
"Kau kalah jumlah, aku tetap lah pemenangnya hihihi..." ucap Kia dengan tawa yang begitu lebar sambil bersiap melesat pergi menuju ke arah dimana Airin berada saat ini.
Namun sebelum sempat Kia menjangkau tubuh Airin saat itu, sesuatu nampak melesat dengan cepat dari arah pintu dan langsung menarik Kia kemudian melemparnya begitu saja ke arah tembok.
Srett... Brak....
Luke yang mendapati sebuah bantuan secara percuma tentu saja tidak membuangnya secara sia-sia dan langsung memanfaatkannya. Dengan gerakan yang cepat Luke mulai berteleportasi dan berpindah tempat ke belakang Fahri saat itu, membuat Fahri yang tak menyadari gerakan Luke lantas terkejut dengan tiba-tiba.
Luke yang tidak ingin main-main kemudian lantas mulai membawa tubuh Fahri melesat dan berhenti tepat di sudut ruangan. Sambil menatapnya dengan menyeringai Luke kemudian mulai tersenyum dengan tipis.
"Tidak ada celah untuk Vampir pemula seperti mu, jadi selamat tinggal..." ucap Luke kemudian sambil mulai mengeluarkan taringnya dan menggigit leher Fahri dengan kuat.
Fahri yang mendapat gigitan secara mendadak, lantas mulai terlihat mengerang kesakitan karenanya. Sebuah kepulan asap perlahan-lahan mulai terlihat dan berubah seiring dengan menghilangnya tubuh Fahri yang berubah menjadi abu saat itu.
Sedangkan Luke yang mendapati ia berhasil memusnahkan Fahri lantas meludah karena merasakan sesuatu yang tidak enak menempel di taringnya.
"Cuih.. Darah dari Vampir pemula selalu saja terasa tidak enak." ucap Luke dengan nada yang santai namun berhasil membuat Airin melongo karenanya.
**
Disaat Luke yang telah berhasil memusnahkan Fahri. Lain halnya dengan Daniel yang tengah berduel dengan Kia saat itu. Daniel yang memang adalah manusia serigala terdengar beberapa kali mengaum sambil mencakar area depan tubuh Kia, membuat Kia menjadi terkapar ketika mendapati serangan yang di dapatkannya secara bertubi-tubi. Disaat Daniel melihat Kia yang sudah mulai kehabisan tenaga, Danial nampak mengeluarkan potongan tulang dari sakunya dan langsung menancapkannya tepat ke area jantung Kia.
Suara jeritan dan juga teriakan terdengar menggema memenuhi ruangan tersebut, membuat Airin yang melihat semua hal yang di lakukan oleh Luke dan juga Daniel hanya terdiam dengan tatapan yang intens ke arah keduanya.
__ADS_1
Sampai kemudian ketika tubuh Kia mendadak berubah menjadi abu sama seperti yang dialami oleh Fahri, lantas membuat Airin hanya bisa menatap kagum ke arah keduanya secara bergantian.
"Dua cara yang berbeda namun akhir yang sama, bukankah jadi makhluk abadi seperti keduanya benar-benar menyenangkan?" ucap Airin pada diri sendiri sambil menatap ke arah Luke dan juga Daniel secara bergantian.
Setelah memusnahkan keduanya, baik Daniel maupun Luke terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Airin berada dengan senyuman yang mengembang. Bagai sebuah drama di mana tokoh utama wanita di kelilingi dua cowok tampan berkekuatan super, membuat Airin lantas menghayal jika ia adalah tokoh wanita dalam sebuah drama.
"Apakah kepala mu tadi terbentur sesuatu? Mengapa kamu malah senyam senyum tidak jelas seperti itu?" ucap Luke dengan nada yang datar dan langsung membuyarkan lamunan Airin dengan seketika begitu mendengar perkataan Luke barusan.
