Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Garlic sauce


__ADS_3

"Mengapa kamu lama sekali? Aku sudah lama menunggu mu di sini." ucap sebuah suara yang ternyata berasal dari Luke.


Airin yang mendengar suara tersebut tentu saja langsung berbalik badan dan menatap ke arah sumber suara. Ada perasaan terkejut ketika Airin mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari Luke yang saat ini masih menyender di depan pintu unit Apartemennya dan lengkap dengan plastik makanan yang tadi ia berikan kepada Luke sebelum pergi membuang sampah.


"Ada apa?" tanya Airin dengan raut wajah yang penasaran.


Mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung membuat Luke mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada, sambil menggenggam plastik makanan pemberian dari Airin barusan. Ketika jarak diantara keduanya hanya tersisa beberapa centimeter saja Luke nampak mulai menghentikan langkah kakinya, membuat Airin yang memang memiliki tinggi hanya sebatas pundak Luke, lantas membuatnya menjadi mendongak hanya untuk menatap raut wajah Luke saat ini.


"Ayo masuk!" perintah Luke dengan nada yang datar.


"Masuk? Masuk kemana?" tanya Airin dengan raut wajah yang polos.


"Ya ke dalam, kamu kira aku adalah raksasa yang bisa menghabiskan makanan pemberian mu seorang diri? Kamu juga harus ikut menghabiskannya bersama dengan ku!" ucap Luke dengan nada yang datar membuat Airin langsung manggut-manggut tanda mengerti.


"Baiklah.. Ayo kita masuk!" ucap Airin kemudian sambil melangkahkan kakinya terlebih dahulu, membuat Luke yang melihat tingkah polos gadis itu lantas tercengang dengan seketika.


Sebenarnya bukan karena terlalu bersemangat atau apa, hanya daja raut wajahnya yang memerah membuat Airin memutuskan untuk memutus kontak mata mereka yang terlalu dalam posisi yang dekat. Tanpa sadar jika ia mengiyakan ajakan dari Luke untuk mampir ke unit Apartemennya.


Airin yang baru menyadari akan perkataannya, lantas terlihat berhenti tepat di depan unit Apartemen milik Luke kemudian terdiam sejenak memikirkan segala halnya.


"Bodoh kau Rin! Apa-apaan kau malah langsung mengiyakan ajakannya untuk mampir ke Apartemennya?" ucap Airin dengan raut wajah yang seperti terkejut akan keputusannya sendiri.


Cklek...


Suara pintu yang terbuka lantas membuyarkan lamunannya dengan seketika. Ada sedikit perasaan terkejut ketika Airin mendapati Luke sudah berada di ambang pintu dan sedang menatap ke arahnya saat ini.


"Ayo masuk, tunggu apa lagi?" ucap Luke kemudian ketika melihat Airin hanya terdiam termenung di hadapannya.

__ADS_1


"E... Iya sebentar lagi..." ucap Airin kemudian salah tingkah.


Pada akhirnya Airin hanya bisa melangkahkan kakinya memasuki area dalam unit Apartemen Luke dengan langkah kaki yang perlahan.


Ketika langkah kakinya sudah masuk ke dalam dengan sempurna dan mengganti sendalnya dengan sendal rumahan. Airin begitu terpukau disaat melihat banyak sekali ornamen jaman dulu yang menghiasi area dalam unit Apartemen Luke. Hanya saja bukan ke arah ornamen kuno milik negaranya melainkan lebih ke arah gaya barat tempo dulu, sedikit aneh namun terkesan unik karena memang jarang ada orang yang menggunakannya di masa sekarang.


"Seleranya lumayan juga..." ucap Airin dalam hati sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitar.


"Kemari dan duduklah, aku akan menyiapkan segalanya." ucap Luke dari arah meja makan.


Mendengar suara tersebut lantas membuat Airin langsung melangkahkan kakinya menuju ke area dapur dan mengikuti semua perkataan dari Luke.


