
Apartment Luke
Di depan pintu unit Apartment Luke, terlihat Airin tengah berdiri dengan tatapan yang bingung menatap ke arah pintu unit Apartment milik Luke. Entah apa yang harus Airin katakan untuk mengawali segalanya, mungkinkah Luke akan mengatakan ia gila atau sejenisnya ketika mengetahui jika Airin lebih memilih menghampiri seseorang yang jelas-jelas sudah menghisap darahnya saat itu.
Airin menghela napasnya dengan panjang kemudian menatap kembali ke arah pintu unit Apartment Luke.
"Aku benar-benar sudah gila sepertinya." ucap Airin dengan wajah yang menunduk ke arah bawah.
Airin mendongakkan kepalanya secara perlahan kemudian kembali menghela napasnya dengan panjang. Airin sudah memutuskan jika ia tetap ingin bertemu dengan Luke dan memperjelas semuanya. Membuat Airin pada akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu unit Apartment Luke selama beberapa kali.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu unit Apartment Luke terdengar menggema di lorong tersebut selama beberapa kali, membuat Luke yang tengah berdiam diri di dalam lantas mulai bangkit sambil berdecak dengan kesal ketika mendengar suara ketukan yang berulang tersebut.
Criet
Pintu unit Apartment milik Luke nampak terbuka secara perlahan dan menampilkan sosok Luke di ambang pintu, membuat Airin yang melihat hal tersebut lantas langsung melambaikan tangannya sambil tersenyum simpul menatap ke arah Luke saat ini.
"Hai..." ucap Airin dengan senyuman yang mengembang.
"Kau..." ucap Luke yang terkejut akan kehadiran Airin di depan pintu Apartemennya, membuat Luke dengan spontan menutup pintu unit Apartemennya karena terkejut ketika melihat sosok Airin di luar.
Bruk...
Melihat Airin berdiri di depan pintu unit Apartemennya tentu saja membuat Luke terkejut bukan main. Luke bahkan jelas-jelas telah menghisap darah yang ada di tangan Airin cukup banyak. Bagaimana mungkin saat ini Airin sudah berdiri tepat di depan pintu unit Apartemennya dalam keadaan yang baik-baik saja? Bukankah hal itu sangat mustahil kecuali jika Airin saat ini telah berpindah alam menjadi sosok hantu. Dan hal itu malah semakin mengejutkannya karena jika sampai Airin tewas dan menjadi arwah, bukankah semua rencananya untuk menjadi manusia akan sia-sia saja?
__ADS_1
"Tidak mungkin dia sudah tewas bukan?" ucap Luke sambil mengusap raut wajahnya dengan kasar.
Luke benar-benar khawatir dan merasa cemas saat ini, apalagi jika sampai praduganya benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Jika sampai hal itu terjadi maka Luke harus menunggu beberapa tahun atau bahkan puluhan tahun lagi untuk menunggu lahirnya kembali pemilik darah suci, bukankah itu akan memakan waktu terlalu lama?
Disaat Luke tengah sibuk dengan pemikirannya sendiri sebuah ketukan pintu dari luar kembali terdengar di telinganya. Namun kali ini disertai dengan ocehan dari Airin yang tentu saja langsung membuat Luke mengernyit begitu mendengarnya barusan.
"Luke bukalah.. Aku tahu kamu tidak akan mau bertemu dengan ku, tapi dengarkanlah aku Luke.. Luke..." ucap Airin di luar pintu unit Apartemennya.
Mendengar suara tersebut membuat Luke lantas langsung membuka pintu unit Apartemennya kembali seakan berusaha untuk memastikan jika semua praduganya adalah salah.
Ceklek...
"Apa kamu sudah mau bertemu dengan ku?" tanya Airin kemudian ketika melihat pintu unit Apartment Luke kembali terbuka.
"Apa kamu tidak melihat jika di depan unit Apartment mu adalah unit Apartemen milikku? Lalu mengapa kamu masih bertanya lagi? Tentu saja aku berjalan untuk bisa sampai kemari." ucap Airin kemudian dengan nada yang kesal karena sedari tadi Luke hanya berputar-putar saja.
