
Di ruangan pribadinya terlihat Arga tengah menatap lurus ke arah gelas yang saat ini berada di tangannya. Seulas senyum bahkan terlihat terukir dengan jelas begitu Arga mengingat kembali semua laporan yang di berikan oleh Fathan sebelumnya.
Arga menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil meminum sebuah minuman berwarna merah pekat di gelasnya.
Pyar...
Suara gelas yang di banting dengan keras lantas terdengar menggema di ruangannya saat itu, membuat Arga langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Darah rusa ini benar-benar sudah tidak lagi sama dan aku membencinya!" pekik Arga dengan raut wajah yang kesal.
Arga mengusap raut wajahnya dengan kasar sambil mengambil posisi berkacak pinggang. Pikirannya saat ini benar-benar melayang membayangkan kembali setiap perkataan yang keluar dari mulut Fathan. Entah mengapa siklus ini benar-benar membuatnya kesal. Datangnya pelindung lain yang mengawasi gadis pemilik darah suci membuatnya semakin sulit untuk mendapatkan celah di tengah persaingan yang sengit.
"Benar-benar menyebalkan! Aku bahkan belum berhasil menyingkirkan Luke, saat ini malah sudah bertambah lagi yang baru Argg..." ucap Arga dengan raut wajah yang kesal ketika mendapati sosok jelmaan manusia serigala tengah berada di dekat Airin saat ini.
***
Setelah dari rusun dan menyelesaikan tugasnya, Luke membawa Airin berteleportasi ke sebuah taman yang begitu rindang dan juga cantik, membuat Airin yang mendapati hal tersebut tentu saja langsung terpukau akan keindahannya.
Luke menggandeng tangan Airin dan menggenggamnya dengan erat. Membawa Airin semakin masuk ke dalam taman itu dengan langkah kaki yang perlahan. Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Airin bertanya-tanya akan tingkah laku Luke saat ini, sehingga membuatnya hanya bisa melirik sekilas ke arah Luke tanpa bisa bertanya lebih lanjut kepada Luke saat ini.
"Kenapa kamu terus menatap ku seperti itu? Katakan saja jika kamu ingin menanyakan sesuatu kepada ku!" ucap Luke dengan nada yang datar namun masih tetap fokus menatap ke arah sekitar.
"Kemana kamu ingin membawa ku pergi?" tanya Airin pada akhirnya, ia bahkan sudah benar-benar penasaran sejak tadi.
"Ke rumah Lisa" ucap Luke dengan nada yang datar membuat Airin lantas mengernyit dengan seketika.
"Lisa? Lisa siapa? Sepertinya aku tidak mempunyai teman yang bernama Lisa, apa jangan-jangan Lisa blackpink?" ucap Airin dengan raut wajah yang sumringah namun berhasil menghentikan langkah kaki Luke dengan seketika.
Luke menatap ke arah Airin dengan seketika sambil menarik napasnya dengan panjang, membuat Airin langsung menutup mulutnya dengan rapat begitu mendapat sorotan mata tajam dari Luke saat ini.
__ADS_1
"Seseorang yang tentunya bukan bermarga blackpink." ucap Luke dengan nada yang santai namun berhasil membuat Airin melongo ketika mendengarnya.
"Sudahlah lupakan saja, yang jelas siapa sebenarnya Lisa?" ucap Airin kemudian mencoba mengabaikan ucapan Luke yang terdengar begitu absurd itu.
"Kau akan tahu nantinya." jawab Luke dengan nada yang singkat kemudian kembali menggandeng tangan Airin untuk kembali melangkahkan kakinya semakin masuk menyusuri area taman bunga tersebut.
**
Kediaman Lisa
Setelah memasuki area kediaman Lisa, Airin nampak terlihat takjub ketika mendapati bagian rumah Lisa nampak seperti rumah seorang bangsawan di jaman kolonial. Benar-benar nampak antik dan juga estetik yang di padu padankan dengan karpet berwarna merah di sepanjang jalan menuju naik ke arah tangga.
