Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Tidak ada yang bisa merebutnya dari ku


__ADS_3

Setelah Jacob memberikan perintah untuk bergerak tepat ketika Airin pingsan. Kelimanya kemudian mulai membawa langkah kaki mereka dengan perlahan menuju ke arah kediaman Ratu Sofia berada.


Hanya saja ketika langkah kaki mereka baru beberapa kali melangkah. Tepat sesuai prediksi Jacob sebelumnya sekelompok Serigala dengan corak warna bulu hitam pekat, nampak terlihat mendekat dari arah kejauhan. Membuat langkah kaki kelimanya lantas terhenti dengan seketika saat itu.


"Sial!" pekik Jacob dalam hati ketika menyadari pergerakan Serigala hitam kian mendekat ke arah mereka saat itu.


"Aiden dan Akra, kalian berangkat lah lebih dulu menuju ke tempat Ratu Sofia biar aku, Steve dan juga Frans yang akan menghalau golongan hitam.


"Baik Ketua II..." ucap Akra dan juga Aiden hampir secara bersamaan.


Setelah mengatakan hal tersebut baik Aiden dan juga Akra nampak melesat meninggalkan ketiganya di sana, yang saat ini sedang bersiap untuk melawan sekelompok Serigala golongan hitam.


***


Sekelompok Serigala yang tadinya berlarian sambil terus melolong melintasi hutan, tepat ketika mereka sampai di hadapan Jacob dan yang lainnya. Wujud mereka langsung berubah menjadi manusia seutuhnya. Membuat Jacob, Frans dan juga Steve yang menyadari akan hal tersebut, nampak bersiap jika memang sekelompok Serigala hitam membuat ulah saat itu.


Wili yang notabenenya adalah ketua golongan tersebut, begitu ia sampai dan bertemu dengan Jacob. Wili nampak mengernyit dengan tatapan yang bingung karena hanya mendapati sosok Jacob, Frans dan juga Steven di sana.


Diedarkannya area sekitaran seakan mencoba untuk mencari keberadaan pemilik darah suci tersebut. Wili jelas yakin jika aroma tersebut berasal dari tempat ini. Sampai kemudian setetes noda darah yang terlihat berada pada daun yang mengering, lantas terlihat dan mencuri pandangan Wili saat itu.


"Katakan dimana kau menyembunyikan pemilik darah suci tersebut!" ucap Wili dengan tatapan yang tajam.


"Apa kau tidak melihat jika dia tidak ada di sini saat ini? Apa kau perlu kacamata untuk memastikan hal tersebut?" ucap Jacob dengan nada menyindir yang begitu santai saat itu.


Mendengar perkataan Jacob yang tidak mengenakan itu, lantas membuat Wili langsung melekat dan berhenti tepat di hadapan Jacob saat itu. Membuat tawa Jacob langsung terhenti dengan seketika begitu mendapati hal tersebut.

__ADS_1


"Tutup mulut mu karena aku membenci setiap kata yang keluar dari mulut mu itu!" ucap Wili dengan nada penuh penekanan, namun berhasil membuat senyuman tipis terlihat jelas di wajah Jacob saat itu.


"Jika memang kau tidak menyukainya, lalu mengapa kau datang? Bukankah ini bukanlah kawasan mu? Ayolah Wil.. Kau senang sekali melanggar peraturan rupanya." ucap Jacob kembali yang semakin membuat Wili mengeratkan genggaman tangannya saat itu.


"Ayo kita pergi dan cari dia, aku yakin jika Jacob pasti sudah menyembunyikannya di sekitar sini." ucap Wili kemudian mulai memberikan perintah sambil berbalik badan hendak meninggalkan tempat itu.


Hanya saja tepat ketika Wili berbalik badan dan hendak berlalu pergi dari sana, di hadapannya saat ini terlihat Steve dan juga Frans tengah menghadangnya dengan senyuman yang tipis. Membuat Wili lantas langsung mengernyit sambil menatap penuh tanda tanya ke arah keduanya saat itu.


