
"Tolong aku...." ucap Asti dengan nada yang lirih.
Suara Asti yang begitu lirih seperti orang menggigil, lantas membuat Airin mengernyit dengan tatapan yang bertanya. Airin yang penasaran akan apa yang sedang dibicarakan oleh Asti barusan kemudian mulai melangkahkan kakinya lebih dekat lagi ke arah Asti untuk mencoba mendengarkan apa yang baru saja Asti ucapkan.
"Apa yang kamu katakan As? Bisa tolong ulangi sekali lagi? Aku benar-benar tidak mendengarnya, suara mu terlalu kecil." ucap Airin kemudian sambil mendekatkan telinganya ke arah Asti berusaha untuk mendengarkan Asti saat itu.
Asti yang mendapat pertanyaan dari Airin barusan lantas perlahan-lahan mulai memutar tubuhnya berusaha menatap ke arah Airin. Ada sedikit perasaan terkejut begitu Asti berbalik badan dan menatap ke arahnya. Wajah Asti yang begitu pucat di sertai dengan luka di sekitar area kepalanya yang masih mengalir darah segar, lantas membuat Airin langsung mengambil langkah mundur beberapa kali karena terkejut akan pemandangan yang baru saja ia lihat.
"Apa yang terjadi dengan mu As? Ap..pa kamu terluka?" tanya Airin dengan raut wajah yang terkejut.
Asti yang mendapat pertanyaan tersebut lantas menatap dengan sendu ke arah Airin kemudian perlahan-lahan tubuh Asti naik dan melayang ke udara. Airin yang melihat hal tersebut tentu saja langsung menelan salivanya dengan kasar karena baru mengetahui jika Asti yang ia temui adalah sosok arwah penasaran yang baru saja meninggal.
"Asti... Apa yang terjadi padamu?" ucap Airin dengan tatapan yang penasaran sekaligus bertanya-tanya.
Asti yang mendapat pertanyaan tersebut, lantas malah menangis dan terus menangis di udara yang membuat Airin semakin kebingungan akan apa yang sedang terjadi kepada Asti sebenarnya. Sampai kemudian ketika Asti sudah banjir dengan air mata, Asti mendadak melayang dengan cepat ke arah Airin, membuat Airin yang tidak bersiap akan kedatangan Asti tentu saja tidak bisa mengelak dan malah membuat tubuh Asti masuk ke dalam tubuhnya dengan cepat.
Airin yang tubuhnya dimasuki secara cepat oleh sosok arwah Asti, lantas langsung terlihat terkejut dan juga mengalami kejang selama beberapa kali sampai pada akhirnya jatuh dan pingsan.
__ADS_1
Diantara keadaan sadar dan tidak sadarnya, Airin seperti dibawa kesebuah rumah yang Airin sendiri tidak tahu dimana itu. Airin yang kebingungan akan situasi yang mendadak terjadi kepadanya, lantas terlihat menatap ke arah sekitaran dengan tatapan yang penuh kebingungan.
"Dimana sebenarnya aku ini? Mengapa aku tiba-tiba bisa ada di sini?" ucap Airin pada diri sendiri sambil mengedarkan pandangannya ke area sekitar.
Di saat Airin tengah merasa kebingungan akan apa yang sedang terjadi kepadanya, samar-samar ia seperti mendengar suara orang bertengkar yang berasal dari salah satu rumah di mana tempatnya berada saat ini. Airin yang penasaran akan suara ribut-ribut tersebut, lantas memutuskan untuk melangkahkan kakinya mengikuti ke arah sumber suara itu.
Suara tersebut membawa Airin hingga ke sebuah rumah dengan dinding yang bercat warna coklat terang di depannya, Airin yang semakin yakin bahwa sumber suara yang ia dengar berasal dari rumah itu. lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah rumah tersebut. Hanya bermodalkan instingnya saja Airin terlihat mulai memutar handel pintu rumah itu dan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Ada sedikit perasaan terkejut ketika Airin masuk dan melihat Asti tengah bertengkar hebat bersama seorang Pria yang Airin sendiri tidak tahu siapa itu. Keduanya yang tak menyadari akan kehadiran Airin saat itu, lantas membuat langkah kaki Airin kian mendekat karena penasaran akan apa yang baru saja ia lihat.