Airin yang mendapati hal tersebut lantas tersenyum dengan simpul namun tetap melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Luke yang membawanya semakin masuk ke dalam.
"Jika setiap hari aku ke sini pasti berasa melewati red carpet di acara festival internasional kali..." ucap Airin dalam hati mulai menghayal.
Sampai kemudian ketika Airin tengah hanyut akan khayalannya, sebua yang asing nampak mulai terdengar dan langsung membuyarkan lamunannya dengan seketika.
Mendengar hal tersebut Airin nampak terpaku sejenak, sedangkan Luke malah memutar bola matanya dengan jengah ketika mendapati Lisa tengah berakting saat ini.
"Sudahi akting mu itu karena terasa sangat menyebalkan ketika mendengar aksen bangsawan keluar dari mulut mu." ucap Luke dengan nada yang dingin membuat Airin langsung melongo seketika sambil menepuk pundak Luke dengan keras.
Bugh...
Suara pukulan Airin terdengar begitu keras bahkan hingga membuat bola mata Lisa membulat dengan seketika begitu melihat tingkah Airin saat ini yang tiba-tiba memukul Luke tersebut.
"Tunjukkan rasa hormat mu kepada orang tua.. Apa kamu tidak bisa berbicara lebih sopan kepadanya?" bisik Airin yang lantas membuat Lisa tertawa begitu mendengarnya secara langsung.
"Hahaha sepertinya hanya kau yang berani melakukan itu kepadanya, kau tahu? jika ada seseorang yang menyentuh tubuhnya mungkin darah mu akan langsung di hisap habis olehnya." ucap Lisa sambil tertawa dengan kencang.
__ADS_1
"Benarkah?" ucap Airin dengan nada yang terdengar polos dan semakin membuat Lisa tertawa ketika mendengarnya.
"Berhenti tertawa Lis, lagi pula asal kau tahu? Umur ku dan umurnya tidak jauh berbeda dimana Aku 500 tahun sedangkan dia 510 tahun..." ucap Luke dengan nada yang datar kemudian mengambil duduk di meja makan dan memakan satu buah apel dengan santainya.
"Apa? 500 tahun? Kau bahkan sudah setua itu? Tapi mengapa raut wajah kalian tak sama?" ucap Airin kemudian.
"Maksud mu karena wajah ku yang terlihat lebih tua bukan? Em ya itu karena aku meninggal dan jadi Vampir di usia ku yang ke 50 tahun dan jadilah aku seperti ini. Tapi aku rasa itu tidaklah buruk, bukankah begitu Luke?" ucap Lisa sambil tersenyum dengan simpul.
"Terserah apa katamu..." ucap Luke dengan nada datarnya yang khas.
"Akh begitu rupanya..." ucap Airin kemudian yang mulai mengerti akan apa yang sedang terjadi.
"Karena kamu sudah berada di sini, ikutlah dengan ku karena aku mempunyai sesuatu untuk mu." ucap Lisa pada akhirnya sambil menarik tangan Airin begitu saja agar mengikuti langkah kakinya.
***
Taman
Lisa yang mengatakan hendak menunjukkan sesuatu kepada Airin lantas menariknya hingga menuju ke taman pribadi miliknya. Begitu cantik dan tertata dengan rapi. Semua tanaman di sana benar-benar gemuk dan juga bersih, sepertinya Lisa benar-benar merawatnya dengan sangat baik.
"Bunga-bunga di taman pribadi mu benar-benar tumbuh dengan sehat ya? Begitu cantik dan juga menyejukkan mata siapa saja yang melihatnya." ucap Airin sambil menatap ke arah sekitar di mana bunga-bunga cantik tertata di sana.
"Tentu saja, jika kamu menyukainya datang lah kapan pun kamu ingin kemari." ucap Lisa sambil tersenyum simpul.
"Caranya?" tanya Airin dengan raut wajah yang penasaran.
"Cukup bayangkan saja tempat ini dengan hati yang tenang, maka sesuatu yang ajaib akan membawa mu datang ke tempat ini." ucap Lisa dengan nada yang begitu ceria.
"Apa?
__ADS_1
Bersambung