Tetangga Baruku Vampir?

Tetangga Baruku Vampir?
Golden blood


__ADS_3

"Luke..." panggil Airin.


Namun sebelum Airin sempat kembali meneriaki nama Luke agar melepaskan hisapannya, dunia Airin mendadak menjadi berputar dengan cepat. Entah mengapa pandangannya saat ini terasa begitu gelap dan juga buram membuat raut wajah Luke terlihat tidak begitu jelas dan ganda. Sampai kemudian ketika Airin hendak mencoba menyentuh wajah Luke yang terasa ada dua, Airin jatuh begitu saja dan pingsan.


Bruk...


Melihat hal tersebut lantas membuat Luke terkejut dengan seketika. Luke bahkan bingung dengan apa yang terjadi saat ini, tidak ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi kepadanya kecuali noda darah yang terletak di sekitar area mulutnya yang mampu menjelaskan segalanya kepada Luke.


"Sial! Apa yang telah aku lakukan?" ucap Luke sambil berusaha mengelap noda darah di area mulutnya.


Luke yang melihat Airin pingsan kemudian mulai mendekat ke arah Airin dan berusaha untuk menolongnya. Namun ketika dirinya hendak mengangkat tubuh Airin saat itu, suara pintu yang terbuka mendadak mengejutkannya dan membuat Luke langsung berteleportasi pergi dari sana. Entah apa yang membuat Luke hingga memutuskan untuk bersembunyi dari orang-orang. Entah karena mulutnya yang penuh dengan noda darah milik Airin? Atau memang karena dirinya yang bingung harus melakukan apa? Yang jelas tepat ketika pintu terbuka dengan lebar di sana, Luke sudah menghilang dari area kediaman Asti.


**


Sementara itu Bella yang datang bersama dengan mobil polisi lantas langsung masuk ke dalam, begitu melihat dua orang tergeletak di lantai dengan noda darah yang bercecer di area lantai. Polisi yang melihat tersebut tentu saja langsung berusaha mengidentifikasi segala hal di sana dan memeriksa area lemari pendingin sesuai dengan laporan yang mereka terima saat itu.


Bella yang melihat wajah Airin begitu pucat saat ini, lantas membuat dirinya panik dan berusaha meminta tolong kepada petugas polisi untuk membawa Airin ke Rumah sakit.


"Kami akan mencoba menghubungi pihak Rumah sakit agar mengirimkan Ambulans kemari." ucap petugas polisi tersebut.


"Tidak perlu Pak karena itu akan memakan waktu lama, biar Airin ikut ke mobil saya saja karena mungkin itu akan lebih cepat." ucap Bella kemudian yang seakan menolak opsi petugas polisi tersebut.


Mendengar hal tersebut membuat petugas polisi itu pada akhirnya mengiyakan perkataan Bella dan mulai membantu mengangkat tubuh Airin menuju ke mobilnya. Dengan gerakan yang perlahan mereka membawa tubuh Airin masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Saya akan ke kantor polisi dan memberikan keterangan setelah mengurus teman saya pak." ucap Bella kemudian.


"Baiklah Nona saya menunggu kehadiran anda dan teman anda di kantor." ucap salah seorang petugas polisi.


"Baik Pak terima kasih banyak." ucap Bella kemudian sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan Ibukota menuju ke arah Rumah sakit.


***


Apartment Luke


Setelah memutuskan untuk pergi dari kediaman Asti, Luke yang baru saja tiba dari teleportasinya lantas terlihat begitu frustasi. Luke melangkahkan kakinya menuju ke area kamar mandi dan langsung mencuci mukanya di wastafel.


Helaan napas terdengar dengan jelas berhembus dari mulut Luke saat itu, apalagi ketika bayangan bagaimana Luke menghisap darah Airin melalui telapak tangannya yang terluka lantas membuat Luke berdecak dengan kesal. Luke benar-benar merutuki kebodohannya yang sama sekali tidak bisa menahan hawa nafsunya yang terlalu besar begitu aroma dari darah milik Airin tercium pada indra penciumannya.


"Bagaimana bisa aku lepas kendali seperti ini? Aku bahkan belum mencapai tujuan ku tapi aku malah sudah meraupnya cukup banyak, mengapa aku serakah sekali?" ucapnya dengan nada yang terdengar kesal jika mengingat kecerobohannya tadi.


"Aarggg sialan!" ucap Luke dengan nada yang menggerutu sambil menendang area tembok Apartemennya dengan sembarangan karena saking kesalnya akan ulahnya sendiri yang lepas kendali.


***


Rumah sakit


Beberapa waktu menunggu dokter melakukan tindakan untuk Airin, tak lama kemudian seorang dokter terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Bella berada.

__ADS_1


"Dengan saudara nona Airin?" tanya dokter itu kepada Bella.


"Iya Dok" jawabnya dengan singkat.


"Pasien kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah secepatnya, kebetulan golongan darah pasien adalah Rh-null atau yang sering di sebut Golden blood. Jarang sekali ada orang yang memiliki golongan darah ini dan hanya ada sekitar 45 sampai 50 orang di dunia yang mempunyai golongan darah yang sama. Apakah dari keluarga pasien ada yang memiliki golongan darah yang sama?" ucap Dokter tersebut yang membuat Bella langsung terdiam seketika.


"Hanya saya keluarganya di sini Dok tidak ada yang lain lagi, Airin adalah seorang anak yatim piatu, apa yang harus saya lakukan Dok?" ucap Bella dengan raut wajah yang sendu.


Mendengar perkataan tersebut membuat Dokter itu terdiam seketika, ia bahkan tidak tahu harus memberikan solusi yang bagaimana untuk masalah ini.


"Begini saja, saya akan menghubungi PMI dan menanyakan stok untuk golongan darah ini, namun saya tidak bisa menjanjikan apapun mengingat golongan darah ini sangat langka. Jika kamu memiliki kenalan yang masih kerabat ataupun saudara dari pasien yang memiliki golongan darah yang sama, kamu bisa menghubungi saya segera." ucap Dokter tersebut yang di balas anggukan kepala oleh Bella.


Setelah mengatakan hal tersebut Dokter itu lantas melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana meninggalkan Bella dengan segala pemikirannya yang tengah kebingungan saat ini.


"Kemana aku harus mencari golongan darah Golden... Golden apa tadi? Argg Airin... Tidak bisakah golongan darah mu yang biasa-biasa saja? Bagaimana aku harus menolong mu jika begini?" ucap Bella dengan nada yang menggerutu namun juga khawatir bercampur menjadi satu.


***


Sementara itu ketika Bella dan juga para dokter tengah sibuk mencari golongan darah yang sama. Tanpa mereka sadari seseorang dengan pakaian jubah dokter lengkap dengan masker yang ia kenakan terlihat tengah melangkahkan kakinya menyusuri area lorong Rumah sakit dan masuk ke dalam ruang UGD. Ditatapnya area sekitar seakan tengah mengamati situasinya saat ini. Sosok tersebut nampak menjentikkan jari tangannya dan mengunci pintu masuk ke ruangan tersebut.


Tak tak tak


Suara langkah kaki yang beradu dengan lantai keramik Rumah sakit, nampak terdengar di setiap langkah kaki sosok Dokter wanita tersebut. Sosok tersebut menatap ke arah Airin yang saat ini tengah menutup matanya sedangkan selang oksigen nampak terlihat terpasang di area hidungnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh mencampur darah murni pemilik darah suci. Apapun yang terjadi, darahnya tetap harus murni dan bersih dari kontaminasi." ucapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Bersambung


__ADS_2