
"Gadis itu tidaklah buruk, selain darahnya yang berguna, wajahnya ternyata sangatlah menawan." ucap sosok tersebut yang ternyata adalah Arga.
Arga tersenyum ketika melihat sekaligus begitu tertarik dengan sosok Airin. Arga benar-benar tak menyangka jika reinkarnasi pemilik darah suci kali ini benar-benar mencuri hatinya. Sampai kemudian ketika Arga mencium aroma Luke tak jauh dari tempatnya berada saat ini, lantas membuat Arga menoleh ke arah samping.
"Baiklah, mari kita buat sedikit permainan.. Apakah dia dan juga gadis pemilik darah suci ini benar-benar mempunyai ikatan?" ucap Arga dengan senyum yang menyeringai.
Arga yang mengetahui sebentar lagi Luke akan datang mendekat, lantas membuat Arga mulai ber komat-kamit seakan membaca sebuah mantra untuk memanggil beberapa sosok hitam berkumpul di sebelahnya.
"Apa yang harus kami lakukan Tuan?" tanya salah satu sosok hitam tersebut yang terlihat memutari Arga saat ini.
"Sebentar lagi akan ada bus yang membawa wanita itu pergi, aku ingin kalian membuat bus itu celaka! Hanya saja jangan sentuh gadis itu, apa kau mengerti?" ucap Arga sambil menunjuk ke arah Airin yang tengah duduk di halte menanti Bus di sana.
Sosok tersebut yang mendengar perkataan dari Arga barusan, lantas langsung mengikuti arah tunjuk Arga lalu tersenyum dengan menyeringai.
"Tentu saja Tuan, aku tak pernah tertarik dengan gadis pemilik darah suci, anda bisa mengambilnya jika menginginkannya." ucap sosok tersebut yang lantas membuat Arga tersenyum.
"Untuk itulah aku menyuruh mu beraksi, lakukan dengan benar dan juga cepat!" ucap Arga lagi.
***
Halte Bus
Tin tin...
Suara bel yang terdengar menggema di telinga Airin saat itu, lantas membuatnya langsung menoleh dengan seketika ke arah sumber suara. Airin yang melihat Luke menghentikan laju mobilnya di bahu jalan lantas terlihat mengernyit dengan tatapan yang bingung.
"Ada apa?" ucap Airin sambil bangkit berdiri menatap bingung ke arah Luke saat ini.
__ADS_1
"Masuklah biar aku yang mengantar mu ke kantor." ucap Luke dengan nada datarnya.
"Tidak usah, Bus ku akan datang sebentar lagi pergilah..." ucap Airin menolak secara halus tawaran dari Luke barusan.
"Masuklah sekarang!" ucap Luke lagi.
Sampai kemudian ketika Airin hendak kembali menolak tawaran Luke kepadanya, Bus yang Airin tunggu sedari tadi pada akhirnya datang juga membuat Airin lantas langsung tersenyum dengan simpul.
"Busnya sudah datang, aku pergi dulu..." ucap Airin sambil mengambil langkah kaki yang bergegas memasuki Bus yang sedari tadi ia tunggu.
Luke yang melihat kepergian Airin pada akhirnya hanya bisa mengikuti arah kepergian wanita itu. Hanya saja ketika Luke menatap lurus ke arah depan sebuah bayangan hitam nampak melayang cepat ke dalam Bus yang di tumpangi oleh Airin, membuat Luke lantas mencoba untuk mempertajam pandangannya seakan berusaha memastikan apa yang baru saja ia lihat.
Luke yang begitu mengenal sosok hitam yang baru saja melesat masuk ke dalam Bus, lantas sedikit merasa kebingungan sekaligus bertanya-tanya akan alasan kehadiran sosok tersebut di area ini.
"Tidak mungkin itu adalah sosok bayangan hitam milik Arga? Bagaimana mungkin ia bisa berada di sini?" ucap Luke bertanya-tanya dengan tatapan yang tak mengerti.
Hingga kemudian ketika pikirannya terhenti pada sosok Airin saat ini, membuat Luke lantas langsung menancap gasnya dengan kencang menyusul kepergian Bus tersebut sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk kepada Airin.
***
"Ada apa ini? Mengapa aku mengantuk sekali?" ucap Airin berusaha untuk membuat dirinya agar tetap sadar dan tidak sampai tertidur di sini.
Disaat Airin tengah dilanda kantuk yang begitu berat, sebuah goncangan begitu terasa dengan hebat namun nyatanya sama sekali tidak membuat kantuk Airin menghilang meski ia mengalami goncangan yang dahsyat karena laju mobil tersebut yang bergoyang dan juga lepas kendali.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah sedang gempa? Mata ku... Mengapa sangat gelap?" ucap Airin yang kebingungan akan apa yang terjadi saat ini.
Jeritan dari beberapa penumpang begitu terdengar dengan jelas beradu bersama decitan rem yang diinjak oleh supir Bus, sehingga membuat keadaan semakin mencekam di sana. Entah apa yang terjadi dengan Bus ini hingga membuat laju Bus berkelok-kelok dan sama sekali tak bisa di kendalikan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Pak?" tanya salah satu penumpang yang saat ini terlihat mengeratkan pegangan tangannya.
"Saya juga tidak tahu apa yang terjadi saat ini, Bus ini.. Tidak bisa di kendalikan..." ucap sopir Bus berusaha untuk membuat laju Busnya kembali, namun sayangnya hal itu sangatlah sulit.
***
Sementara itu Luke yang melihat ada yang tidak beres tepat ketika sosok bayangan hitam tadi menyelimuti Bus yang di tumpangi oleh Airin, membuat Luke memutuskan untuk mengikuti jejak kemana Bus itu pergi. Namun sayangnya meski Luke sudah mempercepat laju mobilnya entah mengapa Luke sama sekali tidak melihat keberadaan Bus tersebut.
Luke yang tak kunjung menjumpai Bus yang ditumpangi oleh Airin pada akhirnya menepikan laju mobilnya dan parkir di bahu jalan.
"Sepertinya jika terus seperti ini akan memakan waktu terlalu lama." ucap Luke sambil melepas sabuk pengamannya.
Luke kemudian memutuskan untuk mulai berteleportasi langsung ke dalam Bus dari pada harus mencari keberadaan Bus tersebut.
***
Keadaan dalam Bus
Beberapa orang yang nampak kebingungan akan laju Bus yang nampak tidak terkontrol lantas membuat mereka tidak ada yang menyadari akan kehadiran Luke yang datang dengan tiba-tiba di dalam Bus. Luke yang tak menghiraukan keadaan sekitar lantas mulai bergerak dan mencari keberadaan Airin di dalam Bus. Hanya saja meski Luke sudah mencari keberadaan Airin hampir di seluruh Bus, Luke sama sekali tidak menemukan dimana gadis itu berada membuat Luke lantas menjadi bingung akan apa yang terjadi sebenarnya.
"Kemana sebenarnya dia? Bukankah Airin tadi menaiki Bus ini? Mengapa sekarang dia menghilang?" ucap Luke dengan raut wajah yang kebingungan sambil terus mencari keberadaan Airin.
Hingga kemudian pandangannya terhenti tepat di bahu jalan ketika Luke melihat sesuatu yang sedikit membuatnya tersentak.
"Sialan!" ucap Luke dengan tatapan yang tajam tepat ke bahu jalan.
Sampai kemudian ketika laju Bus tak lagi menentu, semua lampu dan juga mesin Bus mendadak mati namun anehnya Bus itu terus melaju dengan kecepatan kencang seperti ada yang melajukan mobilnya. Mengetahui hal tersebut si sopir yang ketakutan lantas terlihat membanting setirnya ke arah kiri dan menabrakkan diri pada sebuah pohon beringin besar yang terletak di bahu jalan.
__ADS_1
Bruk...
Bersambung