"Menyingkirlah dari jalan ku!" ucap Wili sambil menggerakkan tangannya seakan mengisyaratkan keduanya untuk menyingkir dari sana.


"Jika kamu ingin kami pergi, maka langkah dahulu nyawa kami!" ucap Steve dengan senyuman yang meringis saat itu.


Tepat setelah mengatakan hal tersebut tubuh Steve dan juga Frans langsung berubah menjadi seekor Serigala berbulu lebat. Sambil langsung meloncat dan menghantam tubuh Wili begitu saja, hingga membuatnya terjatuh dan terpental sejauh beberapa meter dari posisinya semula.


Auuuu auuuu...


Perkelahian antara kelompok mereka sama sekali tidak bisa di hindarkan, membuat pertempuran menjadi sengit di iringi suara lolongan Serigala yang terus terdengar di area sana.


**


Sementara itu di lain tempat Aiden dan juga Akra terlihat mulai bergerak dengan langkah kaki yang cepat. Hanya saja ketika langkah kaki keduanya hampir sampai di area plataran kediaman Sofia saat itu, tepat di depan mereka terlihat seseorang dengan bayangan yang samar, nampak berdiri tidak jauh dari keduanya berada saat ini.


"Serahkan Airin sekarang juga!" ucap sebuah suara yang lantas membuat keduanya mengernyit menatap ke arah sosok tersebut.


"Siapa kau!" ucap Aiden dengan raut wajah yang mengernyit.

__ADS_1


Sampai kemudian ketika sosok tersebut perlahan-lahan mulai berbalik badan dan menatap ke arah keduanya, betapa terkejutnya mereka ketika ia menyadari jika yang saat ini tengah berdiri di depannya adalah seorang Vampir.


"Vampir seperti mu bagaimana bisa masuk ke wilayah kami? Apa kau sudah bosan untuk hidup?" ucap Arka dengan tatapan yang tajam menatap ke arah sosok Vampir tersebut, yang ternyata adalah Luke.


"Sepertinya kalian lah yang bosan untuk hidup, tidak ada satupun yang bisa merebut Airin dariku! Kembali secara baik-baik atau aku akan merebutnya dengan paksa." ucap Luke dengan tatapan yang tajam sambil terus membawa langkah kakinya mendekat ke arah keduanya saat itu.


"Jangan bercanda..." ucap Aiden.


Wush...


Hanya saja tepat ketika Aiden mengucapkan kata-kata tersebut dan belum sempat melanjutkan perkataannya. Sebuah angin yang cukup besar nampak mendadak terasa berhembus kencang menghampiri keduanya saat itu, membuat manik mata mereka terasa pedih karena beberapa butir pasir yang masuk ke dalam mata mereka saat itu.


"Akh sial!" ucap Aiden dengan nada yang kesal.


"Dimana gadis itu!" ucap Arka yang terkejut karena Airin sudah tidak berada di gendongan Aiden saat ini.


Sedangkan Aiden yang baru menyadari jika air yang tidak lagi berada di atas pundaknya, lantas ikut terkejut sambil mengedarkan pandangannya ke area sekitar.


"Sudah kubilang tidak ada yang bisa merebut Airin dari tanganku, begitu pula dengan kalian bangsa Serigala!" ucap Luke dengan raut wajah yang tajam menatap ke arah keduanya, sedangkan di tangannya saat ini sudah berada Airin yang tengah terlihat masih menutup matanya saat itu.


Aiden yang melihat jika Airin sudah berada bersama dengan luke yang terlihat menggendongnya ala bridal style saat ini, lantas langsung menatap tidak suka ke arah Luke. Entah bagaimana caranya Luke tiba-tiba bisa mendapatkan Airin begitu saja tanpa memberikan perlawanan yang cukup kuat kepada keduanya, membuat perasaan amarah dan juga merasa terhina mendadak timbul dalam diri Aiden saat itu.


"Ada apa? Apa kau marah karena aku bisa merebutnya dengan mudah? Kau bahkan bukan tandingan ku!" ucap Luke dengan senyum mengejek ke arah keduanya.


"Sialan!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2