
"Ada gempa, berlindung!" pekik Airin yang lantas mengejutkan Luke saat itu.
Entah apa yang ada dipikiran Airin saat ini hingga menganggap getaran ini adalah sebuah gempa, membuat Luke lantas langsung menepuk jidatnya ketika mendengar perkataan dari Airin barusan.
"Ini bukan gempa, jadi berhenti berteriak atau kau akan membangunkan seisi gedung ini!" ucap Luke sambil menggenggam tangan Airin agar menghentikan gerakannya yang sedari tadi hanya berputar-putar mencari tempat teraman.
"Jika bukan gempa, lalu ini apa? Kau jangan bercanda.. Ayo segera berlindung!" ucap Airin lagi dengan raut wajah yang khawatir.
"Ini adalah..." ucap Luke terpotong karena mendengar sebuah lolongan serigala mendadak menggema di telinganya.
Auuuu Auuu
Mendengar lolongan serigala yang begitu jelas lantas membuat Luke menatap ke arah atas, sedangkan Airin langsung mengedarkan pandangannya ke arah sekitaran karena terkejut akan suara lolongan barusan.
"Itu.. Serigala kan? Tapi ini kota, mana mungkin ada hewan begituan?" ucap Airin sambil bergidik ngeri.
"Itu bukanlah serigala biasa, dengarkan aku! Apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari unit Apartment ku.. Apapun yang terjadi tetaplah tinggal di sini, apa kau mengerti?" ucap Luke kemudian yang lantas di balas Airin dengan anggukan kepala.
Sedangkan Airin yang melihat Luke hendak pergi ke suatu tempat, lantas langsung menggenggam kemejanya dengan erat sambil menatap dengan tatapan yang memohon seakan tidak ingin Luke meninggalkannya saat ini.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Airin dengan raut wajah yang khawatir.
"Ada yang harus aku urus, aku janji tidak akan lama." ucap Luke dengan nada yang datar.
"Tapi nanti jika..." ucap Airin namun langsung dipotong oleh Luke saat itu.
"Maka dari itu aku memperingatkan mu untuk jangan beranjak dari tempat ini, apa kau mengerti?" ucap Luke kembali mengingatkan Airin saat ini agar tidak beranjak.
__ADS_1
"Baiklah..." ucap Airin dengan nada yang pasrah kemudian melepas pegangannya secara perlahan.
Tepat setelah Airin melepaskan genggaman tangannya, tanpa membuang waktu lagi Luke nampak langsung berteleportasi dari tempat itu dan meninggalkan Airin seorang diri di sana. Airin yang panik mulai merangkak ke bawah kolong meja sambil membawa panci berisi ramen tadi dan mulai kembali memakan ramen tersebut sambil mengedarkan pandangannya ke area sekitaran.
"Setidaknya makan disini akan cukup aman bukan? Benar-benar sialan, aku bahkan sudah melihat berbagai jenis setan selama hidup ku dan melewati beberapa malam bulan purnama penuh, namun entah mengapa aku masih saja memiliki perasaan takut terhadap mereka. Bagaimana aku bisa mengatasinya?" ucap Airin menggerutu kesal namun masih sambil memakan ramen yang telah ia masak tadi.
**
Area ruang tamu
Setelah menyelesaikan makannya Airin kemudian memutuskan untuk pergi ke area ruang tamu dan berdiam diri di sana, lagi pula ini adalah rumah Luke, tidak mungkin bukan jika ia pergi ke kamar dan bersembunyi di sana? Membuat Airin pada akhirnya memilih ruang tamu sebagai tempat persembunyiannya. Dengan raut wajah yang gelisah Airin mulai mondar-mandir ke arah kanan dan kiri seperti layaknya sebuah setrikaan selama beberapa kali sambil menatap ke arah pintu unit Apartemen Luke berharap Luke bisa segera kembali.
"Mengapa lama sekali? Bukankah dia mengatakan hanya sebentar saja?" ucap Airin dengan raut wajah yang cemas.
