
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya..." ucap Sofia dengan tatapan yang sinis.
Setelah mengatakan hal tersebut Sofia lantas terlihat langsung berteleportasi ke suatu tempat, untuk menemui seseorang di sana. Mendapati Daniel yang memohon seperti itu membuat Sofia lantas langsung memiliki sebuah ide. Entah apa yang sedang ada dipikirannya saat ini hingga tiba-tiba ia memutuskan untuk melakukan ide tersebut.
**
Rooftop gedung
Sofia yang baru saja berteleportasi dari depan ruang CEO di perusahaan Daniel, ia terlihat muncul tepat di area Rooftop sebuah gedung seperti seakan tengah menunggu seseorang di sana. Tidak lama setelah kedatangannya, satu persatu seseorang nampak datang dan bermunculan di sana. Terdapat sekitar 4 sampai 5 orang yang mendadak muncul dan langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sofia saat itu.
Mereka semua nampak memberikan hormat kepada Sofia, seakan begitu menyanjung Sofia. Mendapati hal tersebut, membuat Sofia yang mendengar sapaan mereka lantas langsung berbalik badan dan tersenyum dengan simpul.
"Apa ada yang bisa kami bantu Ratu?" tanya Jacob tepat setelah langkah kakinya berhenti tidak jauh dari posisi Sofia berada saat ini.
"Aku punya tugas penting untuk kalian!" ucap Sofia sambil tersenyum dengan tipis.
"Apakah ini berhubungan dengan gadis pemilik darah suci? Saya dengar Daniel lah yang menemukan pertama kali gadis itu, sehingga ia akan menjadi tameng sekaligus perwakilan dari bangsa kita yang akan menyerahkannya kepada anda." ucap Jacob kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar perkataan dari Jacob barusan, lantas membuat Sofia lagi dan lagi tersenyum. Entah apa yang saat ini tengah Sofia pikirkan hingga sedari tadi ia terus tersenyum dengan simpul, tanpa menjelaskannya terlebih dahulu kepada beberapa anak buahnya yang saat ini tengah berada di hadapannya.
"Harusnya memang seperti itu, tapi aku rasa Daniel memiliki sebuah perasaan kepada gadis pemilik darah suci tersebut yang seharusnya tidak pernah ada." ucap Sofia lagi dengan senyuman yang sinis.
__ADS_1
Meskipun Daniel tidak menjelaskannya secara langsung kepada Sofia, bagaimana perasaannya kepada Airin saat ini. Namun hanya dengan melihat gelagat yang berasal dari Daniel saja, ia bahkan sudah mengerti jika Daniel menaruh sebuah rasa kepada gadis pemilik darah suci tersebut.
Mengetahui hal itu tentu saja langsung membuat Sofia mulai terlihat kesal, penyerahan gadis pemilik darah suci tersebut seharusnya sudah terjadi setiap abad atau dekade sejak lahirnya kembali gadis pemilik darah suci tersebut. Namun beberapa kali ini lantas gagal karena ulah dari seorang Vampir yang menghalangi segala rencananya. Dan kali ini Sofia akan pastikan jika penyerahan tersebut tidak akan pernah gagal seperti sebelumnya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan untuk anda Ratu?" ucap Jacob kembali bertanya.
"Aku ingin kalian membawa gadis pemilik darah suci itu kepada ku malam ini juga! Apapun yang terjadi kalian harus berhasil membawanya." ucap Sofia sambil menatap lurus ke arah depan, namun berhasil membuat Jacob dan yang lainnya mengernyit ketika mendengar perintah tersebut.
"Lalu bagaimana dengan Daniel Ratu?" ucap Jacob yang tidak mengerti akan perintah tersebut.
"Bukankah tugas dia adalah menjadi tameng untuk gadis tersebut? Biarkan saja dia melakukan tugasnya, yang perlu kalian lakukan cukup merebutnya dari Daniel dan membawa gadis tersebut kepadaku. Apakah kalian bisa menghadapinya?" ucap Sofia sambil menatap satu persatu pengikutnya.
Mendengar perkataan dari Sofia barusan, lantas langsung membuat Jacob menatap ke arah satu persatu teman-temannya. Entah apa yang sedang ada di pikiran Jacob saat ini, namun yang jelas melawan Daniel adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.
Di saat Jacob nampak terdiam ketika mendengar perintah tersebut, lain halnya dengan Sofia yang lantas mengernyit begitu tidak mendapati jawaban apapun dari Jacob barusan. Sofia menatap ke arah Jacob dengan tatapan yang menelisik begitu juga dengan Frans, Aiden, Steve dan juga Akra yang tidak kunjung mendengar jawaban apapun dari Jacob saat ini.
"Ada apa dengan mu? Mengapa kau hanya diam?" ucap Sofia kemudian dengan raut wajah yang penasaran, yang tentu saja langsung membuyarkan semua lamunan Jacob saat itu.
"Tidak Ratu, saya dan yang lainnya akan menjalankan perintah anda." ucap Jacob kemudian.
"Bagus, jika begitu lakukan malam ini juga." ucap Sofia dengan senyuman yang begitu puas ketika mendengar jawaban dari Jacob barusan.
__ADS_1
"Baik Ratu, kami permisi..." ucap Jacob kemudian sambil mulai berbalik arah dan mengajak yang lainnya pergi dari sana untuk mulai menjalankan perintah.
Kini di sana hanya tinggal Sofia yang menatap ke arah langit cerah siang itu. Seulas senyum terlihat dengan jelas di raut wajahnya saat itu ketika membayangkan jika rencananya akan berhasil saat ini.
"Baiklah mari kita lihat siapa yang akan memenangkan permainan kali ini, aku atau dia!" ucap Sofia sambil menatap lurus ke arah depan sebelum pada akhirnya berteleportasi pergi dari Rooftop gedung tersebut.
**
Malam harinya
Seperti dugaan Airin tadi pagi, tugas dari Daniel yang terlalu menumpuk dan memberatkannya. Pada akhirnya membuat Airin harus pulang malam kali ini karena harus menyelesaikan beberapa hal yang diminta oleh Daniel sebelumnya. Dengan langkah kaki yang gontai terlihat Airin mulai melangkahkan kakinya memasuki area lift dan bersiap untuk pulang ke Rumah.
"Benar-benar menyebalkan! Gara-gara Daniel kampret itu aku harus bekerja lembur di hari pertama ku kembali bekerja. Apakah tidak ada yang lebih buruk lagi dari ini? Arggg ayolah... Biarkan aku menjalani hari ku dengan tenang barang sekali saja." ucap Airin dengan nada yang kesal sambil hendak menekan tombol menuju ke lantai dasar saat itu.
Hanya saja sebuah suara pintu lift yang tertutup, namun gagal karena seseorang pria nampak mulai melangkahkan kakinya masuk dan juga bergabung bersama dengan Airin saat itu. Membuat Airin yang melihat Pria tersebut masuk ke dalam, hanya menatapnya sekilas sebelum pada akhirnya kembali menekan tombol ke lantai dasar.
"Mau kemana kamu pergi? Biar aku tekan sekalian tombolnya." ucap Airin kemudian karena Pria tersebut tidak kunjung menekan tombol lantai.
"Aku pergi ke lantai yang sama dengan mu!" ucap Pria tersebut dengan nada suara yang serak, membuat Airin yang mendengar suara aneh dari Pria tersebut lantas langsung menoleh ke arah belakang detik itu juga.
"Siapa kamu?"
__ADS_1
Ting...
Bersambung