
Apartment Luke
Malam itu Luke terlihat tengah berdiri di kaca jendela Apartemennya menatap ke arah bulan purnama penuh. Sebuah lolongan serigala yang tentu saja Luke tahu dengan jelas bunyi lolongan tersebut, lantas membuat Luke begitu gelisah ketika terus mendengarnya secara bersahut-sahutan.
"Apa yang tengah mereka lakukan di kawasan ini? Bukankah seharusnya mereka tidak ada di sini?" ucap Luke pada diri sendiri bertanya-tanya sambil terus menatap ke atas dimana bulan purnama penuh terlihat di langit malam itu.
Disaat Luke tengah sibuk mengamati bulan purnama penuh di langit-langit malam itu, sebuah aura yang tak asing lantas tercium dengan jelas pada indra penciumannya. Luke jelas yakin kalau ini bukanlah aura manusia biasa, melainkan sosok yang tak di undang tengah berada di dekat tempat ini.
"Manusia serigala! Aku harus memperingatkan Airin agar tidak keluar rumah malam ini." ucap Luke kemudian sebelum pada akhirnya memilih untuk berteleportasi ke unit Apartment Airin dan memperingatkannya.
***
Unit Apartment Airin
Luke yang baru saja sampai kemudian langsung membawa langkah kakinya mengelilingi area tersebut untuk mencari keberadaan Airin di sana. Hanya saja meski telah mengelilingi hampir setiap ruangan anehnya Luke sama sekali tak menemukan keberadaan Airin di unit Apartemennya, membuat Luke lantas langsung berdecak dengan kesal begitu mengetahui hal tersebut.
"Kemana gadis itu pergi? Aku bahkan belum sempat memperingatinya untuk jangan keluar malam ini, sial!" ucap Luke yang kesal karena mendapati jika Airin tidak berada di unit Apartemennya.
Luke yang tak mendapati Airin berada di unit Apartemennya kemudian memutuskan untuk berteleportasi keluar dari unit Apartment Airin menuju ke lift yang terlihat turun ke arah lobi.
Ting
Suara pintu lift yang terbuka lantas membuat Luke langsung melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menuju ke arah depan Apartment.
**
Area depan Apartment
__ADS_1
Luke nampak menghentikan langkah kaki sejenak di bahu jalan, sambil mengedarkan pandangannya ke area sekitar mencoba mencari keberadaan Airin di sekitar sana.
Tak beberapa lama, dari arah tak jauh dari posisinya berada terlihat Airin tengah berbicara dengan seorang Pria yang asing. Luke yang merasa aneh dengan aura dari Pria itu, lantas menatapnya dengan tatapan yang intens. Sampai kemudian Luke yang mulai yakin siapa sebenarnya sosok Pria yang saat ini sedang berbicara bersama dengan Airin, lantas langsung terlihat melesat ke arah Airin dan berhenti tepat di sebelah Airin.
"Apa dia mengganggu mu Ai?" tanya Luke yang tiba-tiba muncul tepat di sebelah Airin saat itu.
Mendengar sebuah suara yang secara tiba-tiba tentu saja langsung mengejutkan Airin dan membuatnya langsung menoleh ke arah sumber suara.
Sedangkan Daniel yang melihat kedatangan Luke yang tiba-tiba dan mengganggu usahanya, lantas langsung tersenyum dengan tipis menatap ke arah Luke saat ini yang tengah menatapnya dengan tajam.
"Lupakan saja, dia hanya seorang pengganggu. Sebaiknya kita pulang karena aku sangat lapar." ucap Airin kemudian sambil menarik tangan Luke agar pergi menjauh dari Daniel saat itu juga.
Luke yang di tarik begitu saja oleh Airin hanya bisa mengikuti langkah kaki Airin membawanya sambil sesekali melirik ke arah belakang untuk mencuri pandang dengan Daniel.
Entah apa tujuan Daniel mendekati Airin, namun yang jelas Luke harus lebih berhati-hati agar ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti beberapa ratus tahun yang lalu.
Setelah kepergian Luke dan juga Airin dari sana, Daniel nampak menatap ke arah gedung Apartment di mana keduanya tinggal. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Daniel ketika menyadari kedekatan yang terjadi diantara keduanya bukanlah hal yang wajar.
Auuuuuu
Daniel melolong dengan keras tepat ketika ia sampai di Rooftop gedung. Sambil terus melolong Daniel sesekali melihat ke arah bulan purnama penuh dan kembali meringis. Sesekali manik mata Daniel berubah menjadi memerah namun detik berikutnya kembali seperti semula.
"Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kaum Vampir menang dan merusak semua tatanan yang sudah ada sejak dahulu kala." ucap Daniel kemudian sebelum pada akhirnya kembali melompat dan meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.
***
Lift
__ADS_1
Setelah keduanya masuk ke dalam lift suasana di sana mendadak hening tanpa ada pembicaraan apapun juga. Airin terlihat melirik ke arah Luke yang saat ini tengah menatap lurus ke arah depan dengan tatapan yang tajam, membuat Airin lantas menghela napasnya dengan panjang.
Luke yang mendengar helaan napas milik Airin tentu saja langsung menoleh ke arah Airin dengan seketika, seakan-akan bertanya apa yang membuat Airin begitu gusar saat ini.
"Apa ada masalah?" tanya Luke kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Tidak ada, hanya saja bagaimana kamu tahu aku ada di bawah?" tanya Airin dengan nada yang terdengar bingung.
"Hanya sebuah kebetulan." ucap Luke dengan nada yang datar, membuat Airin langsung memutar bola matanya dengan jengah begitu mendengar jawaban dari Luke barusan.
"Oh" jawab Airin dengan raut wajah yang kecewa.
Padahal tadinya Airin mengira Luke selalu memiliki ikatan batin dengannya, jadi ia tidak perlu lagi menggores tangannya untuk memanggil Luke jika Airin dalam bahaya. Hanya saja ternyata semua angan-angannya hanyalah sebuah kepercayaan dirinya saja.
Ting
Suara pintu lift yang terbuka dengan lebar lantas membuat Airin mukai melangkahkan kakinya keluar dari sana. Sedangkan Luke yang melihat langkah kaki Airin yang keluar begitu saja hanya menatapnya dengan tatapan yang bingung sekaligus bertanya-tanya akan perubahan sikap Airin yang tiba-tiba barusan.
"Tunggu sebentar!" ucap Luke kemudian yang lantas membuat Airin menghentikan langkah kakinya dengan seketika.
"Ada apa?" tanya Airin kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar hal tersebut Luke bukannya menjawab malah melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada dan langsung menarik tangan Airin dengan cepat mengarahkannya ke arah unit Apartemennya. Membuat Airin yang di tarik dengan tiba-tiba, tentu saja hanya menatap Luke dengan raut wajah yang kebingungan sekaligus bertanya-tanya akan tingkah Luke saat ini.
"Ada apa ini Luke? Lepaskan tangan ku!" ucap Airin dengan nada sedikit kesal.
"Malam ini kamu tidur bersama ku!" ucap Luke dengan nada yang datar.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung