
"Siapa di sana!" pekik Airin yang terkejut akan sosok seseorang di sudut ruangan tersebut.
Tepat setelah Airin mengatakan hal tersebut, seseorang yang sedang memunggunginya lantas mulai bangkit dan berbalik badan. Ada sebuah perasaan terkejut tepat ketika sosok yang sedari tadi berjongkok di sudut ruangan tersebut, lantas berbalik badan dan menatap ke arah Airin. Di mana tepat di area mulutnya Airin melihat sosok itu yang ternyata adalah Kia tengah menggigit tikus yang masih hidup, sedangkan di sekitar area mulutnya terlihat beberapa darah segar mengalir dari tubuh si tikus, membuat perasaan ngeri sekaligus jijik lantas langsung menerpa dirinya begitu melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Apa yang terjadi kepada mu?" pekik Airin dengan raut wajah yang terkejut sekaligus ngeri bercampur menjadi satu.
Sosok itu yang seakan tahu jika Airin adalah gadis pemilik darah suci, melihat Airin berdiri di hadapannya tentu saja langsung melotot dengan tatapan yang sumringah. Mulutnya yang tadinya menggigit tikus yang masih hidup tersebut, perlahan-lahan mulai menganga dan membuat tikus itu jatuh ke bawah begitu saja. Sedangkan ia langsung tersenyum dengan menyeringai tepat begitu tikus itu terlepas dari mulutnya.
"Darah suci... Darah suci..." ucap Kia terus mengulang perkataannya, membuat Airin mengernyit begitu mendengar hal tersebut.
"Apa yang kau katakan sebenarnya author Kia? Tunggu sebentar... Kau ini kenapa?" ucap Airin kemudian sambil mengambil langkah kaki mundur begitu melihat Kia yang mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada.
Mendengar perkataan dari Airin barusan bukanya menjawab pertanyaannya, Kia malah melompat ke arah di mana Airin berada dan melesat dengan gerakan yang cepat mendekat ke arah Airin. Membuat Airin yang terkejut akan hal tersebut, tentu saja langsung jatuh dalam posisi terlentang membuat senyuman menyeringai nampak terlihat dengan jelas di raut wajah dia saat itu.
"Darah suci... Darah suci... Darah suci..." ucap Kia terus secara berulang-ulang.
Sedangkan Airin yang terus mendengar perkataan Kia yang diulang secara terus-menerus, tentu saja langsung menatapnya dengan tatapan yang bingung. Entah apa yang dimaksud oleh Kia dengan perkataan darah suci, namun yang jelas saat ini yang berada di hadapannya bukanlah Kia yang biasanya.
Airin yang tahu itu bukanlah Kia tentu saja langsung berusaha bergerak mundur dengan gerakan yang cepat, sambil sekali menoleh ke arah belakang bersiap untuk berlari dari sana. Namun sebuah genggaman tepat di area kakinya lantas membuat Airin terkejut dengan seketika.
"Darah suci... Darah suci..." ucap Kia lagi.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" ucap Airin sambi berusaha melepas genggaman tangan Kia di kakinya.
Airin yang tak kunjung mendapati Kia melepaskan cengkraman pada kakinya, tentu saja berusaha sebisa mungkin mencari pegangan atau bahkan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melawan Kia saat ini. Hingga kemudian tangannya terhenti pada sebuah kursi di meja ruang makan, di mana mungkin saja bisa Airin gunakan saat ini. Dengan gerakan yang cepat Airin berusaha menggeser kursi tersebut dan mengarahkannya ke arah Kia saat itu.
Bruk...
Suara kursi yang mengarah tepat di area punggung Kia, tentu saja terdengar dengan keras dan membuat Kia langsung terhuyung ke lantai dengan seketika. Airin yang merasakan genggaman tangan Kia mulai melonggar, tentu saja langsung berusaha bangkit dari tempatnya saat itu. Namun gerakannya lantas terhenti ketika sebuah suara kembali terdengar padahal sebelumya Airin menganggap jika ia sudah berhasil melumpuhkan Kia saat itu.
"Mau kemana kamu darah suci... Hihihi." ucap sebuah suara yang tentu saja langsung membuat Airin menoleh ke arah sumber suara.
"Ba...ba...bagaimana bisa dia kembali bangkit setelah mendapat pukulan yang keras? Ini benar-benar sudah tidak wajar!" ucap Airin dalam hati sambil menatap terkejut ke arah Kia yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang tajam.
Bruk...
***
Luke yang mendapat tugas baru tentu saja langsung berteleportasi menuju ke arah rumah susun milik Kia saat itu juga. Di area parkiran terlihat Luke baru saja sampai setelah sebelumnya berteleportasi ke tempat tersebut. Dengan langkah kaki yang bergegas Luke nampak mulai membawa langkah kakinya menuju ke arah kediaman Kia.
Di saat langkah kaki Luke terus melangkahkan kakinya hendak menaiki anak tangga, tanpa sengaja dari arah yang berlawanan arah Daniel nampak sedang melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang perlahan hendak berbelok ke arah tangga.
Bruk...
__ADS_1
Sebuah tabrakan tidak lagi bisa terhindarkan oleh keduanya, tubuh Luke dan juga Daniel sama-sama bertabrakan sehingga membuat naskah yang dipegang oleh Daniel langsung berhamburan jatuh ke lantai saat itu juga. Baik Daniel dan juga Luke yang mengalami tabrakan tersebut tentu saja langsung berdecak dengan kesal. Keduanya kemudian langsung mendongak menatap ke arah satu sama lain.
"Kau!" pekik keduanya hampir secara bersamaan.
"Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sedang mengikuti ku?" pekik Daniel kemudian dengan nada yang kesal sambil mulai memunguti satu persatu naskah yang berserakan di bawah lantai.
Daniel benar-benar kesal karena tabrakan yang baru saja terjadi antara ia dan juga Luke barusan, membuat naskah yang sedari tadi ia pegang dengan hati-hati malah berakhir dengan berantakan begitu saja di lantai. Ditatapnya Luke dengan tatapan yang kesal setelah semua naskahnya sudah berhasil ia punguti saat itu.
"Pekerjaanku begitu banyak, aku tidak se-nganggur itu hingga hanya mengikuti mu saja. Jadi jangan ke geer an dan berhenti memikirkan yang tidak-tidak!" ucap Luke dengan nada yang ketus, membuat Daniel langsung memutar bola matanya dengan dengan jengah ketika mendengar hal tersebut.
"Jika memang kau tidak mengikuti ku, lalu untuk apa kau berada di sini? Coba saja apa kau masih bisa menjelaskannya?" ucap Daniel kemudian dengan nada yang tak ingin kalah.
"Terserah apa yang ingin kau katakan yang jelas aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Ada beberapa hal yang harus aku urus di sini dan hal itu sama sekali tidak berkaitan denganmu!" ucap Luke kemudian dengan nada yang ketus membuat Daniel lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung.
"Baiklah baiklah terserah apa katamu, namun jika hal itu tentang Airin.. Jangan pernah mengganggunya karena ia sedang bekerja di atas, jadi aku harap coba pisahkan antara hal pribadi dengan hal pekerjaan. Permisi..." ucap Daniel kemudian sambil mulai melangkah kakinya hendak menuju ke arah tangga
Hanya saja Luke yang mendengar nama Airin disebut barusan oleh Daniel, tentu saja langsung terkejut bukan main dan mencoba menarik pundak Daniel saat itu dan menghentikan gerakan kakinya dengan seketika.
"Apa katamu barusan?"
Bersambung
__ADS_1