
"Ada apa dengan mu?" ucap Luke dengan raut wajah yang mengernyit mendapati raut wajah merona milik Airin.
"Ti...dak ada.. Kau saja yang terlalu dekat! Napas mu benar-benar bau." ucap Airin sambil mendorong sedikit tubuh Luke agar menjauh saat ini.
Jantungnya benar-benar tidak aman jika berada di dekat Luke seperti ini. Entah sejak kapan ia mulai merasakan hal yang tidak biasa, namun untuk saat ini Airin sama sekali tidak ingin terlena dan jatuh ke dalam rasa itu. Lagi pula, mana ada mangsa yang jatuh cinta dengan pemburunya? Dipikirkan bagaimana pun hal ini tetaplah mustahil dan juga gila.
Airin membuang mukanya ke samping tepat setelah mengatakan hal Absurd tersebut, ia bahkan sampai merutuki kebodohannya karena tanpa sadar mengatakan hal itu kepada Luke. Membuat Luke yang mendapati hal tersebut semakin tidak mengerti dan hanya menghela napasnya dengan panjang.
"Siapa di sana!" pekik seseorang di balik batu ketika mendengar sebuah helaan napas yang besar.
Keduanya yang mendengar suara tersebut ditujukan pada keduanya, lantas saling pandang antara satu sama lain. Keduanya saling kode lewat tatap mata membuat Airin yang tak kunjung melihat Luke bangkit juga, lantas mulai mendorong tubuhnya agar bangkit saat itu juga.
Mendapat dorongan tersebut, Luke yang tidak siap terlihat terhuyung dan jatuh dalam posisi terduduk tak jauh dari batu besar tempat keduanya bersembunyi. Membuat Luke lantas menatap tajam ke arah Airin, yang hanya di balas Airin dengan tertawa tanpa suara.
"Luke? Bukankah itu kamu?" ucap sebuah suara yang lantas membuat Luke menoleh ke arah sumber suara.
"Oh hai Naira..." ucap Luke sambil bangkit dari posisinya dengan nada suara yang terdengar canggung saat itu.
"Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kamu sedang berada di dunia manusia? Apakah misi mu untuk menjadi manusia seutuhnya sudah berhasil? Sepertinya sebelumnya aku mencium bau manusia yang amat pekat, namun detik berikutnya hilang dan berbau samar. Apa itu berasal dari dirimu?" ucap Naira yang terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Luke berada.
Namun Luke yang mendengar perkataan Naira barusan dan seakan tahu arah pembicaraan Naira saat ini, lantas langsung melesat mendekat ke arah Naira dan menarik Naira untuk melangkah berbalik arah dari tempatnya semula.
__ADS_1
"Aku masih setengah perjalanan, sehingga aroma tubuh ku terkadang seperti manusia namun juga terkadang kembali ke aroma ku semula." ucap Luke mencoba untuk mencari alasan sekiranya Naira akan percaya kepada ucapannya.
"Apakah yang seperti itu ada? Kamu sedang menipu ku ya?" ucap Naira yang tak langsung percaya begitu saja dan terlihat menghentikan langkah kakinya saat itu.
"Tentu saja ada, jika tidak percaya kau bisa tanya langsung kepada Lisa." ucap Luke sambil sesekali menoleh ke arah batu besar dimana Airin tengah bersembunyi saat ini.
"Benarkah?" tanya Naira yang tak terlalu percaya akan perkataan Luke sebelumnya.
"Sungguh" ucap Luke kembali.
Sambil terus mencoba untuk meyakinkan Naira akan perkataannya, lantas membuat Luke terus membawa Naira pergi menjauh dari sana. Berharap dengan begitu Airin akan aman, setidaknya sampai ia kembali dan selesai dengan Naira.
"Tunggu aku sebentar Ai!" ucap Luke dalam hati sambil sesekali menatap ke arah di mana batu besar itu berada.
