
Malam harinya
Di ruangan kamarnya terlihat Airin tengah menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya saat itu. Entah apa yang tengah dipikirkannya saat ini namun, yang jelas pikirannya benar-benar penuh dan diisi oleh Luke juga Daniel yang entah sejak kapan keduanya itu benar-benar menjadi dekat dengannya. Padahal sebelumnya baik Luke maupun Daniel sama sekali tidak ada dari keduanya yang ia kenali salah satunya.
Airin menghela napasnya dengan panjang entah apa yang saat ini tengah memenuhi isi kepalanya, namun baginya kedekatan keduanya sama sekali tidak wajar bagi Airin. Airin yang memang membutuhkan sosok pelindung waktu itu, lantas mengajak Luke begitu saja bergabung bersamanya untuk melindunginya tanpa sadar jika tingkah Luke juga sangat aneh.
Jika dipikir-pikir lagi sesosok makhluk Vampir tidak mungkin berteman baik dengan manusia, jika memang ia tidak mempunyai suatu tujuan tertentu. Hanya saja Airin yang sedang membutuhkan sosok pelindung saat itu, seakan buta dan menutup segala kemungkinan yang terjadi kepadanya jika sampai ia dekat dengan Luke saat itu maupun di masa depan.
"Jika dipikir-pikir mengapa aku bodoh sekali sih? Mana ada seseorang yang mengajak orang asing untuk jadi pelindungnya, apa kau sudah gila Ai?" ucap Airin pada diri sendiri. Ah entahlah aku benar-benar sudah gila!" ucap Airin sambil menarik selimutnya hingga menutupi kepala.
**
Keesokan paginya
Airin yang saat itu sudah bersiap dengan pakaian setelan kerjanya, lantas terlihat mulai bergegas untuk pergi berangkat bekerja. Di saat ia baru saja keluar dari area unit Apartemennya, sebuah deringan ponsel miliknya lantas langsung terdengar dan menggema di lorong ruangan tersebut, membuat Airin dengan spontan mengambil ponsel miliknya sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah lift.
Airin yang melihat nama Ibunya tertera jelas pada layar ponsel miliknya, lantas langsung menggeser icon berwarna hijau dan mulai mengangkat panggilan telepon dari Ibunya.
"Halo bu.." ucap Airin kemudian.
"Bagaimana kabarmu nak?" ucap ibunya Airin.
"Aku baik Bu, ada apa tumben Ibu bagi-bagi begini telepon?" ucap Airin bertanya sambil mulai memencet tombol pada lift untuk turun ke lobi Apartemennya.
"Ibu hanya ingin mengabarkan jika nanti Ibu akan mampir ke tempatmu, Ibu benar-benar merindukanmu. Jangan lupa untuk segera pulang nanti sore, ya? Dan jangan pergi kemana-mana." ucap Ibunya yang lantas membuat seulas senyum terlihat mengembang dengan jelas di wajah Airin kala itu.
"Tentu Bu tak perlu khawatir, aku benar-benar merindukan Ibu. Masak yang banyak untuk ku ya Bu?" ucap Arin dengan tersenyum simpul sambil membayangkan berbagai jenis makanan tersaji di kepalanya.
__ADS_1
"Dasar anak nakal, bukannya merindukan Ibunya kamu malah merindukan masakannya benar-benar keterlaluan..." ucap Ibunya mendengus kesal membuat Airin lantas langsung tertawa kecil begitu mendengar perkataan dari Ibunya barusan.
"Jangan bercanda Bu... Mana mungkin aku tidak merindukan Ibu? Jangan ngambek dasar." ucapan Airin sambil tersenyum dengan simpul mencoba untuk membujuk Ibunya saat ini.
"Baiklah-baiklah Ibu percaya padamu segera pergi bekerja, hati-hati dan jangan lupakan untuk segera pulang." ucap Ibunya kemudian.
"Siap komandan, sampai jumpa di rumah." ucap Airin kemudian sebelum pada akhirnya mengakhiri panggilan ponsel miliknya.
