
"Berhenti bersikap cengeng seperti ini Ai!" pekik Luke kemudian yang lantas langsung membuat Airin terdiam dengan seketika.
Tubuh Airin luruh begitu saja melihat kepergian mobil Ambulans tersebut, membuat Luke yang melihat Airin begitu terpukul seperti itu lantas langsung memeluk tubuh Airin dengan erat. Airin hanyut ke dalam pelukan Luke dengan tangisan yang tersedu, ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan ini membuatnya tidak bisa melakukan hal lain lagi selain hanya menangis dan juga menangis tanpa tahu harus melakukan apalagi.
"Ibu..." panggilnya dengan nada suara yang lirih.
***
Di sebuah Rumah duka yang masih terletak di Ibu kota, terlihat Airin tengah berdiri dengan mata sembabnya menyambut beberapa pelayat yang hadir pada pemakaman Ibunya saat itu. Airin hanya terdiam sambil memberikan salam kepada mereka tanpa mengatakan sepatah kata apapun kepada mereka. Sedangkan yang mengurusi segalanya termasuk jamuan untuk para pelayat yaitu adalah Bella sahabatnya.
Bella yang melihat raut wajah sendu Airin saat itu hanya menghela napasnya dengan panjang. Sudah dari semalam Airin terus memasang raut wajah seperti itu tanpa makan ataupun melakukan hal lain lagi, membuat Bella sedikit khawatir ketika mendapati sahabatnya dalam kondisi yang seperti itu.
Mendapati Airin yang seperti itu membuat Bella lantas terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada dan langsung menepuk pundaknya, membuat lamunan Airin langsung buyar dengan seketika begitu mendapat tepukan tersebut.
"Kamu makanlah dahulu aku akan menggantikan mu di sini." ucap Bella kemudian yang lantas membuat Airin hanya menatapnya dengan tatapan yang kosong.
Mendengar perkataan Bella barusan hanya membuat Airin menggeleng dengan perlahan.
"Meski kamu tidak makan namun kamu tetap harus mengisi perut mu agar tidak sakit, makan ya? Biar aku yang akan menyambut para tamu menggantikan dirimu." ucap Bella dengan nada yang lembut namun Airin malah kembali menggeleng dengan perlahan, membuat Bella langsung menghela napasnya dnegan panjang begitu melihat penolakan tersebut.
Sampai kemudian disaat Bella tidak berhasil membujuk Airin saat itu, sebuah suara yang lantas menggema di telinga keduanya lantas membuat Airin dan juga Bella langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.
__ADS_1
"Biar aku yang mengurusnya, tak perlu khawatir..." ucap sebuah suara yang ternyata berasal dari Luke.
"Siapa kamu?" tanya Bella dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Luke dari atas hingga bawah.
Ini adalah pertama kalinya Bella bertemu dengan Luke, sosok Luke yang tinggi besar dan juga tampan benar-benar menyihir hati siapa saja orang yang melihatnya termasuk dengan Bella saat itu.
"Aku tetangga Airin" jawab Luke dengan singkat sambil mulai menarik tangan Airin agar mulai bergerak saat ini.
"Lepaskan aku Luke! Apa yang kau inginkan sebenarnya?" ucap Airin mulai memberontak ketika tangannya di tarik begitu saja oleh Luke tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya.
Namun Luke yang juga ikut mendengar perkataan Airin saat itu, nyatanya sama sekali tidak meresponnya dan tetap membawa langkah kakinya menuju ke arah meja para pelayat. Sedangkan Bella yang melihat interaksi keduanya hanya bisa terpanah seakan bingung dan juga bertanya-tanya akan hubungan yang terjadi di antara keduanya saat ini.
"Aku yakin ada sesuatu di antara mereka berdua saat ini, setidaknya Airin kini tidak lagi sendirian walau Ibunya telah tiada..." ucap Bella sambil menatap ke arah punggung keduanya kemudian kembali fokus untuk menyambut beberapa pelayat yang datang saat itu.
