
Setelah melihat kepergian Airin yang dengan langkah kaki yang terburu-buru, lantas langsung membuat Luke mulai melangkahkan kakinya menyusul kepergian Airin yang sudah lebih dulu melangkah ke arah lift.
Luke yang penasaran akan apa yang tengah terjadi kepada Airin saat ini, lantas langsung melesat dan mendekat ke arah di mana Airin berada. Airin yang baru saja hendak memasuki area lift, lantas langsung terkejut begitu mendapati Luke sudah berada di dalam lift saat ini padahal sebelumnya ia melihat Luke baru keluar dari area unit Apartemennya.
Airin yang sudah tidak memikirkan apapun lagi selain kondisi Ibunya saat ini, lantas hanya berusaha untuk mengacuhkan Luke. Melihat hal tersebut membuat Luke yang melihat reaksi yang diberikan oleh Airin barusan, tentu saja langsung mengernyit dengan seketika. Apalagi ketika mendapati raut wajah Airin yang sudah basah dan sembab seperti habis menangis sebelumnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?" ucap Luke dengan raut wajah penasaran menatap ke arah punggung Airin saat ini.
"Ibuku sedang mengalami kecelakaan saat ini dan aku harus segera pergi ke sana, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya tapi aku baru saja bertemu dengan arwah ibuku yang itu artinya bahwa Ibuku telah tiada." ucap Airin dengan nada yang terdengar begitu lirih dan bergetar, membuat Luke yang tentu mengetahui keadaan Airin tengah hancur saat ini, lantas memegang area pundak Airin membuat Airin langsung menoleh dengan seketika ke arah Luke saat itu.
Manik mata Airin benar-benar terlihat berkaca-kaca tepat ketika manik matannya tak sengaja bertatapan langsung dengan manik mata milik Luke. Melihat hal tersebut lantas membuat Luke mendadak langsung memeluk tubuh Airin dengan erat. Entah mengapa Luke merasa hanya sebuah pelukan yang bisa menenangkan Airin saat ini, membuat tangisan lantas langsung terdengar tepat ketika Luke memeluk tubuh Airin dengan erat.
"Ibuku... Ibuku..." ucap Airin namun selalu saja terhenti karena ia yang sama sekali tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Luke.
"Aku akan mengantar mu ke tempat Ibumu dengan cepat, aku akan mengantar mu..." ucap Luke dengan nada yang terdengar begitu menenangkan bagi Airin saat itu.
**
__ADS_1
Area bahu jalan tepat di dekat Stasiun kereta.
Sesuai janji Luke kepada Airin ketika keduanya berada di lift tadi, setelah mengatakan hal tersebut Luke lantas langsung membawa tubuh Airin berteleportasi ke tempat di mana kecelakaan tersebut terjadi. Ketika keduanya sampai di sana suasana di bahu jalan terlihat begitu ramai dengan beberapa orang yang mengelilingi area bahu jalan seperti tengah mengerubungi sesuatu, sementara tak jauh dari sana terlihat mobil Ambulans sudah terparkir di pinggir jalan dan bersiap membawa korban kecelakaan tersebut.
Luke melepas pelukan eratnya secara perlahan, membuat Airin yang sedari tadi hanya menutup matanya sambil menangis kemudian mulai mengedarkan pandangannya ke arah sekitar dan baru menyadari jika ternyata keduanya sudah berpindah tempat. Airin yang semula hendak bertanya di mana Luke membawanya pergi, pandangannya lantas langsung terhenti kepada sebuah brankar pasien yang sedang didorong menuju ke arah mobil ambulans, di mana ia melihat Ibunya yang sudah dalam posisi bersimbah darah saat ini.
"Ibu..." pekik Airin sambil mulai berlarian menuju ke arah sana.
Dengan perasaan yang hancur Airin mulai membawa langkah kakinya semakin dekat ke arah brankar pasien yang hendak menuju ke arah dalam Ambulans. Airin menghentikan laju brankar tersebut, membuat dua orang petugas Ambulans yang hendak membawa Ibunya lantas langsung terkejut begitu mendapati Airin langsung memeluk tubuh Ibunya dengan erat.
"Mengapa jadi begini Bu? Bukankah Ibu berjanji akan memasakkan ku makanan? Ayo bangun Bu.. Bangun jangan seperti ini. Jika Ibu tidak bangun Airin akan membenci Ibu! Bangun Bu ku bilang bangun hua... Bu Ibu..." ucap Airin sambil menangis tersedu namun detik berikutnya marah dan kembali menangis.
"Maaf mbak, jika mbak anggota keluarganya mari ikut kami ke Rumah sakit dan mengurusi jenazahnya." ucap salah seorang Dokter yang nampak mulai melangkahkan kakinya begitu mendengar tangisan dari Airin barusan.
Mendengar perkataan Dokter tersebut yang mengatakan jika Ibunya telah tiada lantas langsung membuat Airin mencengkram dengan erat kerah baju Dokter tersebut, membuat Dokter itu lantas langsung terkejut begitu melihat tingkah Airin saat ini.
"Bukankah kau seorang Dokter? Ayo selamatkan dia! Selamatkan dia... Mengapa kau katakan dia telah tiada? Aku baru saja melihatnya, apa kau adalah dokter gadungan? Ayo selamatkan dia sekarang juga, selamatkan dia Dok! Mengapa hanya diam saja?" ucap Airin dengan tangisan yang begitu menyayat hati, membuat semua orang yang sedari tadi berkumpul karena ada sebuah kecelakaan lantas semakin menatap iba kepada Airin saat ini.
__ADS_1
Luke yang melihat Airin seperti begitu terpukul lantas mulai membawa langkah kakinya mendekat ke arah Airin. Dipeluknya tubuh Airin dengan erat sambil membawa tubuh Airin sedikit lebih menjauh dari sana agar mereka bisa membawa jenazah Ara pergi menuju ke arah Rumah sakit. Melihat hal tersebut tentu saja membuat Airin semakin menangis tak terkendali, sehingga Luke semakin mengeratkan pelukannya seakan berusaha untuk menenangkan Airin saat ini.
"Lepaskan aku! Tidak.. Jangan bawa Ibuku.. Ku mohon jangan.. Jangan membawanya pergi dari ku.." ucap Airin sambil mulai memberontak mencoba untuk melepaskan pelukan Luke kepadanya.
Melihat dua orang petugas itu sudah mulai membawa jenazah Ara masuk ke dalam Ambulans, membuatnya kemudian mulai mendekat ke arah keduanya dan bertanya apakah keduanya ingin ikut atau tidak.
"Apa kalian berdua mau ikut bersama dengan kami?" tanya Dokter tersebut.
"Anda bisa pergi Dok, kami akan menyusul ke Rumah sakit sebentar lagi setelah aku menenangkannya terlebih dahulu." ucap Luke kemudian yang lanta sdi balas Dokter itu dengan anggukan kepala.
"Baiklah jika begitu saja permisi dahulu." ucap Dokter tersebut sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan keduanya.
Tak berapa lama setelah Dokter tersebut masuk ke dalam mobil Ambulans itu, mobil tersebut mulai melaju dan meninggalkan area jalanan sekitar. Membuat Airin yang melihat kepergian mobil Ambulans tersebut tentu saja semakin menjadi-jadi dan langsung berusaha melepaskan cengkraman erat yang melingkar di tubuhnya saat ini sambil terus berteriak dan meminta Luke agar melepaskannya saat ini juga.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Lihatlah mereka membawa Ibuku!" pekik Airin dengan berteriak sambil memukul dada bidang Luke, namun hal tersebut bukannya membuat Luke melepaskannya malah semakin mempererat pegangannya.
"Berhenti bersikap cengeng seperti ini Ai!" pekik Luke kemudian yang lantas langsung membuat Airin terdiam dengan seketika.
__ADS_1
Bersambung