Ting
Tepat setelah panggilan Airin berakhir, sebuah suara yang berasal dari pintu lift yang terbuka lantas langsung membuyarkan segala imajinasinya sedari tadi. Airin yang sedang asyik memikirkan makanan begitu mendengar suara tersebut, Airin yang melihat pintu lift terbuka lantas langsung mulai melangkahkan kakinya keluar dari area pintu lift menuju ke arah luar gedung Apartemennya untuk mulai pergi bekerja saat ini.
"Aku benar-benar tidak sabar untuk segera pulang nanti, aku sungguh merindukan masakan Ibu." ucap Airin sambil terus membawa langkah kakinya menuju ke luar gedung Apartemennya.
***
Terlihat Airin tengah asik beberes untuk segera pergi pulang ke Apartemennya. Bella yang memang posisi tempat kerjanya berada tepat di area depan ruangan kerja milik Airin, lantas langsung mengernyit begitu mendapati raut wajah gembira dari Airin saat ini.
Bella yang mulai penasaran akan apa yang sedang terjadi kepada Airin, lantas mulai membawa langkah kakinya menuju ke arah di mana Airin berada saat ini.
"Tumben nih bahagia sekali, ada apa?" ucap Bella kemudian yang lantas membuat seulas senyum mengembang di wajah Airin saat itu.
"Kau tahu? Ibu berkunjung ke Apartemenku hari ini, aku benar-benar merindukan masakan Ibuku." ucap Airin kemudian dengan raut wajah yang sumringah, membuat Bella ikut bahagia ketika mendengarnya.
"Wih enak dong kalau begitu, aku juga mau... Aku juga merindukan masakan Ibumu." ucap Bella dengan nada yang memelas, membuat Airin langsung menghela napasnya panjang begitu mendengar perkataan dari Bella barusan.
Airin yang mendengar hal tersebut lantas bangkit dari tempatnya sambil membawa tas selempang miliknya.
__ADS_1
"Jika begitu maka datanglah malam ini, aku dan Ibu akan menunggumu." ucap Airin yang lantas di balas Bella dengan anggukan kepala.
"Oke" ucap Bella kemudian.
"Baiklah aku pergi dulu, sampai jumpa di rumah nanti." ucap Airin dengan tersenyum simpul sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari sana meninggalkan Bella yang saat ini sedang tersenyum menatap ke arah kepergian Airin
"Aku benar-benar merindukan masakan Tante." ucap Bella tepat setelah Airin berlalu pergi dari sana.
***
Lorong unit Apartemennya
Airin yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ibunya kemudian mulai membuka pintu unit Apartemennya dan langsung masuk ke dalam dengan langkah kaki yang bergegas. Sebuah suara yang berasal dari beberapa bahan makanan yang dipotong dengan perlahan di area dapur, membuat sekolah senyum lantas terlihat terbit dari wajah Airin saat itu.
Airin yang tentu menyadari jika itu adalah Ibunya lantas langsung masuk ke dalam dengan langkah kaki yang bergegas. Airin kemudian melemparkan tas selempang yang sedari tadi ia pakai ke arah sofa dengan begitu saja sambil terus membawa langkah kakinya menuju ke arah dapur dengan wajah yang sumringah.
"Apa yang Ibu masak saat ini?" ucap Airin dengan nada yang terdengar riang.
"Dasar anak nakal! Pergilah ganti baju dan kemari bantu Ibu, mengapa kamu malah langsung kemari?" ucap Ibunya namun sambil tetap meneruskan memotong beberapa sayuran tanpa melihat ke arah Airin saat itu.
Sedangkan Airin yang mendengar perkataan dari Ibunya, bukannya menurutinya malah langsung berlari ke arah Ibunya dan memeluk tubuh Ibunya dari area belakang. Airin benar-benar merindukan sosok Ibunya yang sudah lama belum ia temui sama sekali.
Sampai kemudian ketika Airin menyadari ada yang berbeda dari Ibunya, Airin yang semula menutup matanya dan menempel pada area pundak ibunya, perlahan-lahan langsung membuka kelopak matanya dan menatap lurus ke arah depan dengan tatapan yang tegang.
"Kau bukan Ibuku!"
Bersambung
__ADS_1