***
Dari arah dalam Luke terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada saat ini sambil membawa nampan berisi beberapa makanan untuk Airin. Sambil mengambil posisi duduk tepat di depannya, Luke mulai mendorong nampan berisi makanan ke arah Airin saat ini.
"Aku sedang tidak ingin makan saat ini, jangan memaksa ku!" ucap Airin sambil melirik sekilas ke arah makanan yang di bawa oleh Luke.
"Kau GR sekali, aku bahkan tidak membawakannya untuk mu. Aku mengambil makanan ini tentu saja untuk ku makan sendiri, kau tahu? Seorang Vampir tetap butuh makanan pendamping seperti ini selain darah segar!" ucap Luke dengan nada yang santai membuat manik mata Airin membulat dengan seketika.
__ADS_1
Airin yang mendengar perkataan dari Luke barusan hanya bisa terbengong menatap tak percaya ke arahnya. Tadinya Airin mengira Luke membawanya duduk di tempat ini untuk memaksanya makan, namun setelah sampai di sini yang terjadi malah sebaliknya. Membuat Airin lantas mendengus dengan kesal begitu mendapati tingkah Luke yang seperti itu.
Sedangkan Luke yang sama sekali tidak sungkan atau merasa bersalah sama sekali, lantas langsung mengambil nugget yang ada di piring tersebut dan memakannya dengan perlahan sambil sesekali tersenyum seakan merasakan kenikmatan yang hakiki ketika memakan nugget tersebut.
"Kau benar-benar mengesalkan, harusnya kau sedikit menghargai diriku... Mengapa kau makan dengan se-lahap itu?" ucap Airin dengan raut wajah yang cemberut, membuat Luke lantas langsung mendongak menatap ke arahnya sambil tersenyum dengan garing.
"Bukankah kau tidak ingin makan tadi? Lalu apa masalahnya dengan ini? Aku menarik mu kemari hanya memintamu untuk menemaniku makan, mengapa kau protes dan cerewet sekali?" ucap Luke dengan nada yang begitu santai, membuat Airin yang tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa saat ini lantas langsung terdiam dengan seketika.
Di saat situasi di antara keduanya tengah hening karena tingkah Luke yang di luar ekspetasi, mendadak suara perut yang keroncongan mulai terdengar di sana. Membuat seulas senyum lantas terlihat terbit di wajah Luke ketika mengetahui suara tersebut berasal dari perut Airin saat itu.
Luke menghentikan gerakannya yang sedari tadi sedang asyik memakan nugget di atas nampan yang ia bawa tadi, kemudian menatap ke arah Airin dengan tatapan yang intens seakan menunggu perkataan dari Airin saat ini.
"Apakah kau yakin tidak ingin makan sesuatu? Sepertinya cacing di perutmu berkata hal yang sebaliknya? Aku benar-benar masih baik hati karena menawarkan mu sesuatu, jika tidak..." ucap Luke namun terpotong ketika tangan Airin menarik nampan di hadapannya saat ini dan mulai makan secara perlahan.
"Jika tidak apa? Apa kau akan ganti memakan ku? Jangan bercanda aku sedang berduka saat ini, aku..." ucap Airin sambil mulai mengunyah makanannya, namun detik berikutnya manik matanya mulai berair ketika kembali memikirkan tentang Ibunya.
Melihat hal tersebut membuat Luke lantas mengusap rambut Airin secara lembut, membuat Airin langsung mendongak menatap ke arah Luke dengan tatapan yang bertanya.
"Jangan terlalu bersedih sebab kematian sudah di gariskan melekat pada setiap diri manusia yang hidup di bumi ini termasuk kamu dan juga aku..." ucap Luke mencoba untuk memberikan kata-kata penenang bagi Airin, hanya saja Airin yang mendengar hal tersebut bukannya terhibur malah menatap ke arah Luke dengan tatapan yang mengernyit.
"Bukankah kau makhluk abadi? Bagaimana bisa kau membuat perumpamaan dengan dirimu sendiri?" ucap Airin dengan nada yang terdengar polos namun terdengar sangat menyebalkan bagi Luke.
__ADS_1
"Oh astaga!"
Bersambung