Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Tersudut


__ADS_3

"Siapa kamu?" ucap Airin yang merasa ada aura aneh yang mengelilingi Pria yang baru saja masuk dan bergabung bersama dengannya di lift.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Pria itu tersenyum dengan tatapan iblis ke arah Airin, yang tentu saja lantas membuat Airin mulai berprasangka tidak enak pada Pria tersebut.


"Jacob" jawabnya dengan nada yang begitu dingin.


Ting


Satu nama terdengar menggema dengan jelas di area lift beriringan dengan suara pintu lift yang mulai tertutup dengan rapat saat itu. Mendapati hal tersebut lantas membuat Airin mulai menoleh ke arah sumber suara, dimana saat ini pintu lift nampak tertutup dengan rapat.


"Mati aku!" ucap Airin dalam hati sambil mulai mengambil langkah kaki mundur ke arah belakang.


Airin yang seakan sadar jika Pria tersebut tengah mengincar dirinya, kemudian langsung membuatnya bergerak dan menekan tombol open pada salah satu dinding lift tersebut.


Ting..


Tidak berapa lama pintu lift kembali terbuka, membuat Airin yang mengetahui hal tersebut lantas langsung mengambil langkah kaki seribu bergegas pergi dari sana.


"Berhenti, kau tidak akan bisa kabur dari ku!" pekik Jacob yang melihat kepergian Airin barusan.


Tanpa menghiraukan kata-kata dari Jacob saat itu, Airin nampak terus membawa langkah kakinya dengan lebar melintasi lorong-lorong gedung Perusahaannya. Dalam hati kecilnya saat ini ia bahkan tengah memaki Daniel dengan berulang, karena berkat dirinya ia saat ini di kejar-kejar irang asing yang sama sekali tidak ia kenali.


"Awas saja jika aku berhasil kabur malam ini, Daniel... Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu!" ucap Airin menggerutu dengan nada yang kesal sambil terus melangkahkan kakinya kemanapun asalkan terbebas dari Jacob saat itu.


Airin terus membawa langkah kakinya menyusuri area lorong sekaligus mencari jalan keluar dari gedung tersebut. Sampai kemudian ketika ia melihat seseorang tengah berdiri di ujung lorong, tanpa berpikir panjang Airin langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Mas.. Mas.. Tolong saya, saya saat ini tengah di kejar oleh orang jahat. Bisa tolong bantu saya mas? Saya mohon..." ucap Airin sambil sesekali menunjuk ke arah belakangnya.


"Sepertinya kamu datang kepada orang yang salah karena aku juga mengincar dirimu hahahaha..." ucap Aiden sambil berbalik badan secara perlahan.


Mendengar perkataan Aiden barusan tentu saja membuat Airin terkejut karenanya. Airin yang tahu jika situasinya tengah tidak baik saat ini, lantas mulai mengambil langkah kaki mundur hendak melarikan diri dari sana. Sayangnya ketika ia berbalik badan Akra sudah berdiri tepat di hadapannya dengan senyuman yang mematikan.


"Mau kemana kamu?" ucap Akra dengan raut wajah sinis menatap ke arah Airin saat itu.


Tahu jika dirinya saat ini sedang tersudut, Airin kemudian mencoba untuk kabur lewat sisi tengah. Namun sayangnya Frans sudah mencegat dirinya di sana. Ketika dirinya hendak melirik ke arah kiri, Steve sudah berdiri memasang badan di sana. Membuat Airin menjadi tersudut dan tidak tahu lagi harus berbuat apa saat ini. Langkahnya benar-benar telah terkepung dan membuatnya sama sekali tidak bisa bergerak kemanapun juga.


"Apa mau kalian sebenarnya? Mengapa kalian melakukan hal ini kepadaku?" ucap Airin kemudian sambil menatap ke arah keempatnya satu persatu.


"Ratu kami menginginkan dirimu, aku rasa kamu tidak perlu tahu alasannya bukan?" ucap Airin sambil tersenyum dengan tipis.


