
"Malam ini kamu tidur bersama ku!" ucap Luke dengan nada yang datar.
"Apa kamu sudah gila?" ucap Airin sambil menghempaskan tangan Luke detik itu juga.
Perkataan Luke semakin lama semakin menggila saja, membuat Airin lantas menjadi gerah begitu mendengar ajakan Luke untuk tidur bersama malam ini.
"Dia benar-benar sudah tidak waras rupanya." ucap Airin pada diri sendiri sambil berbalik badan hendak menuju ke unit Apartemennya.
Sedangkan Luke yang melihat Airin melangkahkan kakinya meninggalkannya dan sama sekali tidak mendengarkan perkataannya, lantas langsung menghela napasnya panjang sebelum pada akhirnya melesat pergi tepat dihadapan Airin. Kemunculan Luke yang tiba-tiba tentu saja membuat Airin langsung terkejut seketika akan perpindahan Luke yang begitu cepat.
"Kau mengejutkan ku! Bisakah kau untuk tidak muncul secara tiba-tiba seperti ini?" ucap Airin dengan raut wajah yang kesal.
Namun Luke yang mendengar hal tersebut bukannya menjawab pertanyaan dari Airin melainkan langsung menyudutkannya hingga ke tembok. Airin yang disudutkan seperti itu tentu saja merasa bingung dan tidak tahu harus bersikap seperti apa, hingga membuat Airin lantas menundukkan kepalanya tepat ketika jarak diantara keduanya hanya tersisa beberapa centimeter saja.
"Hentikan pikiran kotor mu itu, lagi pula aku tidak mengajakmu tidur bersama untuk menciptakan keturunan melainkan agar kamu terhindar dari godaan mereka para sosok makhluk negatif yang berkeliaran di malam bulan purnama penuh, apakah kau sudah mengerti sekarang?" ucap Luke dengan nada penuh penekanan seakan berusaha untuk menjelaskannya kepada Airin segalanya.
Airin yang mendengar hal tersebut tentu saja sedikit kelabakan, ia benar-benar tidak menyangka jika Luke memikirkan tentang segala hal di malam bulan purnama penuh ini. Pikirannya saat ini bahkan sudah berisi hal-hal negatif ketika kata tidur memasuki telinganya, sungguh berbanding terbalik dengan apa yang Luke katakan barusan kepadanya.
"Aku tahu akan hal itu, tapi untuk kata tidur bersama itu terlalu ambigu. Tidakkah para Vampir belajar kata yang lebih baik sedikit lagi ketimbang kata-kata ambigu seperti itu?" ucap Airin yang seakan protes dan tidak terima akan perkataan Luke tadi.
Sedangkan Luke yang mendengar jawaban dari Airin barusan, lantas mulai mendekatkan raut wajahnya ke arah raut wajah Airin yang langsung membuat raut wajah Airin memerah seketika.
"Sebenarnya yang salah itu bukanlah kata-kata kami, melainkan pikiran kotor kalian para manusia yang menganggap semuanya sama. Bukankah begitu Airin?" ucap Luke dengan senyuman yang menyeringai membuat Airin langsung menelan salivanya dengan kasar begitu mendengar perkataan tersebut.
__ADS_1
Hembusan napas Luke benar-benar terasa menerpa wajahnya, membuat jantung Airin langsung berdebar dengan kencang begitu merasakannya secara intens.
"Apa kau mendengarkan ku?" ucap Luke lagi yang lantas membuyarkan lamunan Airin dengan seketika.
"Aku tahu tapi tidak seperti itu juga kan? Aku bahkan sedang lapar sekali saat ini, tidak bisakah kamu membiarkan ku makan barang sebentar saja?" ucap Airin kemudian dengan rada yang menggerutu.
Luke yang mendengar gerutuan tersebut lantas langsung membenarkan posisinya kemudian tersenyum tipis menatap ke arah Airin. Detik itu juga Luke membawa tubuh Airin berteleportasi ke dalam unit Apartemennya, membuat Airin yang belum menyadari perpindahannya lantas hanya memasang raut wajah yang cemberut sambil menunduk ke arah bawah dan melihat kantung kresek belanjaannya.