"Aku tahu tentang hal itu, hanya saja yang saat ini tengah aku bahas, apakah kamu baik-baik saja bahkan setelah segala hal yang telah terjadi kepadamu sebelumnya?" ucap Luke kemudian yang lantas membuat Airin terdiam seketika.
"Maksud mu ini?" tanya Airin kemudian sambil mengangkat tangannya yang di balut oleh perban saat ini.
Melihat tangan Airin di angkat tinggi-tinggi lantas membuat Luke mendesis seketika, bau darah suci benar-benar masih menyeruak memenuhi indra penciumannya membuat Luke seakan merasa melayang begitu aroma darah suci memenuhi hidungnya.
"Turunkan tangan mu dan jangan coba-coba memancingku!" ucap Luke sambil mengarahkan tangan Airin untuk menjauh dari dirinya.
"Apa kamu terpancing hanya dengan melihat setetes darah milik ku? Apakah semua Vampir seperti itu? Lalu bagaimana mereka menahannya?" tanya Airin kemudian dengan membabi buta, membuat Luke lantas langsung mengernyit dengan seketika begitu mendengar pertanyaan tersebut keluar dari mulut Airin barusan.
__ADS_1
Luke menghela napasnya dengan panjang begitu mendengar setiap pertanyaan yang keluar dari mulut Airin saat itu. Luke bahkan tidak habis pikir, bagaimana bisa gadis di depannya sama sekali tidak takut kepadanya walau ia telah menghisap sebagian darah miliknya.
"Karena kamu sudah selamat dari ambang kematian maka bersyukurlah dan menjauh dari ku. Kamu jelas tahu jika Vampir dan juga manusia tidak bisa berteman dengan baik, jadi mari jaga jarak dan hidup dalam alam masing-masing." ucap Luke kemudian sambil berusaha hendak menutup pintu unit Apartemennya.
Hanya saja Airin yang melihat pintu unit Apartment Luke hendak di tutup tentu saja berusaha untuk menahannya agar Luke tidak jadi menutup pintu tersebut.
"Aku tahu aku gila karena malah datang kepadamu walau kamu sudah menghisap darah ku. Aku juga tidak tahu mengapa, tapi yang jelas aku ingin menekankan kepadamu jika aku sama sekali tidak takut kepadamu, aku bahkan tidak marah meski kamu telah menghisap darah milik ku dan satu hal lagi yaitu aku tetap ingin menjadikan mu pelindung ku, jadi aku harap jangan menghindari ku lagi Luke." ucap Airin dengan nada yang tulus membuat Luke langsung terdiam seketika.
Luke seakan terhanyut akan kejernihan manik mata milik Airin saat ini, namun langsung terputus dengan ingatan dimana ia harus mengambil darah Airin untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang manusia.
"Akan aku pikirkan lagi tapi ku mohon biarkan aku istirahat sekarang!" ucap Luke sambil menyingkirkan tangan Airin dari pintunya kemudian menutup pintu unit Apartemennya dengan rapat tanpa menunggu jawaban dari Airin terlebih dahulu.
Bruk
"Dasar Vampir menyebalkan! Aku bahkan sudah menyiapkan kata-kata yang indah namun dia malah menutup pintu untuk ku, benar-benar keterlaluan." ucap Airin kemudian menggerutu kesal karena Luke menutup pintunya begitu saja.
***
Apartment Luke
Setelah menutup pintu unit Apartemennya barusan Luke lantas terdiam sambil menyandarkan tubuhnya tepat di area pintu unit Apartemennya. Entah mengapa jalannya menuju keberhasilan sangatlah berat, membuat helaan napas terus-terusan berhembus dengan kasar keluar dari mulut Luke saat itu. Luke benar-benar tidak tahu jika untuk membuat seorang manusia jatuh cinta kepadanya ia harus mengorbankan perasaannya juga untuk ikut masuk ke dalamnya. Membuat Luke tidak menyadari jika ia mulai perlahan-lahan membuka hatinya pada sosok gadis yang terus mengejarnya dan meminta perlindungan kepada dirinya.
"Sepertinya aku harus bertemu dengan Lisa, aku rasa Lisa pasti mengetahui sesuatu." ucap Luke pada akhirnya sebelum memutuskan untuk berteleportasi ke kediaman Lisa.
Bersambung.
__ADS_1