****


Beberapa menit kemudian


Hanya saja sayangnya ketika kebahagian mulai terlihat jelas di wajah Airin sebuah pemandangan yang aneh nampak terlihat di piring milik Luke, dimana Airin melihat ada yang berbeda di piring milik Luke dengan miliknya.


"Bukan kah aku memesan beef steak garlic sauce? Mengapa punya Luke menjadi tomato sauce? Apakah tadi aku salah pesan?" ucap Airin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa ada sesuatu?" tanya Luke kemudian ketika melihat raut wajah aneh yang di tunjukkan oleh Airin barusan.


"Ah tidak ada apa-apa, ayo kita cicipi hidangannya, aku yakin kamu pasti suka karena cita rasa dalam masakan di Resto ini benar-benar dapat menggoyang lidah siapa saja penikmatnya." ucap Airin dengan senyum yang mengembang.


Luke yang mendengar perkataan Airin barusan hanya diam saja sambil mulai memotong steak di piringnya kemudian memakannya dalam keheningan. Membuat Airin yang melihat hal tersebut lantas hanya bisa menghela napasnya dengan panjang.


"Mengapa Pria ini kaku sekali? Aku kan hanya menjelaskan kepadanya, mengapa cuek sekali?" ucap Airin menggerutu kesal sambil mulai memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Keheningan terjadi di antara keduanya, membuat suasana canggung lantas terasa dan menyapa Airin. Airin melirik sekilas ke arah Luke yang saat ini tengah fokus memakan steak nya kemudian kembali menghela napasnya dengan panjang.


"Jika terlalu lama diam seperti ini aku bisa-bisa mati dalam keheningan, mengapa dia irit bicara sekali sih?" ucap Airin dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Luke dalam nada yang samar.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Luke kemudian yang membuat Airin langsung mendongak menatap ke arahnya.


"Hahaha tidak ada, Steak nya sangat enak." ucap Airin kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan membuat Luke lantas menggeleng dengan pelan ketika mendengar perkataan Airin barusan.


Sampai kemudian ketika Airin sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, sebuah hidangan pasta di hadapannya lantas membuat seulas senyum terlihat terbit dari wajah Airin saat itu. Airin kemudian mulai menyendok spaghetti tersebut dan mengangkatnya di awang-awang.


"Cobalah spaghetti ini, aku memesannya khusus untuk mu..." ucap Airin sambil menyodorkan tangannya hendak menyuapi Luke.


Luke yang mendapati hal tersebut lantas mendorong tangan Airin secara perlahan seakan berusaha untuk menolaknya.


"Tidak perlu, kamu makan saja jika memang itu enak menurut mu." ucap Luke kemudian yang lantas membuat Airin memasang raut wajah yang cemberut.


"Setidaknya cicipi lah satu sendok saja, aku yakin setelah itu kamu akan langsung mengatakan hal yang sama dengan ku." ucap Airin yang tak ingin kecewa dan mulai menciptakan suasana.


Luke yang melihat Airin begitu kekeh ingin menyuapkan spaghetti tersebut kepadanya, pada akhirnya hanya bisa membuka mulutnya dengan lebar dan menerima suapan dari Airin barusan. Airin tersenyum ketika melihat Luke mau memakan spaghetti tersebut.


"Bagaimana rasanya? Bukankah enak?" ucap Airin dengan manik mata yang berbinar.


Luke yang mendapat pertanyaan tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkomentar. Cita rasa sebuah mie yang berpadu dengan irisan ayam dan juga garlic sauce, membuat siapa saja yang memakannya pasti akan ketagihan. Sampai beberapa menit kemudian raut wajah Luke nampak berubah seketika di saat ia merasa seperti terbakar di area lehernya, manik mata Luke membulat seketika disaat ia baru menyadari apa yang baru saja disuapkan oleh Airin kepadanya.


"Garlic sauce! Sialan.."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2