok, jika sampai aku menggunakan celana pasti look nya akan terlihat seperti bu guru yang hendak menjemput muridnya clubing, setidaknya penampilan ku kali ini tidaklah buruk." ucapnya sambil bergidik ngeri kemudian mulai melangkahkan kakinya turun dari dalam mobil Luke.


Airin yang kehilangan jejak Luke lantas menghela napasnya dengan panjang setelah itu mulai membawa langkah kakinya masuk ke dalam Bar untuk mencari keberadaan Luke di sana.


**


Area dalam Bar


Suasana siang itu benar-benar terlihat ramai oleh beberapa orang meski hari ini masih tergolong jam kerja, namun nyatanya tempat ini tidak pernah sepi dengan pengunjung. Hal tersebut membuat Airin lantas mulai melangkah kakinya dengan perlahan sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mencoba mencari keberadaan Luke di sekitaran sana.


"Kemana Pria itu sebenarnya?" ucap Airin dengan nada yang kesal karena tak mendapati Luke di sekitaran sana.


Disaat Airin tengah sibuk mencari keberadaan Luke, seorang Pria dengan pakaiannya yang rapi nampak mendekat ke arah dimana Airin berada sambil membawa gelas dengan minuman beralkohol di tangannya.


Airin yang mendengar perkataan gila yang berasal dati mulut Pria itu hanya melengos dan mengacuhkannya, membuat Pria itu lantas mencoba meraih tangan Airin yang lantas langsung menghentikan langkah kaki Airin dengan seketika.


"Lepaskan, aku sedang mencari kekasih ku yang tengah berselingkuh dengan seseorang. Aku harap kamu jangan ikut campur dnegan urusan ku!" ucap Airin sambil menatap ke area sekitar seakan tetap mencari keberadaan Luke di sekitaran sana.


Sampai kemudian pandangannya terhenti tepat di area sudut Bar ini dimana Luke terlihat tengah mengajak seorang gadis se*i pergi dari pintu belakang Bar tersebut, membuat Airin yang melihat kepergian Luke lantas hendak bergegas menyusulnya namun malah ditahan oleh Pria asing yang sama sekali tidak ia kenali.

__ADS_1


"Ayolah Nona mau kemana kamu? Bersenang-senanglah bersama dengan ku." ucap Pria tersebut lagi yang lantas membuat Aurin muak ketika mendengarnya.


Airin yang mulai kesal akan sikap Pria asing tersebut lantas menghempaskan tangan Pria itu dengan kasar, membuat Pria itu sedikit terkejut akan sikap Airin saat ini.


"Sudah ku bilang lepaskan, kekasih ku sedang pergi bersama wanita lain namun kau malah menyuruh ku untuk tetap di sini, benar-benar menyebalkan!" ucap Airin dengan nada bicara yang ketus.


Setelah mengatakan hal tersebut tanpa menunggu jawaban dari Pria tersebut, Airin langsung melangkahkan kakinya pergi begitu saja meninggalkan Pria itu dengan tatapan yang sinis. Membuat seulas senyuman tipis lantas terlihat menghiasi raut wajah Pria tersebut ketika mendapati perlakuan Airin kepadanya.


"Gadis pemilik darah suci memang sedikit berbeda, aromanya benar-benar mengeluarkan bau yang khas." ucap Pria itu sambil melihat kepergian Airin dari hadapannya.


***


Airin yang penasaran akan segala hal yang dilakukan oleh Luke, lantas mulai melangkahkan kakinya bergegas menyusul Luke yang tadi terlihat keluar dari arah pintu belakang Bar.


Ketika Airin berhasil keluar dari sana, Airin nampak mengedarkan pandangannya ke area sekitar dan mencari keberadaan Luke di sekitaran pintu keluar. Dan benar saja pandangannya terhenti tepat di sudut gang tersebut, dimana terdapat seorang Pria dan juga Wanita tengah berciuman dengan gelagat yang penuh gairah, hal itu terlihat dari bagaimana tangan si Pria yang saat ini terlihat bermain di area paha si Wanita dan sesekali di area dua gunung kembarnya.


"Is benar-benar menggelikan!" ucap Airin sambil bergidik ngeri dan langsung hendak berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut karena tak mendapati keberadaan Luke di daerah sana.


Hanya saja ketika langkah kakinya hendak meninggalkan tempat tersebut. Airin yang seperti tak asing dengan pakaian yang dikenakan oleh si Pria, lantas kembali melangkahkan kakinya mundur dan mempertajam penglihatannya lagi, seakan seperti mengenali siapa Pria yang tengah berciuman dengan Wanita itu.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, bukankah itu Luke?" ucap Airin dengan nada yang terkejut akan apa yang baru saja ia temukan saat ini di daerah gang tersebut.


Bersambung


__ADS_2