Disaat perasaan gelisah menanti kedatangan Luke yang tak kunjung kembali suara gedoran dari depan pintu Apartment, lantas mengejutkan Airin yang tengah berada di ruang tamu saat itu. Airin menatap ke arah pintu yang terus terdengar gedoran secara berkala dengan keras, membuat Airin curiga jika itu adalah seorang penjahat.
Tepat setelah Airin mengatakan hal tersebut gedoran itu mendadak berhenti dan juga lenyap begitu saja, yang lantas membuat Airin langsung mengernyit seketika disaat tidak mendengar gedoran itu lagi.
"Apakah itu berhasil? Bahkan aku hanya mengucapkan hal itu belum memanggil Luke, wah luar biasa sekali!" ucap Airin dengan raut wajah yang gembira.
Namun tak berapa lama setelah itu sebuah suara yang tak asing, lantas terdengar menggema di luar unit Apartment yang tentu saja membuat Airin terkejut ketika mendengarnya.
"Ai tolong aku... Ai tolong...." ucap sebuah suara yang begitu mirip dengan Bella sahabatnya.
Mendengar suara yang tak asing di pendengarannya tentu saja langsung membuat Airin terkejut seketika, tanpa berpikir lebih panjang lagi Airin kemudian langsung melompat dan berlarian ke arah pintu utama ketika mendengar suara Bella terus memanggil namanya dan meminta tolong kepadanya.
"Bella? Apa yang terjadi dengannya?" ucap Airin sambil bersiap membuka pintu unit Apartment Luke.
__ADS_1
Namun ketika tangannya hampir memutar handel pintu tersebut Airin lantas teringat sesuatu.
"Tunggu sebentar, jika itu Bella mengapa ia bisa mengetahui jika aku sedang berada di dalam sini? Perasaan aku belum berkomunikasi dengannya malam ini?" ucap Airin yang kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Tolong aku Ai... Ada seseorang yang mengejar ku saat ini. Airin...." pekik suara itu lagi yang membuat Airin semakin dibuat ragu dengan suara tersebut.
Airin terdiam di tempatnya ketika kembali mendengar suara tersebut seakan sedang berpikir, apa yang akan ia lakukan saat ini? Akankah ia mendengarkan Luke untuk tetap berada di tempat ini atau pergi dan menolong Bella? Airin benar-benar yakin jika yang di luar saat ini adalah Bella, suaranya bahkan begitu mirip dan terus menyebut namanya agar segera menolongnya saat ini.
"Aku tidak tahu apakah ini benar atau salah yang jelas aku berharap keputusan ku saat ini adalah benar." ucap Airin kemudian sambil mulai membuka pintu unit Apartment Luke.
Cklek
***
Sementara itu Luke yang baru saja berteleportasi dari unit Apartemennya, terlihat baru saja sampai di area Rooftop. Luke mengedarkan pandangannya ke area sekitar mencoba mencari sesuatu di sana, sampai kemudian pandangannya terhenti pada seseorang yang saat ini tengah berdiri di tepi Rooftop sambil terus melolong dengan suara yang keras.
"Hentikan lolongan mu itu karena sangat mengganggu, apakah kau melakukan hal itu untuk memancingku keluar? Cih benar-benar kekanak-kanakan." ucap Luke dengan nada yang meremehkan.
Mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya, lantas langsung membuat Pria itu berbalik badan dan menatap ke arah Luke dengan tatapan yang datar.
"Kau itu yang bodoh, lolongan ku yang panjang berarti tanda untuk waspada." ucap sosok tersebut yang ternyata adalah Daniel.
Daniel melesat mendekat ke arah Luke dan menatapnya dengan tajam.
"Apa yang kau lakukan disini dan meninggalkan pemilik darah suci seorang diri? Apa kau sudah kehilangan akal?" teriak Daniel dengan nada yang kasar.
"Kau..."
__ADS_1
Bersambung