
"Apa katamu barusan?" ucap Luke dengan nada yang terkejut, membuat Daniel langsung mengernyit dengan seketika begitu melihat ekspresi wajah Luke saat ini.
"Iya tentu saja Airin ada di atas karena sebuah pekerjaannya, sebenarnya apa yang membuat mu begitu terkejut hingga seperti ini?" ucap Daniel dengan raut wajah yang penasaran.
"Apa indra penciuman mu itu sudah tertutup hingga tidak bisa mencium sebuah aura yang pekat? Arga kembali beraksi dan membuat pengikut baru, dimana salah satu pengikut tersebut berada di rusun ini dan kau malah dengan santainya meninggalkan Airin seorang diri? Apa kau sudah kehilangan akal? Dasar tidak waras, pelindung katamu? Kau bahkan sama sekali tidak pantas untuk di panggil seorang pelindung!" ucap Luke panjang kali lebar sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan Daniel seorang diri.
Daniel yang mendengar setiap kata keluar dari mulut Luke saat itu, tentu saja berusaha untuk mencernanya satu persatu. Sampai kemudian ketika ia baru menyadari letak kesalahannya, Daniel langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menaiki satu persatu anak tangga menuju ke lantai rusun milik Kia.
"Sial... Mengapa aku bodoh sekali? Aku menganggap remeh aura itu, jika sampai terjadi sesuatu kepada Airin pasti aku akan menyesalinya!" ucap Daniel dengan nada yang kesal sambil terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga tersebut menuju ke atas.
***
Rusun milik Kia
Bruk
Suara tubuh Kia yang membentur Almari di tempat tersebut, lantas menimbulkan suara yang keras membuat beberapa buku yang terletak di atas Almari lantas berjatuhan dan mengenai tubuh Airin saat itu.
"Aw... Uhuk.. Uhuk..."
Tubuh Airin saat itu benar-benar terasa remuk redam. Entah apa yang tengah coba untuk di lakukan oleh Kia saat ini, tapi yang jelas tenaga Kia yang berkali-kali lipat lantas membuat tubuh Airin terasa begitu ringan dan mudah sekali di lempar ke arah kanan dan kiri.
"Aku berhasil melumpuhkan darah suci... Aku akan membawa mu kepada Tuan hihihi.." ucap Kia dengan tawa yang cekikikan.
Mendengar hal tersebut membuat Airin langsung berusaha bangkit dari posisinya saat ini. Airin harus segera kabur dari sini sebelum Kia akan membawanya ke tempat seseorang yang ia panggil Tuan barusan.
__ADS_1
"Sial... Apa Daniel masih lama? Mengapa hanya mengambil naskah saja lama sekali?" ucap Airin dalam hati menggerutu.
Kia yang melihat Airin hanya terdiam di tempatnya saat itu, lantas melesat ke arah Kia dan langsung mencengkram kaki Airin dengan erat membawanya dengan cara di seret.
"Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan ha?" pekik Airin sambil berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Kia saat itu.
Kia yang mendengar teriakan Airin sama sekali tidak menghiraukannya dan terus menyeret tubuh Airin dengan gerakan yang perlahan dan tatapan lurus ke arah depan.
"Bawa ke Tuan.. Bawa ke Tuan..." ucap Kia dengan nada yang terus di ulang, membuat Airin yang mendengar perkataan Kia barusan sama sekali tidak mengerti atau bahkan memahami apapun.
"Kau benar-benar sudah gila!" pekik Airin dengan nada yang kesal sambil terus memberontak dan berusaha untuk melepaskan cengkraman dari Kia barusan.
Disaat Airin yabg tengah berjuang untuk melepaskan diri dari Kia saat itu, sebuah suara yang berasal dari pintu masuk lantas mengejutkan keduanya
Brak...
"Apa yang sedang kau lakukan kepadanya?" pekik Luke yang lantas membuat Airin bisa bernapas dengan lega ketika mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya.
"Oh akhirnya dewa penyelamat ku datang juga!" ucap Airin dalam hati bisa bernapas dengan lega.
"Jangan menghalangi ku.. Dia milik Tuan ku!" pekik Kia dengan raut wajah yang kesal di sertai taring yang saat ini terlihat muncul di antara gigi Kia.
"Persetan dengan Tuan mu itu! Yang jelas dia adalah milik ku!" ucap Luke kemudian sambil melesat dan berhenti tepat di hadapan Kia saat itu.
Kia yang tak menyadari kehadiran Luke di hadapannya, lantas terkejut ketika mendapati Luke yang tiba-tiba mencengkeramnya dengan erat dan membantingnya ke sembarang arah.
__ADS_1
Brak..
Tubuh Kia jatuh dan menghantam meja ruang tamu yang langsung patah begitu tertimpa dengan tubuhnya. Namun seakan tak merasakan rasa sakit apapun, walau menghantam dengan keras meja kayu di sana Kia kembali bangkit dan menatap tajam ke arah Luke saat ini.
"Apa yang kau lakukan dengan tetap berbaring di sana Ai? Cepat bangkit dan menjauh dari sana!" pekik Luke kemudian yang mulai kesal karena melihat Airin malah hanya rebahan di sana tanpa bergerak sedikit pun.
Mendengar suara menukik tinggi tentu saja membuat Airin langsung bangkit sambil tersenyum tipis. Airin bahkan masih berusaha untuk mengembalikan otot-otot tubuhnya yang saat ini terasa nyeri akibat ulah dari Kia, namun Luke bukannya simpati malah meneriakinya untuk minggir dari sana.
"Iya sebentar napa, punggung ku rasanya bahkan seperti encok saat ini." gerutu Airin sambil mulai melangkahkan kakinya bergerak dari tempat itu.
"Kau tidak punya hak untuk ikut campur! Darah suci itu milik Tuan.. Milik Tuan..." ucap Kia lagi dengan senyuman yang menyeringai, membuat Luke semakin jengkel ketika melihat senyuman tersebut di wajahnya.
"Ambil saja jika kau bisa, tapi sebelum itu langkahi dulu nyawa ku Vampir pemula!" ucap Luke dengan senyuman yang menyeringai menatap ke arah Kia.
Luke yang mulai kesal dan malas untuk bertele-tele, pada akhirnya langsung melesat menuju ke arah dimana Kia berada. Hanya saja sebelum Luke berhasil menggapai sosok Kia, sebuah tarikan tangan mendadak melingkar di area lehernya dan langsung berusaha mengunci gerakan Luke saat itu, yang tentu saja langsung mengejutkan Luke ketika tak menyadari kehadiran sosok lain di tempat ini.
"Dia hanya milik Tuan..." ucap sosok Fahri yang saat ini terlihat tengah berusaha untuk memblokir gerakan Luke saat itu.
"Benar-benar sialan, dari mana asalnya dia datang? Mengapa aku tidak menyadarinya?" pekik Luke dengan nada yang kesal karena tidak mencium aroma kedatangannya.
Luke yang mendapat kuncian tentu saja berusaha untuk melepaskannya, namun gagal karena sosok tersebut seakan menutup akses untuk dirinya mengumpulkan energi miliknya saat ini. Kia yang melihat Luke begitu kesulitan tentu saja tertawa dengan keras sambil menatap sinis ke arah dimana Luke berada.
"Kau kalah jumlah, aku tetap lah pemenangnya hihihi..." ucap Kia dengan tawa yang begitu lebar sambil bersiap melesat pergi menuju ke arah dimana Airin berada saat ini.
Srett... Brak....
__ADS_1
Bersambung