"Tidak bisakah kamu membiarkan ku bahagia barang sehari saja, benar-benar menyebalkan!" gerutu Airin dengan nada yang ketus seakan kesal begitu perkataan tersebut keluar dari mulutnya.
"Baiklah karena semua masalah sudah selesai dan author Kia tidak ada, mari kita anggap naskah ini gagal dan tidak jadi di terbitkan. Jika sudah begitu maka sebaiknya kita kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan yang lain!" ucap Daniel kemudian memotong pembicaraan keduanya.
"Apakah kita harus pergi sekarang? Sebuah insiden bahkan baru saja terjadi, apa kamu tidak ingin membawa ku ke Rumah sakit atau mungkin ke sebuah Cafe? Semua yang terjadi hari ini benar-benar menguras tenaga ku!" ucap Airin mulai mengomel.
"Baiklah..." ucap Airin pada akhirnya. "Dasar bos galak dan tidak berperikemanusiaan!" gerutu Airin dengan nada yang lirih namun malah terdengar samar di telinga Daniel saat itu.
"Apa katamu?" pekik Daniel dengan raut wajah yang kesal.
"Tidak ada, aku hanya...." ucap Airin namun terpotong karena Luke yang tiba-tiba saja menarik tangannya begitu saja tanpa mengatakan apapun sebelumnya.
Sedangkan Daniel yang melihat tingkah Luke saat ini tentu saja langsung mengernyit dengan tatapan yang bingung sekaligus bertanya-tanya akan maksud tarikan tangan Luke saat ini.
"Dia pergi dengan ku, bukankah kau bos nya? Jadi aku harap kau memberikannya ijin!" ucap Luke dengan nada yang santai sambil membawa Airin pergi begitu saja melewati Daniel yang menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
Bruk
Suara pintu yang tertutup dengan rapat saat itu, menyisakan perasaan kesal dalam diri Daniel saat ini. Daniel yang melihat kepergian keduanya hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang kesal sambil mengambil posisi berkacak pinggang.
"Memangnya mereka pikir kantor tersebut milik nenek moyang mereka apa? Benar-benar tidak punya sopan santun, aku ini bos di kantor penerbitan Alaska, mengapa aku sama sekali seperti tidak ada harga dirinya? Benar-benar menyebalkan!" gerutu Daniel dengan raut wajah yang kesal menatap ke arah pintu sebelum pada akhirnya berteleportasi ke basement dan meninggalkan rusun milik Kia.
Setelah kepergian Daniel dari sana, tak berapa lama terlihat samar-samar bayangan Fathan terlihat muncul dengan sempurna. Fathan nampak berdecak dengan kesal begitu mendapati jika rencananya kali ini kembali gagal lagi dan lagi di karenakan oleh Luke. Sayangnya kali ini bukan hanya Luke yang melindungi gadis itu melainkan satu sosok baru yaitu manusia serigala. Seperti mengulang masa lalu yang kembali berputar, Fathan yang menyadari hal tersebut lantas menghela napasnya dengan panjang.
"Bagaimana bisa mendadak ada binatang buas di dekatnya? Aku benar-benar sudah kecolongan!" ucap Fathan dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
***
Di mansion kediaman Arga, dari arah ruang tengah terlihat Fathan tengah melangkahkan kakinya dengan perlahan menyusuri area mansion menuju ke arah di mana Arga berada saat ini.
"Tuan..." ucap Fathan kemudian ketika melihat Arga tengah duduk termenung di kursi goyangnya.
"Apa ada sesuatu yang membuat raut wajah mu begitu kusut seperti itu?" ucap Arga dengan nada yang santai karena memang belum mengetahui dengan pasti alasan raut wajah Fathan yang terlihat tidak enak di pandang itu.
"Ada sosok baru yang saat ini berada di dekat gadis pemilik darah suci dan dia adalah seekor manusia serigala." ucap Fathan kemudian memberikan laporan.
"Apa? Bagaimana bisa?"
Bersambung
__ADS_1