Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Tutup mulut mu!


__ADS_3

Airin yang tidak tahu harus melangkahkan kakinya kemana, lantas membuat Airin melangkah tanpa arah dan juga tujuan.


Diusapnya air mata yang mendadak mengalir dan membasahi pipinya saat itu. Apa yang terjadi dalam hidupnya benar-benar sangatlah berat. Terlahir memiliki keistimewaan, selalu di kejar-kejar oleh makhluk tak kasat mata, kepergian orang tua yang begitu tiba-tiba dan berakhir dengan menjadi mangsa dari Vampir yang ingin hidup sebagai manusia.


"Bukankah hidup ku sangatlah sial? Mengapa harus aku? Tidak bisakah aku hidup dengan normal saja?" ucap Airin dengan nada setengah berteriak, berharap dengan begitu ia sedikit bisa melepas unek-unek dalam hatinya.


Selangkah demi selangkah terus ia lalui melewati rimbunnya hutan yang sama sekali tidak pernah ia singgahi. Sampai kemudian langkah kakinya lantas terhenti dengan seketika, begitu ia melihat sesosok Pria berwajah pucat tengah berdiri tak jauh dari hadapannya saat ini.


"Si...siapa kau?" ucap Airin dengan raut wajah yang terkejut.


Namun yang dilakukan Pria itu bukannya menjawab malah tertawa dengan keras, membuat Airin yang mendapati hal tersebut mulai merasakan hawa yang tidak enak menyelimuti area sekitarnya.


"Kau tidak perlu tahu tentang aku, lagi pula betapa bodohnya Luke yang malah membawa mu ke tempat seperti ini. Bukankah ini sama saja dia menyerahkan mu secara hidup-hidup pada kawanannya?" ucap Pria tersebut lagi yang ternyata adalah Agra.


Mendengar perkataan Agra barusan Airin yang tadinya hendak mengambil langkah kaki mundur, mendadak lantas menghentikan langkah kakinya dengan seketika begitu mendengar nama Luke keluar dari mulut Agra saat itu.


"Jadi kau kenal dengannya? Bukankah Pria itu sangat b3r3ngs3k? Aku bahkan menganggapnya Vampir baik-baik, tapi nyatanya dia juga memanfaatkan ku. Apa kau juga punya niatan sama dengannya? Kalau begitu lakukan saja sekarang, aku siap menerimanya. Setidaknya lebih baik mati di tangan mu dari pada di tangannya." ucap Airin dengan nada yang terdengar sangat santai.


Mendengar hal aneh keluar dari mulut Airin saat itu, membuat Agra lantas mengernyit dengan raut wajah yang bingung. Entah apa yang terjadi dengan Airin saat ini namun setidaknya Agra tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkannya, jika Airin saja menyerahkan dirinya secara sukarela.


"Apa kau yakin?" ucap Agra dengan nada yang terdengar serius.


"Tentu saja, aku sudah benar-benar pasrah sekarang!" ucap Airin dengan nada yang kesal.


"Baiklah, kalau begitu mendekat lah kemari aku berjanji tidak akan sakit jika kamu mau menuruti perkataan ku." ucap Agra sambil melambaikan tangannya ke arah Airin saat itu.

__ADS_1


Dasar Airin sedang tidak waras atau apa? Mendengar perkataan dari Agra barusan, Airin malah dengan santainya mendekat begitu saja seakan tanpa beban sama sekali. Membuat Agra yang melihat hal tersebut lantas tertawa karenanya.


"Gadis ini benar-benar sesuatu, sebenarnya dia itu bodoh atau apa sih?" ucap Agra dalam hati sambil menatap aneh ke arah Airin saat itu.


Tanpa beban sama sekali Airin melangkah begitu saja mendekat ke arah uluran tangan Agra saat itu. Dalam benaknya yang terlintas saat ini hanya, ia tidak akan sanggup jika harus mati di tangan Luke. Setidaknya jika yang melakukannya orang lain, mungkin itu akan lebih membuat hatinya lega.