***
Airin yang tidak sengaja mendengar percakapan keduanya saat itu, lantas langsung terdiam di tempatnya dengan seketika. Semua pertanyaan yang sedari tadi berputar di kepalanya tentang alasan Luke mendekatinya, sekarang satu persatu mulai terjawab dengan sendirinya.
Airin terduduk di tempatnya saat itu, ketika ia merasa jika Luke sudah pergi cukup jauh dari sana. Airin nampak mengusap raut wajahnya dengan kasar, kemudian bersandar pada batu besar menatap ke arah langit yang berwarna biru cerah saat itu.
Satu hal yang mungkin tidak akan bisa ia terima, namun anehnya malah terasa biasa saja. Airin yang seharusnya merasa jika Luke tidaklah adil pada dirinya, hanya saja nyatanya ketika mendengar alasan Luke mendekatinya untuk berubah menjadi manusia. Membuat hati Airin mendadak luluh karenanya.
__ADS_1
"Apakah aku ini bodoh? Mengapa aku sama sekali tidak marah ketika mendengar jika Luke memanfaatkan ku untuk menjadi manusia? Apa aku sesuka itu padanya? Aturannya meski kau suka jangan mau berkorban sampai seperti ini Ai..." ucapnya pada diri sendiri sambil mengusap rambutnya dengan kasar saat itu.
Airin nampak tersenyum dengan tipis kemudian bangkit dari tempatnya berada. Ia tidak lagi perduli jika sekumpulan Vampir di sana mencium aromanya, lagi pula mati sekarang atau pun nanti bukankah sama saja?
Dengan langkah kaki yang perlahan Airin nampak membawa langkah kakinya tanpa arah tujuan, entah kemana langkah kaki akan menuntunnya mencari arah. Namun yang jelas ia tidak ingin hanya diam dan menerima nasibnya saja.
"Sial! Seharusnya aku lebih menikmati hidup ku sedari dulu. Jika tahu aku akan mati dengan cara tragis seperti ini." ucap Airin sambil terus membawa langkah kakinya berlalu pergi dari sana.
***
Beberapa menit setelah Luke berhasil pergi dari Naira, Luke nampak mengambil langkah kaki setengah berlari. Sepertinya ia sudah terlalu lama meninggalkan Airin di tempat tersebut seorang diri. Sambil mengatur napasnya yang terasa ngos-ngosan, Luke nampak menghentikan langkah kakinya di dekat batu besar tersebut.
"Aku minta maaf Ai, tadi aku..." ucap Luke namun terhenti dengan seketika di saat ia tak mendapati keberadaan Airin di sana.
Luke yang tak percaya jika Airin saat ini sudah pergi, nampak mengedarkan pandangannya ke area sekitar dan mencari jejak gadis itu. Akan jadi masalah yang besar, jika sampai Airin di temukan oleh Agra dan beberapa keluarga Vampir lainnya yang haus akan darah segar. Entah apa yang akan terjadi kepada Airin jika hal itu benar-benar terjadi.
Luke mengusap raut wajahnya dengan kasar, penyesalan terlihat jelas terlukis di wajah tampannya itu. Ia bahkan merutuki kebodohannya karena bukannya membawa Airin berteleportasi pergi, Luke malah membawa Naira menjauh dari Airin.
"Apakah kau sebodoh itu Luke? Bagaimana bisa Airin pergi tanpa aku? Apa dia mendengar perkataan ku dengan Naira sebelumnya? Arg benar-benar sialan!" pekik Luke dengan raut wajah yang kesal.
Luke yang takut jika terjadi sesuatu hal buruk kepada Airin, lantas memutuskan untuk melesat dan mencari keberadaan Airin di sekitar sana. Luke benar-benar berharap sesuatu yang buruk tidak menimpa Airin atau hal itu akan membuatnya sangat menyesal nantinya.
__ADS_1
"Kamu dimana Ai? Tidak bisakah kamu menunggu ku barang sebentar saja?" ucap Luke sambil membawa dirinya melesat membelah kawasan hutan saat itu.
Bersambung