
Kediaman Lisa
Luke yang baru saja tiba di kediaman Lisa setelah berteleportasi dari unit Apartemennya, lantas langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sambil terus membawa langkah kakinya masuk ke area dalam, Luke terlihat menatap ke arah sekitar dan mencari keberadaan Lisa di sekitaran sana.
Sampai kemudian ketika langkah kaki Luke hendak menaiki anak tangga, sebuah suara nampak terdengar dari arah meja makan yang lantas membuat Luke langsung menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
"Ada apa lagi kali ini? Sepertinya akhir-akhir ini kamu sering sekali berkunjung." ucap Lisa dengan nada yang santai sambil menyeruput teh di cangkirnya dengan anggun.
Mendengar sebuah suara tersebut, lantas memuat Luke mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah dimana Lisa berada saat ini.
"Aku tahu, apa yang terjadi kepada Airin adalah campur tangan darimu, bukan?" ucap Luke langsung berterus terang tanpa basa-basi sama sekali.
Lisa yang mendengar perkataan dari Luke barusan, lantas langsung tersenyum dengan simpul kemudian meletakkan cangkir berisi teh miliknya tepat ke atas meja makan. Lisa menatap ke arah Luke dengan tatapan yang intens selama beberapa detik, ia jelas tahu bahwa saat ini Luke tengah menyimpan berbagai pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya.
"Lalu?" ucap Lisa dengan nada yang santai.
Mendengar jawaban singkat dari Lisa barusan tentu saja membuat Luke mengernyit dengan tatapan yang bingung. Entah mengapa Lisa bisa sesantai itu padahal apa yang terjadi tentu saja tidak di perbolehkan dalam dunia Vampir.
"Kamu tanya lalu? Apakah kamu sadar jika perbuatan mu itu melanggar buku tatanan kehidupan Vampir?" ucap Luke dengan nada yang kesal.
"Aku tahu." jawab Lisa masih dengan nada yang santai, membuat Luke benar-benar tak habis pikir akan nada bicara Lisa yang terkesan begitu santai.
"Lantas?"
__ADS_1
Mendapat pertanyaan tersebut kemudian membuat Lisa menghela napasnya dengan panjang kemudian tersenyum menatap ke arah Luke, membuat Luke semakin dibuat bingung sekaligus penasaran akan maksud dari senyuman Lisa barusan.
"Aku tahu apa yang aku lakukan salah dan juga daun itu jarang sekali bisa di dapat karena aku yang meraciknya sendiri. Hanya saja jika aku membiarkan gadis pemilik darah suci itu menerima transfusi darah, maka kemurnian dari darah suci itu sendiri akan menghilang. Bisa kau bayangkan jika gadis itu berubah menjadi gadis yang biasa hanya karena kecerobohan mu itu? Pikirkan lah baik-baik Luke, sebenarnya yang harus mengikuti peraturan itu aku atau kau!" ucap Lisa kemudian dengan menatap tajam ke arah Luke saat ini.
Luke terdiam tepat ketika mendengar penjelasan dari Lisa barusan. Apa yang dikatakan oleh Lisa barusan adalah sebuah kebenaran, Luke bahkan juga bingung mengapa ia bisa lepas kendali seperti itu padahal biasanya Luke masih bisa menahannya, walau melihat berliter-liter darah segar dihadapannya.
"Aku tahu aku memang salah, tapi apa dengan menolongnya itu akan merubah sesuatu? Lagi pula dia juga akan mati bukan? Jadi sekarang atau nanti apa bedanya?" ucap Luke kemudian dengan raut wajah yang bingung, namun berhasil membuat senyuman sinis di wajah Lisa saat itu.
"Aku tahu saat ini kamu pasti menganggap apa yang akan aku lakukan adalah sebuah hal bodoh, tapi percayalah jika suatu saat nanti kamu akan sangat bersyukur atas apa yang sudah aku lakukan kepadanya!" ucap Lisa kembali memberikan teka-teki yang tentu saja membuat Luke semakin dibuat kesal.
"Aku rasa pemikiran mu terlalu jauh Lis, antara aku dan dia tidak akan ada yang terjadi kecuali keberhasilan ku menjadi manusia seutuhnya!" ucap Luke kembali menekankan kepada Lisa tentang ia dan juga Airin.
"Kita lihat saja nanti." ucap Lisa masih dengan senyuman yang tipis membuat Luke tak lagi bisa berkata-kata.
***
"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" ucap Pria tersebut tepat ketika mengetahui jika Fathan datang.
"Aku yakin anda pasti sudah mengetahuinya Tuan Arga, jadi saya rasa kedatangan saya kemari hanya sebagai bentuk penguat sebuah informasi yang anda dapatkan saja." ucap Fathan dengan senyuman yang sinis.
Mendengat hal tersebut lantas membuat tawa terdengar keluar dari mulut Arga, sepertinya pengikutnya itu sungguh sangat memahami karakternya.
"Kau sungguh tahu bagaimana karakter ku rupanya, katakan saja informasi apa yang kau bawa saat ini?" tanya Arga kemudian setelah menghentikan tawanya barusan.
__ADS_1
"Saya sudah menemukan gadis pemilik darah suci itu, hanya saja sepertinya anda kalah start dengan Luke kali ini." ucap Fathan mulai melaporkan.
"Luke, Luke dan Luke dia selalu saja mengacaukan segala rencana ku, tapi sepertinya kali ini permainannya akan tetap sama seperti beberapa ratus tahun yang lalu. Bukankah dia sungguh sangat naif? Ketika Vampir diberikan anugrah keabadian, tapi dia malah menginginkan kehidupan manusia yang hanya bersifat fana." ucap Arga dengan senyuman yang sinis.
"Lantas, jika bukan karena kehidupan fana manusia.. Untuk apa anda menginginkan darah suci Tuan?" ucap Fathan dengan raut wajah yang bahagia.
Mendengar hal tersebut lantas membuat Arga tersenyum dengan menyeringai sambil menatap tajam ke arah Fathan.
"Ada masanya kamu akan mengetahui semua tujuan ku tapi sayangnya tidak untuk saat ini!" ucap Arga dengan nada yang datar.
***
Keesokan harinya
Pemberitaan tentang Asti dan Fahri menjadi tranding topik di Ibukota, sebuah hubungan percintaan yang toxic hingga membawa sebuah kematian membuat berita tersebut kian di serbu dan diminati oleh para netizen. Airin menghela napasnya dengan panjang ketika mendengar berita tersebut di siarkan di sepanjang jalan, membuat langkah kaki Airin saat ini terasa lebih ringan ketika mengetahui jika Fahri telah menerima ganjaran yang setimpal untuk perbuatannya.
Airin yang bersiap untuk pergi bekerja lantas terlihat menghentikan langkah kakinya tepat di sebuah halte bus. Sambil menunggu bus datang Airin nampak sedang asyik berselancar di dunia maya melalui ponsel miliknya.
"Semoga kamu sudah bahagia di atas sana As... Aku tahu jika kematian mu sangat tragis, namun setidaknya Fahri telah menerima ganjaran akan perbuatannya." ucap Airin pada diri sendiri.
Disaat Airin tengah sibuk mengikuti perkembangan berita tentang Asti, di seberang jalan terlihat seorang Pria tengah menatap ke arah Airin dengan tatapan yang intens. Airin benar-benar tidak sadar jika dirinya sedari tadi sedang diperhatikan oleh seseorang.
"Gadis itu tidaklah buruk, selain darahnya yang berguna, wajahnya ternyata sangatlah menawan." ucap sosok tersebut yang ternyata adalah Arga.
__ADS_1
Bersambung