"Berhubung kamu lapar jadi silahkan memasak disini, ah ya buatkan aku satu juga tapi tolong digaris bawahi jangan ikut sertakan bawang putih ke dalamnya." ucap Luke dengan nada yang datar kemudian berlalu pergi meninggalkan Airin seorang diri di sana.
"Apa katamu? Tapi kau..." ucap Airin sambil menatap ke arah kepergian Luke.
Ada sebuah perasaan terkejut ketika melihat area sekitar yang dari lorong unit Apartment, mendadak berubah menjadi area dapur yang terasa tidak asing baginya.
Luke benar-benar mulai kesal dengan tingkah Airin yang seperti itu, hingga membuatnya mulai memutar bola matanya dengan jengah dan mengambil posisi bersendekap dada sambil menatap tajam ke arah Airin saat ini.
"Di Apartment ku, apa kau sudah hilang ingatan saat ini Nona?" ucap Luke dengan raut wajah yang kesal kemudian berlalu pergi dari sana meninggalkan Airin yang terlihat menggaruk kepalanya seperti orang bodoh.
"Dasar! Mengapa dia benar-benar mengesalkan sih?" ucap Airin sambil menatap ke arah kepergian Luke saat ini.
***
Dari arah dapur terlihat Airin membawa satu panci ramen ke arah meja makan. Membuat Luke lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung ketika melihat Airin malah keluar dengan membawa satu buah panci.
__ADS_1
"Apa kau akan makan di sana?" tanya Luke dengan raut wajah yang penasaran.
Sedangkan Airin yang mendengar pertanyaan dari Luke barusan tentu saja langsung mengangguk dengan senyuman yang lebar. Airin kemudian memberikan mangkuk kecil kepada Luke satu dan satu lagi untuknya lalu setelah itu mengambil duduk di sebelah Luke.
"Karena kamu tidak menyukai bawang putih ataupun sejenisnya, jadi aku memutuskan untuk membiarkannya utuh dan memakannya seorang diri." ucap Airin dengan raut wajah yang gembira.
Dengan seulas senyum yang mengembang Airin mulai mengambil mie dalam panci tersebut dan memindahkannya pada mangkuk kecil miliknya. Sambil mulai memakan mie tersebut Airin terlihat begitu menikmatinya sambil memakan daun bawang dan juga kimci lobak yang tadi ia beli di supermarket.
"Ah.. Benar-benar sesuatu yang luar biasa.. Makanan ini sungguh daebak..." ucap Airin dengan raut wajah yang gembira.
"Benar-benar gadis yang aneh, itu bahkan hanya sebuah olahan tepung dan makanan tidak sehat, namun dia seakan-akan seperti sedang memakan steak dengan olahan daging pilihan." ucap Luke dengan tatapan yang mengernyit ke arah Airin yang saat ini sedang terlihat begitu senang memakan mie tersebut.
Sedangkan Airin yang mendengar tanggapan Luke tentang makanannya hanya memutar bola matanya dengan jengah, seakan sama sekali tidak perduli akan perkataan Luke yang sama sekali tidak menyukai makanannya.
"Terserah apa katamu, jika tidak mau makan ya sudah.." ucap Airin kemudian dengan raut wajah yang datar, membuat Luke lantas menghela napasnya dengan panjang.
Disaat keduanya tengah sibuk membahas mie ramen yang dimasak oleh Airin mendadak suasana di sekitarnya terasa begitu hening. Sedangkan area meja makan lantas bergetar dengan perlahan seperti ada sebuah getaran di area Apartemennya, membuat Airin langsung terkejut dengan seketika.
"Apa yang terjadi?" ucap Airin dengan raut wajah yang bingung.
Sedangkan Luke yang merasakan ada sesuatu yang berbeda saat itu sama sekali tidak menanggapi pertanyaan dari Airin dan mencari tahu sumber getaran itu. Sampai kemudian ketika Luke mendengar teriakan Airin saat itu tentu saja langsung mengejutkan Luke dengan seketika.
"Ada gempa berlindung!"
__ADS_1
Bersambung