Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Hentikan Luke


__ADS_3

"Aaaaaaaa" pekik Airin yang terkejut ketika melihat tubuh Fahri melesat dengan cepat ke arahnya tanpa aba-aba terlebih dahulu.


Hanya saja Airin yang langsung menutup matanya tepat ketika melihat Fahri merayap ke arahnya dengan cepat. Hingga detik ini sama sekali tak merasakan apapun membuat Airin yang penasaran lantas membuka kelopak matanya dengan spontan.


"Sudah ku bilang untuk tidak menyentuh sesuatu milik ku! Apa kalian sama sekali tidak mengerti juga?" ucap Luke dengan nada yang geram sambil memegangi erat kepala Fahri yang saat ini masih dalam posisi tengah merayap.


Seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah Airin begitu melihat Luke sudah bangun dan kembali mengatasi Fahri, membuatnya mengambil langkah mundur secara perlahan seakan memberikan ruang bagi keduanya untuk bertarung.


"Kau Vampir serakah, apa begini cara mu hidup di dunia? Enak sekali kau mengklaim jika dia adalah milik mu argggg." ucap Fahri dengan nada yang sedikit mengeram.


"Coba saja ambil kalau kau bisa mengambilnya!" ucap Luke.


Tepat setelah mengatakan hal tersebut Luke lantas mengangkat tubuh Fahri agar berdiri, kemudian memukul tepat di sekitar area dada Fahri sambil memusatkan energinya mencoba untuk memukul keluar sosok negatif yang mendiami tubuh Fahri saat ini.


"Kau tidak akan bisa mengusir ku karena anak ini penuh dengan energi negatif, bukankah kami berdua adalah teman yang cocok?" ucap Fahri dengan senyum yang menyeringai kemudian melesat pergi dari hadapan Luke dan menuju ke arah dimana Airin berada.


"Sialan!" pekik Luke sambil berteleportasi ke arah Fahri mencoba untuk menahan gerakannya.


**


"Apa kau pikir kau bisa kabur semudah itu dari ku? Tentu saja tidak!" ucap Luke yang mendadak muncul diantara Airin dan juga Fahri yang hanya berjarak satu langkah saja.


Luke yang berhasil menangkap tubuh Fahri kemudian menyeret tubuhnya sedikit menjauh dari Airin dan menahannya di lantai. Ditatapnya Airin yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang kosong.


"Ambilkan aku beras sekarang!" ucap Luke dengan nada yang memerintah, yang tentu saja langsung membuyarkan lamunan Airin dengan seketika.


"Beras!" ucap Airin kemudian sambil mulai bangkit dengan perlahan menuju ke arah dapur.

__ADS_1


**


Dapur


Airin membuka beberapa lemari untuk mencari keberadaan beras di area sana, sampai kemudian gerakannya lantas terhenti ketika Airin melihat sebuah boks yang berisi beras di dalamnya. Airin yang melihat boks tersebut tidaklah terlalu besar lantas memutuskan untuk membawanya sekali. Sambil menahan rasa perih di telapak tangannya, Airin mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah di mana Luke berada untuk memberikan beras tersebut.


"Ini..." ucap Airin sambil menyodorkan boks tersebut.


"Genggam beras itu dan lempar dengan kuat ke arahnya!" ucap Luke kembali memberikan perintah.


"Aku?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung.


"Iya siapa lagi? Cepat lakukan saja dan jangan banyak bertanya dan satu hal lagi, jangan gunakan tangan mu yang terluka, pakailah tangan yang satunya!" ucap Luke masih dengan posisi memegangi Fahri.


"Lepaskan aku!" pekik Fahri dengan nada yang melengking.


"Sungguh-sungguh mempan? Aku pikir tadinya hanya lelucon saja." ucap Airin dalam hati.