"Sudahlah, bukankah sama saja mati di tangannya ataupun Luke?" ucap Airin dalam hati.


Agra tersenyum dengan simpul ketika mendapati jika Airin berhenti tepat di hadapannya saat ini. Tak ingin membuang waktunya lagi, Agra yang merasa ini adalah sebuah kesempatan emas lantas langsung mengambil posisi dan bersiap untuk menghisap darah Airin saat itu.


Dua taring milik Agra perlahan-lahan mulai terlihat muncul dan bersiap mendarat di leher Airin saat itu. Membuat Airin yang merasakan hembusan napas hangat milik Agra, terlihat mulai meremas kemejanya saat itu. Perasaan berani dan juga bodo amat seketika hilang begitu deruan napas hangat tersebut terasa menerpa area tengkuknya.


Airin terlihat memejamkan kelopak matanya, seakan berusaha untuk mengusir rasa ketakutannya saat itu. Sampai kemudian sebuah tarikan tangan yang berasal dari seseorang, lantas membuat Airin terkejut karenanya.


Manik mata Airin membulat dengan seketika, begitu melihat Luke yang saat ini sudah mencengkram area leher Agra dan menyudutkannya ke arah pohon besar saat itu.


Entah dari mana datangnya Luke, namun mendadak Agra sudah berada di tangannya saat itu.


"Apa hak mu melakukan itu kepada Airin ha? Memangnya siapa kau!" pekik Luke dengan nada yang terdengar meninggi saat itu.


"Hahahaha kau tanya apa hak ku? Tentu saja memakannya adalah hak ku! Kau pikir kau siapa berani mengklaim pemilik darah suci itu!" ucap Agra tanpa ingin kalah sedikitpun.


Crash....


Sebuah pukulan mendarat tepat di area dada Luke, hingga membuatnya mundur beberapa langkah dari posisinya saat itu. Mendapati hal tersebut lantas membuat Airin terkejut karenanya, rasa khawatir bahkan tengah mengerubungi hatinya saat itu. Namun melihat Luke bangkit dari posisinya, membuat hatinya sedikit melega.

__ADS_1


"Tutup mulut mu itu!" ucap Luke sambil mulai menguatkan energinya dan kembali melesat ke arah Agra.


Ckit...


Langkah kaki Luke yang semula melesat ke arah Agra, lantas terhenti dengan seketika begitu melihat tubuh Agra menghilang dari sana. Diedarkan pandangannya ke area sekitar seakan mencoba untuk mencari tahu keberadaan Agra di sekitar sana.


Sebuah sinaran berwarna kemerahan terlihat di area sekitar Airin saat itu, membuat Luke yang melihat hal tersebut lantas mulai membawa tubuhnya melesat ke arah Airin saat itu.


"Apa yang terjadi?" ucap Airin begitu tubuhnya merasa di tarik oleh Luke dengan cepat dan ia bawa melesat berpindah ke tempat yang satunya.


"Diam dan jangan kemana-mana, aku harap kali ini kamu mendengarkan ku!" ucap Luke sebelum pada akhirnya menghilang dan kembali muncul tak jauh dari tempat Airin berada.


Melihat bagaimana Luke begitu melindungi Airin saat ini, lantas membuat Agra bertepuk tangan sambil tertawa dengan terbahak-bahak. Membuat Luke yang melihat hal tersebut, lantas langsung menatap tajam ke arah Agra saat itu.


"Apa kau benar-benar mencintainya? Jika memang seperti itu maka selamat Luke karena sebentar lagi kau akan menjadi manusia tepat ketika rasa di dalam hatimu itu kian mengakar!" ucap Agra di selingi dengan tawa yang menggema, membuat bola mata Luke kian membulat dengan seketika.


Luke benar-benar marah kali ini dengan Agra dan tidak akan membiarkannya lolos begitu saja dari dirinya.


"Sudah ku bilang untuk diam Agra!" ucap Luke dengan mata yang memerah sambil memusatkan seluruh energinya saat itu.


Crash...


"Aaaaa"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2