Airin benar-benar menyaksikan setiap hal yang terjadi diantara keduanya, sampai kemudian sang Pria yang tanpa sadar melayangkan pukulan kepada Asti, membuat tubuh Asti jatuh dan membentur sudut meja. Darah segar terlihat mulai mengalir di lantai yang berasal dari kepala Asti yang terbentur sudut meja. Membuat Airin yang melihat hal itu lantas terkejut dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
Pria itu nampak terkejut akan keadaan Asti yang mendadak seperti itu, digoyangkan nya tubuh Asti selama beberapa kali seakan untuk memastikan apakah Asti masih hidup atau tidak. Sampai ketika ia yang yakin bahwa Asti telah meninggal akibat benturan tersebut, lantas mulai membuat Pria itu menjambak rambutnya dengan kasar.
Pria itu nampak kebingungan sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekitaran seakan berusaha mencari sesuatu. Sedangkan Airin yang melihat segala halnya tentu saja terkejut bukan main dan hanya bisa terdiam di tempatnya tanpa bisa melakukan apapun untuk menolong Asti saat ini.
"Jadi Asti benar-benar telah meninggal, bagaimana mungkin?" ucap Airin pada diri sendiri sambil menatap tak percaya lurus ke arah depan.
__ADS_1
Di saat Pria itu terkejut akan apa yang baru saja menimpa Asti tanpa ia sengaja, lantas membuat Pria itu bangkit dari posisinya. Pria itu nampak berlarian masuk ke dalam kamar untuk mengambil sesuatu, sedangkan Airin yang berada di sana lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Asti berada seakan ingin berusaha untuk menolong Asti di sana. Hanya saja ketika jarak diantara keduanya sudah semakin dekat dan di saat Airin ingin menolong Asti, tiba-tiba saja tangannya tembus begitu saja tanpa bisa menyentuh tubuh Asti, membuat Airin yang merasakan hal tersebut lantas langsung kembali terkejut sekaligus bingung ketika mendapati ia yang tidak bisa menyentuh tubuh Asti saat itu.
"Apa? Bagaimana mungkin? Apa yang sedang terjadi? Mengapa aku tidak bisa menyentuh Asti?" ucap Airin pada diri sendiri sambil menatap ke arah kedua tangannya.
Airin yang tengah bingung akan apa yang sedang terjadi kepada dirinya, lantas menjadi semakin bingung ketika tubuh Pria itu mendadak menembus tubuhnya begitu saja, membuat Airin langsung mendongak menatap ke arah Pria itu dan juga Asti secara bergantian.
"Ada apa sebenarnya ini? Mengapa... Mengapa..." ucap Airin yang tidak tahu lagi apa sebenarnya yang sedang terjadi saat ini.
Ketika Airin tengah bingung dengan apa yang sedang terjadi dengannya, samar-samar Airin seperti mendengar suara seseorang yang terus memanggil namanya sebanyak beberapa kali, membuat Airin langsung mendongak menatap ke arah atas seakan mencari asal sumber suara tersebut.
Hhhhhhhh uhuk uhuk
Airin terbangun dengan raut wajah yang terkejut sambil terbatuk-batuk selama beberapa kali. Beberapa orang nampak mengerubunginya di sana, membuat Airin yang begitu membuka matanya dan melihat keadaan sekitarnya tentu saja langsung terkejut bukan main.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bella kemudian yang melihat Airin baru saja siuman.
"Apa yang sedang terjadi sebenarnya?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung sambil menatap ke arah sekitarannya dimana sudah banyak orang di sekelilingnya.
__ADS_1
Bersambung.