"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah ikut bersama dengan kalian." pekik Airin sambil berusaha untuk mencari celah agar dirinya bisa kabur dari mereka semua.


"Sialan!"


***


Sementara itu di ruangannya, terlihat Daniel tengah mondar-mandir dengan gelisah. Daniel yang seakan mengetahui jika Airin tengah lembur sat ini memutuskan untuk menunggunya hingga pulang di ruangannya, namun tanpa sepengetahuan Airin atau hal tersebut akan membuat Airin besar kepala.


Malam ini entah mengapa Daniel merasa begitu gelisah ketika ia mencium aroma kelompoknya setelah kepulangan Sofia dari kantornya. Entah mengapa Daniel merasa ini ada sangkut pautnya dengan kedatangan Sofia saat ini.


"Mengapa aku merasa tidak tenang? Ada apa sebenarnya?" ucap Daniel sambil terus melangkahkan kakinya ke kanan dan juga ke kiri.

__ADS_1


Daniel yang tidak bisa hanya berdiam diri kemudian mulai melirik ke arah luar untuk memastikan jika Airin saat ini tengah berada di luar. Hanya saja ketika Daniel mengecek ke arah luar, ia sama sekali tidak mendapati siapapun di sana yang tentu saja langsung membuat Daniel terkejut karenanya.


"Dimana Airin? Kapan dia pergi? Sial..." ucap Daniel begitu menyadari jika ia tengah kecolongan saat ini.


Daniel yang tidak mendapati Airin di ruangannya, lantas langsung melesat sambil berusaha mencari keberadaan Airin saat itu. Jika di lihat dari aroma darah suci yang melekat pada dirinya, seharusnya Airin masih ada di kantor saat ini.


"Aku menemukannya!" ucap Daniel kemudian ketika ia mencium aroma tubuh Airin di area lift dekat lorong saat itu.


Daniel yang berhasil mencium aroma tubuh Airin saat itu, lantas langsung melesat menghampiri aroma tersebut. Hanya saja gerakannya lantas terhenti dengan seketika begitu tanpa sengaja ia melihat sekelebat bayangan yang tak ading di ingatannya.


Antara yakin dan tidak yakin akan penglihatannya saat itu, membuat Daniel lantas langsung mempercepat langkah kakinya mencoba untuk mengejar sekelebat bayangan tersebut.


"Jacob! Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Daniel kemudian yang berhasil mengejar sekelebat bayangan tersebut.


Tarikan tangan yang begitu kuat dari Daniel saat itu, lantas membuat langkah kaki Jacob terhenti seketika. Jacob yang menyadari jika yang menariknya adalah Daniel kemudian terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Ada perintah khusus yang diberikan oleh Ratu dan aku minta maaf aku harus melakukan ini kepadamu." ucap Jacob kemudian.


Tanpa sepengetahuan dari Daniel saat itu, Daniel yang mengetahui titik kelemahan Daniel lantas diam-diam mencabut bulu halus di belakang leher milik Daniel. Membuat Daniel yang menyadari hal tersebut tentu saja terkejut bukan main karena bingung sekaligus bertanya-tanya akan sikap Jacob yang mendadak melakukan hal tersebut kepadanya.


"Apa yang kamu lakukan...." ucap Daniel dengan raut wajah yang terkejut namun terpotong karena pandangannya yang mendadak buram dan langsung membuatnya terhuyung ke lantai.


Bruk


Bersambung

__ADS_1


Catatan


Bagi bangsa Serigala jadi-jadian bulu halus di bagian belakang leher adalah sebuah kelemahan yang tidak bisa mereka atasi. Ketika bulu tersebut di cabut manusia Serigala akan merasakan kantuk yang berlebih dan pada akhirnya akan tertidur dalam jangka waktu yang lumayan panjang. Tidak ada yang pernah tahu alasan sebenarnya di balik hal ini, namun sepertinya Jacob memanfaatkan hal tersebut agar membuat Daniel tidak ikut campur dalam tugas ini.


__ADS_2