Luke yang melihat sosok yang mendiami tubuh Fahri mulai kesakitan, lantas langsung memanfaatkan kesempatan tersebut. Luke memusatkan energinya dan mengarahkannya langsung tepat ke area dada Fahri dengan gerakan sedikit lebih menekan. Fahri yang mendapat tekanan dari segala sisi tentu saja semakin mengeram dan menggeliat seperti cacing kepanasan, membuat Airin yang terkejut lantas menghentikan gerakan tangannya.


"Jangan berhenti dan terus lakukan sebelum aku menyuruh mu berhenti." ucap Luke yang menyadari jika Airin menghentikan gerakannya.


"Baik" ucap Airin dengan cepat kembali melempari tubuh Fahri dengan beras.


Luke terus menekan sosok energi yang mendiami tubuh Fahri agar segera keluar dari sana. Sampai kemudian ketika Fahri terlihat sedang berada di dalam puncaknya, sebuah asap hitam nampak keluar dari mulut Fahri yang lantas membuat Luke tersenyum dengan tipis ketika melihat hal tersebut.


Meski sosok itu tidaklah musnah namun setidaknya ia tidak akan berani kembali dan mengganggu Airin lagi. Luke yang melihat hal tersebut nampak melepaskan tekanannya kepada Fahri yang saat ini terlihat menutup matanya, sedangkan Airin yang melihat Luke sudah bersantai kemudian terduduk dengan lemas di bawah.

__ADS_1


"Apa dia mati?" tanya Airin kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Tidak, dia hanya pingsan, apa kamu baik-baik saja?" tanya Luke kemudian.


"Tak apa, hanya tangan ku saja yang terluka selebihnya aku baik-baik saja." ucap Airin sambil menunjukkan tangannya kepada Luke.


Luke yang melihat adanya gumpalan darah di tangan Airin tentu saja manik matanya langsung memerah dengan seketika. Luke mendadak berteleportasi dan mendekatkan tubuhnya ke arah Airin, membuat Airin yang mendadak melihat Luke berpindah tempat dan langsung memegang tangannya yang terluka tentu saja terkejut.


"Apa kamu tidak bisa mengatakannya terlebih dahulu jika ingin berpindah tempat? Kamu selalu saja mengejutkan ku!" ucap Airin dengan nada yang kesal.


Namun Luke sama sekali tidak mendengarnya dan tetap fokus menatap telapak tangan milik Airin. Luke yang seperti terhipnotis ketika melihat noda darah milik Airin, lantas terlihat mulai mendekatkan wajahnya ke arah telapak tangan Airin seakan bersiap untuk menyesapnya. Sayangnya Airin yang mengira Luke hanya memperhatikan lukanya saja, lantas terlihat bersikap begitu santai dan malah tersenyum.


"Aku tidak apa-apa tak perlu khawatir..." ucap Airin dengan nada yang mencoba untuk menenangkan Luke.


"Darah suci..." ucap Luke dengan lirih membuat Airin langsung mengernyit dengan seketika.


"Apa?" ucap Airin dengan raut wajah yang kebingungan.


Disaat Airin tengah menatap penuh kebingungan ke arah Luke saat itu, tanpa aba-aba Luke lantas menyesap begitu saja telapak tangan milik Airin dengan cepat. Membuat Airin yang mendapati hal tersebut tentu saja terkejut bukan main. Melihat hal tersebut membuat Airin mencoba memukul punggung Luke, seakan berusaha untuk membuatnya sadar akan apa yang tengah ia lakukan saat ini.


"Hentikan Luke.. Apa yang kau lakukan?" ucap Airin sambil terus memukul punggunh Luke selama berkali-kali namun Luke tak kunjung mendengarnya juga.


Sampai kemudian ketika Airin tak bisa menghentikan aksi Luke saat ini, sebuah sirine polisi lantas terdengar dan langsung menyadarkan Luke detik itu juga. Luke melepas tangan Airin dengan spontan dan langsung mendongak ke arahnya. Mulut Luke benar-benar penuh dengan darah milik Airin yang belepotan di area mulutnya, membuat Airin dan juga Luke saling pandang selama beberapa detik.


"Luke..."


Bruk...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2